Ikuti Kami

Kajian

Batas Usia yang Bisa Membatalkan Wudhu Saat Bersentuhan Kulit dengan Lawan Jenis

batas usia membatalkan wudhu
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Salah satu perkara yang dapat membatalkan wudhu adalah bersentuhan kulit dengan lawan jenis. Para ulama berbeda pendapat mengenai batas usia atau ketentuan bagi laki-laki dan perempuan yang dapat membatalkan wudhu ketika bersentuhan kulit dengannya.

Sebagian ulama berpendapat bahwa yang menjadi penentu bisa membatalkan wudhu atau tidak dalam permasalahan sentuhan dengan lawan jenis adalah usia. Berdasarkan pendapat ini maka sentuhan kulit yang bisa membatalkan wudhu adalah ketika yang bersentuhan atau salah satunya merupakan orang yang telah dewasa.

Pendapat tersebut sebagaimana yang terdapat di dalam kitab I’anah ath-Thalibin karya Syekh Muhammad Syatha. 

(قوله: تلاقي بشرتي إلخ) ذكر للتلاقي الناقض أربعة قيود لا بد منها: تلاقي البشرة، وكونه بين ذكر وأنثى، وكونه مع الكبر، وعدم المحرمية بينهما.

Artinya: “Perkataannya “bertemunya dua kulit……..” adalah untuk menjelaskan sentuhan yang membatalkan itu harus memenuhi empat ketentuan. Pertama, yang disentuh merupakan antar kulit. Kedua, terjadi antara laki-laki dan perempuan. Ketiga, dewasa (baik keduanya ataupun salah satunya). Keempat: tidak adanya hubungan mahram.”

Namun, di dalam kitab lain terdapat pendapat yang berbeda dengan mengatakan bahwa batas usia yang menjadi penentu kebatalan wudhu ketika terjadi sentuhan kulit antar lawan jenis adalah ‘urf (adat) masyarakat setempat dan keduanya sudah memiliki kriteria tersebut, karena jika hanya salah satu yang telah memiliki kriteria maka hukumnya tidak membatalkan wudhu.

Jika laki-laki dan perempuan telah dianggap sebagai orang yang dinikmati (disyahwati) ketika melihatnya, maka ketika itu bersentuhan kulit akan membatalkan wudhu. Syekh Nawawi al-Bantani di dalam kitab Kasyifatus Saja menyebutkan bahwa sarat sentuhan kulit yang bisa membatalkan wudhu ada lima. 

وحاصله أن اللمس ناقض بشروط خمسة 

Baca Juga:  Hukum Shalat Orang yang Sedang Mimisan

Kesimpulannya adalah bahwa sentuhan yang membatalkan wudhu terdapat lima sarat: 

أحدها: أن يكون بين مختلفي ذكورة وأنوثة

Pertama, terjadi antara laki-laki dan perempuan.

.ثانيها: أن يكون بالبشرة دون الشعر والسن والظفر…….

Kedua, sentuhan terjadi antar kulit (bukan pada rambut, gigi atau kuku) ….

ثالثها: أن يكون بدون حائل فلو كان بحائل ولو رقيقاً فلا نقض ومن الحائل ما لو كثر الوسخ المتجمد على البشرة من غبار بخلاف ما لو كان من العرق فإن لمسه ينقض لأنه صار كالجزء من البدن

Ketiga, (sentuhan itu terjadi) tanpa pembatas/penghalang. Jika terjadi dengan adanya pembatas/penghalang (antar kulit) meskipun tipis maka tidak membatalkan wudhu. Di antara (sesuatu yang disebut sebagai) pembatas/penghalang adalah jika terdapat banyak kotoran yang menempel pada kulit seperti debu. Berbeda dengan keringat, karena menyentuhnya bisa membatalkan wudhu sebab sudah menjadi seperti bagian anggota tubuh.

رابعها: أن يبلغ كل منهما حد الكبر يقيناً وهو في حق الرجل من بلغ حداً تشتهيه فيه عرفاً ذوات الطباع السليمة من النساء…..

Keempat, keduanya telah mencapai usia dewasa, hal ini berlaku bagi laki-laki yang telah mencapai titik di mana biasanya ia disukai oleh para perempuan yang memiliki naluri yang sehat…..

وفي المرأة من بلغت حداً يشتهيها فيه عرفاً ذوو الطباع السليمة من الرجال…..

Sedangkan bagi perempuan adalah mereka yang telah mencapai titik di mana biasanya ia disukai oleh para laki-laki yang memiliki naluri yang sehat…..

خامسها: عدم المحرمية ولو احتمالاً والمحرم من حرم نكاحه.

Kelima, tidak ada hubungan mahram (meskipun hubungannya hanya bersifat kemungkinan). Mahram (di sini) adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi.

Dari penjelasan yang diambil pada dua kitab di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendapat ulama terbagi menjadi dua mengenai batas usia yang bisa membatalkan wudhu jika terjadi sentuhan antar lawan jenis.

Baca Juga:  Shalat Sunnah Rawatib Bagi Perempuan, Lebih Utama di Masjid atau Rumah?

Pendapat pertama mengatakan bahwa penentunya adalah kedewasaan yang ditentukan lewat umur baligh, yaitu 15 tahun bagi laki-laki dan 9 tahun bagi perempuan.

Sementara pendapat lainnya mengatakan bahwa penentunya adalah ‘urf. Jika lak-laki atau perempuan itu sudah mencapai kategori yang yang disukai oleh lawan jenisnya, maka sentuhan kulit dengannya dapat membatalkan wudhu.

Selain itu para ulama juga berbeda pendapat mengenai sifat kedewasaan tersebut. Salah satu pendapatnya mensyaratkan keduanya harus memiliki sifat kedewasaan. Sedangkan pendapat lainnya hanya mencukupkan dengan salah satunya saja bisa membatalkan wudhu. 

Demikianlah penjelasan mengenai batasan usia yang dapat membatalkan wudhu ketika terjadi sentuhan kulit antar lawan jenis. Wallahu a’lam.

Rekomendasi

tinta pemilu menghalangi wudhu tinta pemilu menghalangi wudhu

Apakah Tinta Pemilu Menghalangi Air Wudhu?

batas usia membatalkan wudhu batas usia membatalkan wudhu

Apakah Bersentuhan Tidak Sengaja Membatalkan Wudhu?

keputihan keluar saat shalat keputihan keluar saat shalat

Keputihan Keluar Saat Shalat, Sahkah? Ini Kata Buya Yahya

Enam Hal yang Membatalkan Wudhu Enam Hal yang Membatalkan Wudhu

Enam Hal yang Membatalkan Wudhu

Ditulis oleh

Mahasantri Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah Situbondo.Pegiat kajian Tafsir dan Fikih Perempuan.

Komentari

Komentari

Terbaru

Biografi Yenny Wahid Biografi Yenny Wahid

Biografi Alissa Wahid: Pejuang Moderasi Beragama Perempuan Indonesia

Muslimah Talk

meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme meletakkan al-Qur'an di lantai, Mengenal Hermeneutika Feminisme: Metode Penafsiran Al-Qur’an Berbasis Feminisme

Langkah-langkah dalam Memahami Alquran

Ibadah

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Hukum Mengonsumsi Obat Penunda Haid saat Haji

Kajian

denda larangan haji denda larangan haji

Denda yang Harus Dibayar saat Melanggar Larangan Haji

Ibadah

Tiga macam ibadah haji Tiga macam ibadah haji

Tiga Macam Ibadah Haji, Apa Saja?

Kajian

Puasa Dzulhijjah Qadha Ramadhan Puasa Dzulhijjah Qadha Ramadhan

Niat Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Qadha Ramadhan

Ibadah

fomo media sosial islam fomo media sosial islam

Upaya Menghindari Fomo dalam Kacamata Islam

Muslimah Talk

puasa syawal senilai setahun Niat Puasa Dzulhijjah puasa syawal senilai setahun Niat Puasa Dzulhijjah

Niat Puasa Dzulhijjah Lengkap dengan Latin dan Artinya

Ibadah

Trending

Empat Karakteristik Kebudayaan Islam yang Dibawa Rasulullah

Kajian

Sayyidah Aisyah Sayyidah Aisyah

Belajar dari Fitnah yang Menimpa Sayyidah Aisyah  

Muslimah Daily

Makna Tawakkal atau Berserah Diri kepada Allah

Ibadah

butet manurung model barbie butet manurung model barbie

Butet Manurung, Dari Sokola Rimba Hingga Global Role Model Barbie

Diari

Kesalehan dan Domestikasi Perempuan Kesalehan dan Domestikasi Perempuan

Halal Lifestyle; Tawaran Gaya Hidup untuk Muslim Perkotaan

Muslimah Talk

Shafiyyah huyay istri nabi Shafiyyah huyay istri nabi

Shafiyyah binti Huyay, Perempuan Yahudi yang Masuk Islam dan Jadi Istri Nabi

Khazanah

18 Rukun yang Wajib Dipenuhi dalam Shalat

Ibadah

Resensi Buku Feminisme Muslim di Indonesia

Diari

Connect