Ikuti Kami

Muslimah Talk

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim
Freepik.com

BincangMuslimah.Com – Indonesia menghadapi risiko besar akibat krisis iklim. Menurut Bank Dunia pada 2021, Indonesia berada di urutan ketiga negara yang paling berisiko menanggung bencana iklim. Lembaga itu memperkirakan 1,4 juta orang akan terdampak banjir ekstrem selama 2035 sampai 2044. Pada 2025, Climate Change Performance Index (indeks yang menilai kinerja negara dalam aksi iklim) menempatkan Indonesia di peringkat 42 dari 64 negara. Aksi iklim Indonesia belum sejalan dengan kesepakatan global untuk menahan kenaikan suhu Bumi di angka 1,5°C.

Penduduk Muslim Indonesia berjumlah 247 juta dari total 282 juta jiwa. Jumlah sebesar itu menyimpan potensi besar. Masyarakat bisa menggerakkan aksi lingkungan secara masif dan mendesak pemerintah mengambil kebijakan untuk melawan perubahan iklim.

Apa Itu Green Islam?

Green Islam atau Islam hijau adalah cara mengamalkan ajaran Islam yang menyatu dengan pelestarian lingkungan. Gerakan ini mengajak umat Muslim di seluruh dunia mengatasi krisis lingkungan secara langsung. Para pendukungnya juga mengkritik gaya hidup konsumtif dan eksploitasi berlebihan, seperti penambangan batu bara yang merugikan masyarakat.

Gerakan ini menguat sejak awal 2000-an. Para cendekiawan Muslim dari Timur Tengah, Eropa, dan Asia Tenggara menyuarakan bahwa krisis lingkungan juga merupakan krisis akhlak. Manusia seharusnya menjaga Bumi, tetapi sering menjadi penyebab utama kerusakannya.

Pada 2015 di Turki, para ilmuwan, akademisi, pemuka agama, dan aktivis lingkungan menyampaikan Islamic Declaration on Global Climate Change (Deklarasi Islam untuk Perubahan Iklim). Perwakilan dari 20 negara hadir dalam acara itu. Deklarasi tersebut mengajak umat Muslim beralih ke energi terbarukan demi mencapai nol emisi. Pakar dan tokoh agama dari Indonesia ikut menjadi inisiator.

Dasar dalam Ajaran Islam

Al-Qur’an memberi peringatan yang jelas tentang kerusakan alam. Surah Ar-Rum ayat 41 berbunyi, “Kerusakan telah meluas di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia, agar Allah memberi mereka merasakan (akibat) sebagian dari perbuatan mereka, supaya mereka kembali (kepada kebaikan).” Surah Al-A’raf ayat 56 juga berpesan, “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”

Baca Juga:  Tidak Perlu Insecure Karena Merasa Tertinggal dengan Orang Lain

Islam menyebut manusia sebagai khalifah fil ardh (pemimpin dan penjaga di bumi). Tugas seorang khalifah adalah memelihara dan memakmurkan Bumi. Surah Hud ayat 61 menyebut Allah menciptakan manusia dari bumi dan menjadikannya pemakmur. Alam semesta juga menjadi amanah, yaitu titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”

Konsep mizan (keseimbangan) menjadi dasar lain. Surah Ar-Rahman ayat 7 sampai 8 menyebut Allah menciptakan keseimbangan agar manusia tidak merusaknya. Hidup hemat energi dan menghargai alam membantu menjaga keseimbangan itu.

Teladan Rasulullah SAW juga memberi arah. Beliau mengajarkan agar manusia menanam pohon sampai di saat genting. Beliau juga mengingatkan agar umatnya menghemat air, bahkan ketika berada di sungai yang mengalir.

Gerakan Besar di Indonesia

Penelitian PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2024 mengidentifikasi sekitar 142 organisasi atau kelompok Islam hijau di Indonesia. Peneliti membagi mereka menjadi tiga jenis aktivitas. Ada konservasionis (kelompok yang menjaga kelestarian alam), pengkampanye kebijakan, dan penggerak aksi lingkungan di tingkat warga.

Nahdlatul Ulama (NU) sudah lama mendorong transisi energi, yaitu peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan. Muktamar Cipasung 1994 menghasilkan fatwa yang mengharamkan pencemaran udara, air, dan tanah karena menimbulkan kerusakan (dlarar). NU kemudian mendukung Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan empat pertimbangan fikih. Dampak buruk PLTS lebih ringan dibanding energi fosil. Siapa pun di seluruh Indonesia bisa menjangkau energi surya. Sumber energinya melimpah dan tidak akan habis. Sinar surya juga menjadi hak semua orang yang tidak boleh dibatasi siapa pun.

