Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah
Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

BincangMuslimah.Com –  KH. Muhammad Ardani bin Ahmad di dalam kitabnya Risalah Haid, Nifas dan Istihadhah mengutip pendapat Syekh Asy Asyarwani bahwa hukum belajar tentang haid, nifas dan istihadhah adalah wajib bagi kaum wanita.

Jika wanita tersebut sudah mempunyai suami, dan suaminya mengerti hukum-hukum haid, nifas dan istihadhah, maka suaminya wajib mengajarkannya. Namun, jika suaminya juga tidak mengerti, maka wanita tersebut wajib pergi untuk belajar kepada orang yang mengerti, dan suaminya haram mencegahnya. Atau suaminya yang pergi belajar, dan kemudian ia mengajarkannya kepada istrinya.

Muhammad Ardani juga menegaskan bahwa hal ini (kewajiban belajar tentang haid, nifas dan istihadhah bagi wanita) harus benar-benar diperhatikan. Sebab, masih banyak wanita yang sudah haid, nifas atau istihadhah, tetapi belum mengerti tentang hukum-hukum yang penting ini. Bahkan banyak yang sudah berumah tangga, baik yang suami maupun istri sama sekali belum mengerti hal ini.

Padahal bab ini sangat kuat hubungannya dengan shalat, puasa, mandi suci, hubungan suami istri dan sebagainya. Sedangkan orang-orang tersebut pada umumnya tidak memperhatikan, tidak mau belajar, atau belum diberi pelajaran oleh gurunya. Lalu siapa yang berdosa?.

Dengan demikian, maka bagi para guru dan orang tua hendaknya memperhatikan pelajaran tentang haid, nifas dan istihadhah atau kewanitaan untuk anak-anak perempuan. Sehingga ketika mereka mengalami haid pertama yang menjadi tanda balignya, mereka sudah sedikit mengetahui dasar-dasar hukumnya. Kemudian, mereka juga akan terus mempelajari hukum-hukum tersebut secara bertahap hingga paham dengan sempurna. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Rekomendasi

Apakah Darah Kuning Cair dan Hitam Menggumpal Disebut Darah Haid?

Apa yang Bisa Suami Lakukan saat Istri Haid?

Bolehkah Perempuan Istihadhah Shalat Sunah dengan Wudhu Shalat Fardhu?

Empat Hal yang Mesti Diperhatikan Ketika Mandi Wajib

Annisa Nurul Hasanah
Ditulis oleh

Redaktur Pelaksana BincangMuslimah.Com, Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus-Sunnah

1 Komentar

1 Comment

  1. Avatar

    Miftah Cak

    11 Januari 2020 at 09:56

    Bahasa menyebut hanya Nama kepada Kyai Ardani Kurang Sopan mbak. Beliau kyai sepuh dan salah satu Mufattis Pondok Besar Alfalah Ploso.

Komentari

Terbaru

Doa Bagi Orang yang Selalu Was-was dalam Ibadah

Ibadah

Dua Pahala yang Dijanjikan untuk Perempuan yang Jadi Tulang Punggung Keluarga

Kajian

Kisah Hakim Perempuan yang Menangani Kasus Poligami di Malaysia

Muslimah Talk

Parenting Islami : Cara Membiasakan Anak Shalat Lima Waktu

Keluarga

Kisah Pernikahan Nabi Musa dan Putri Nabi Syuaib

Diari

Shalat Tasbih : Lengkap dengan Niat dan Tata Caranya

Ibadah

Tafsir QS An-Nisa Ayat 4 ; Mahar Bukan Transaksi Jual Beli

Kajian

Perbedaan antara Akikah dan Kurban

Ibadah

Trending

Benarkah Islam Agama yang Menganjurkan Monogami?

Kajian

Gerakan Shalat yang Benar Bagi Muslimah

Ibadah

Tafsir QS Al-Baqarah 187 : Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menurut Islam

Kajian

Kritik Nabi kepada Laki-laki yang Suka Main Kasar pada Perempuan

Kajian

ratu bilqis ratu bilqis

Tafsir Q.S An-Naml Ayat 23: Meneladani Kepemimpinan Ratu Balqis Dalam Politik

Kajian

Mengoptimalkan Peran Perempuan Sebagai Benteng Toleransi

Diari

Stephanie Kurlow: Muslimah Penari Balet Pertama di Dunia yang Berhijab

Muslimah Talk

Bolehkah Perempuan Mempercantik Gigi dengan Behel?

Kajian

Connect