Muhammadiyah menjalankan gerakan Green Al Ma’un untuk menjawab krisis iklim. Sejak 2021, program Sedekah Energi memasang panel surya di masjid-masjid. Salah satunya berada di Masjid Al-Ummah Al-Islamiyah, Pondok Pesantren Yayasan Al Ma’hadul Islami (YAMI), Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Panel surya itu memenuhi 100% kebutuhan listrik masjid dan melayani lebih dari 100 jamaah.

Baca Juga:  Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Pesantren Menjadi Pusat Pendidikan Lingkungan

Pesantren memegang peran penting dalam gerakan ini. Banyak pesantren kini mengembangkan kurikulum ekologi Islam sehingga menjadi eco-pesantren. Pesantren At-Thariq di Garut, Jawa Barat, menjadi contoh dalam disertasi Ahmad Sihabul Millah. Seluruh warga pesantren terlibat, mulai dari keluarga pemimpin, pengajar, sampai santri.

Banyak pesantren lain bergerak serupa. Pesantren Annuqayyah di Guluk-Guluk menjadi pusat aktivisme pelestarian lingkungan. Terdapat pula Pesantren Darul Muttaqien di Parung, Bogor, menjunjung kebersihan lingkungan sebagai nilai dasar. Pesantren Nurul Haramain di Nusa Tenggara Barat, yang diasuh TGH Hasanain Juaini, meraih Ramon Magsaysay Award pada 2011 berkat terobosan di bidang lingkungan.

Beragam Aksi dari Berbagai Kalangan

Buku Gerakan Green Islam di Indonesia: Aktor, Strategi, dan Jaringan (2024) karya Ismatu Ropi dan kawan-kawan meneliti sekitar 50 program lingkungan. Program Kiai Peduli Sampah dan Kampung Iklim dari jaringan LDII DIY mengelola sampah dan lingkungan. Program Dai Konservasi dari PPI Unas melatih para dai agar mengajak warga melindungi satwa liar dari perburuan dan perdagangan.

Kaum perempuan juga bergerak lewat ekofeminisme (pandangan yang menghubungkan perlindungan alam dengan peran perempuan). Ibu-ibu Aisyiyah, misalnya, menjalankan program Ngaji Lingkungan. Kaum muda memakai media sosial lewat EcoDeen, AgriQuran, dan Bumi Langit untuk membuat konten dan menyebarkan modul ekologi Islam. Yayasan Hadji Kalla di Makassar menjalankan program Kampung Hijau Energi dengan dana zakat dari perusahaan Kalla Group.

Agama dalam Kehidupan Sehari-hari

Prof. Frans Wijsen menyampaikan pandangannya dalam konferensi internasional yang digelar PPIM UIN Jakarta di UIII pada 17 sampai 18 Juli 2025. Ia menekankan konsep lived religion (agama sebagaimana orang menjalaninya sehari-hari). Menurutnya, ajaran dalam khotbah dan kitab sering berbeda dengan praktik warga.

Baca Juga:  Tafsir Pembebasan Perempuan: Jalan Menuju Kesetaraan Gender dalam Islam

Sungai Citarum di Jawa Barat menjadi contoh. Air menempati posisi penting dalam kesucian ritual Islam, padahal Citarum termasuk sungai paling tercemar di dunia. Banyak warga menyerahkan pengelolaan sungai kepada negara. Mereka menganggap kewajiban agama berkaitan dengan wudu dan ibadah ritual. Wijsen menyebut gejala ini sekularisasi (proses ketika urusan dunia terpisah dari urusan agama) pada tanggung jawab ekologis.

Di Jawa Timur, pesantren yang menjual air mineral kemasan menghadapi pilihan sulit. Mereka harus menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dengan seruan mengurangi plastik sekali pakai.

Tantangan yang Masih Menghadang

Gerakan Green Islam masih menghadapi sejumlah hambatan. Kelompok-kelompok Islam hijau bergerak sendiri-sendiri dan belum terintegrasi. Mayoritas kelompok menangani persoalan lokal, sehingga partisipasi masyarakat belum sebanyak harapan. Sumber daya manusia, pendanaan, dan kesenjangan pengetahuan menambah beban.

Keputusan NU dan Muhammadiyah menerima izin usaha pertambangan (IUP) menimbulkan kekhawatiran. Padahal fatwa tentang pengelolaan tambang dan transisi energi berkeadilan secara implisit melarang penambangan fosil. Banyak pihak khawatir izin itu melanggengkan perusakan lingkungan.

Green Islam mengajak setiap Muslim bertindak sekarang, sebelum konsekuensi gaya hidup modern sulit diperbaiki. Langkah kecil bisa menghasilkan perubahan besar. Mengubah pola makan, menghemat listrik, mengurangi plastik, dan menanam pohon sama-sama berarti. Setiap orang bisa berperan lewat kehidupan sehari-hari.

Rekomendasi

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Ditulis oleh

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect