Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Alaa Salah, Perempuan Simbol Revolusi Sudan yang Diharapkan Meraih Nobel Perdamaian

BincangMuslimah.Com – Sama seperti kebanyakan perempuan di Sudan, Alaa Salah, merasa bahwa menjadi perempuan yang bebas berkiprah sesuai dengan pilihan hatinya adalah hal yang sulit diwujudkan di Negeri Dua Nil. Semenjak Rezim al-Bashir berkuasa, hak-hak perempuan dicerabut dari akarnya.

Hidup menjadi perempuan di sana bagaikan berada di bawah baying-bayang malaikat pencabut nyawa. Tiap hari, sudah menjadi hal yang biasa bila seorang perempuan di Sudan Perempuan terus-menerus menghadapi ancaman yang membahayakan nyawa mereka, mulai dari pernikahan anak secara paksa, hingga kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, dan pemerkosaan.

Undang-undang ketertiban umum Sudan yang katanya melindungi kaum hawa justru hanya menjadi kedok pelanggengan budaya patriarki. Melalui berbagai regulasi, pemerintah mengontrol kebebasan berpakaian, perilaku, pergaulan, dan pendidikan bagi perempuan, yang telah menyebabkan penindasan bagi kaum perempuan Sudan selama bertahun-tahun.

Penerapannya tidak serta membantu perempuan semakin berkembang, namun malah mematikan kapasitas mereka untuk bergerak dan mengasah potensi diri. Contohnya saja, di Sudan, anak perempuan berusia 10 tahun diizinkan menikah dengan pria yang jauh lebih tua tanpa persetujuan mereka. Selain itu, pemerkosaan dalam pernikahan juga legal di negara tersebut.

Kondisi tersebut baru disorot oleh pihak internasional ketika ketika seorang pengantin anak, Noura Hussein, dijatuhi hukuman mati karena membunuh suaminya. Hussein yang waktu itu berusia 16 tahun dipaksa keluarganya untuk menikah dengan kerabat dekatnya. Dengan kekerasan, suaminya mencoba memperkosanya. Suatu hari, ketika ia tak tahan lagi, Noura naik pitam dan membunuh laki-laki tersebut.

Setelah kejadian tersebut, Noura yang kembali ke rumah justru dilaporkan oleh keluarganya ke kantor polisi. Proses penegakan hukum pun berlanjut, Noura diputuskan mendapatkan hukuman mati. Namun, setelah petisi online yang meminta grasi mengumpulkan lebih dari 1,5 juta tanda tangan, hukuman Hussein dikurangi menjadi lima tahun penjara.

Dari kasus yang dialami oleh Noura, para perempuan di Sudan seperti Alaa semakin tergerak untuk menuntut perubahan. Terlebih, dari hari ke hari kondisi mereka semakin buruk. Kebijakan pemerintah yang diberlakukan seperti tidak berefek positif kepada kehidupan mereka sama sekali. Yang terjadi justru banyak pergerakan yang menuntut perubahan dibatasi.

Namun kebuntuan tersebut sirna setahun lalu. Alaa Salah dengan usianya yang masih 22 tahun mampu merebut hati rakyat Sudan. Mengenakan abaya putih dengan kain penutup rambut ikalnya dan berdiri di atas atap mobil, Alaa berada di garda terdepan protes anti-pemerintah.

Seakan tak mengenal rasa takut, ia melantunkan puisi sambil mengajak para pendemo untuk mendendangkan yel-yel menyuarakan Presiden Omar al-bashir mundur. Di tengah lautan manusia yang mengelilinginya, mahasiswi jurusan teknik arsitektur tersebut memimpin rakyat Sudan agar tidak gentar melawan tirani yang telah menindas mereka.

Terlepas dari aksi heroik tersebut, diperkirakan ada ribuan perempuan yang turun ke jalan dan mengikuti jejak Alaa. Sayangnya, di tengah gerakan pembaharuan, banyak perempuan yang melaporkan kasus-kasus pelecehan seksual dan ancaman pemerkosaan. Hal ini menandakan bahwa perjuangan perempuan tidak hanya berat, tapi juga masih panjang. Meski begitu, hal ini tidak menyurutkan para perempuan Sudan terus bergerak. Diperkirakan ada sebanyak 70 persen dari orang-orang yang turun ke jalan adalah perempuan.

Menanggapi gelombang protes tiada henti, Pemerintah Sudan seketika mengumumkan penutupan media sosial sebagai reaksi atas meningkatnya protes. Namun, larangan itu tidak menghentikan perempuan Sudan dari memanfaatkan kekuatan kolektif mereka secara online demi kepentingan gerakan itu. Ketika demonstrasi meluas, ribuan peserta aksi mengubah berbagai grup Facebook, yang dulunya digunakan untuk membahas lelaki pujaan mereka di dunia maya, menjadi alat intelijen tidak resmi yang sekarang mereka manfaatkan untuk mengungkapkan kekerasan yang dilakukan petugas keamanan negara terhadap para pengunjuk rasa.

Tak memakan waktu lama, rezim al-Bashir pun tumbang. Namun nyatanya setelah pemerintah baru muncul, isu penuntutan hak-hak perempuan Sudan belum usai. Dalam pidatonya di sidang PBB beberapa waktu lalu, Alaa Salah menyampaikan bahwa kesetaraan perempuan di bidang politik dan ekonomi belum sepenuhnya tercapai. Apalagi dengan adanya wabah corona, banyak perempuan menjadi korban utama karena marjinalisasi di berbagai sektor. Hal ini berakibat perempuan-perempuan Sudan terpuruk, bukan hanya karena ketiadaan jaminan sosial, tetapi juga sebagian dari mereka menjadi korban KDRT ketika kebijakan Work From Home diterapkan.

Mengakhiri sambutannya, Alaa berharap perubahan lebih besar dapat terwujud ketika perempuan diberikan ruang untuk terlibat dalam pengambilan keputusan di ranah publik. Ia beralasan bahwa tidak ada satu pun alasan pembenaran untuk menghalangi perempuan untuk menuntut haknya karena kita semua setara, di mata Tuhan sekali pun.

 

Rekomendasi

Peran Pejuang Perempuan Bagi Kesejahteraan Kaum Hawa di Masa Kini

Siti Badilah Zuber Siti Badilah Zuber

Siti Badilah Zuber, Perintis Aisyiyah

Nyai Nonoh Hasanah: Pendiri Pesantren Putri Cintapada

Nyai Djuaesih Nyai Djuaesih

Nyai Djuaesih, Perintis Muslimat NU

Hasna Azmi Fadhilah
Ditulis oleh

Pengajar tentang politik dan isu-isu perempuan. Selain itu, dirinya aktif juga menulis. Serta tergabung dalam komunitas Puan Menulis

Komentari

Komentari

Terbaru

mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru

Berapa Usia Ideal Perempuan untuk Menikah?

Kajian

Ketentuan Malam Pertama Bagi Pengantin Baru Menurut Sunnah Rasulullah

Ibadah

Hukum Memberi Nafkah Terhadap Kerabat

Kajian

Keluarga Islami watak alamiah perempuan Keluarga Islami watak alamiah perempuan

Pentingnya Memahami Watak Alamiah Perempuan dalam Sabda Rasul

Kajian

Antara Islam dan Kebebasan Menurut Syeikh Mutawalli al-Sya’rawi

Kajian

berbuat baik pada perempuan berbuat baik pada perempuan

Hukum-hukum Rujuk dalam Islam

Kajian

Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Zainab binti Jahsy, Perempuan yang Dinikahi Nabi Saw atas Wahyu Allah

Kajian

Tidak Datang ke Pernikahan Teman Tidak Datang ke Pernikahan Teman

Hukum Tidak Datang Ketika Diundang ke Pernikahan Teman

Ibadah

Trending

Toleransi: Perjumpaan Islam dengan Nasrani dan Romawi

Kajian

The Queen’s Gambit: Representasi Diskriminasi pada Perempuan

Muslimah Daily

melamar perempuan iddah melamar perempuan iddah

Ini Lima Hal yang Patut Diketahui Muslimah sebelum Menerima Pinangan

Ibadah

Perempuan dalam Perspektif Tafsir Klasik dan Kontemporer

Kajian

Hukum Tayamum bagi Istri yang Dilarang Bersuci Menggunakan Air oleh Suami

Ibadah

hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran

Tidak Hanya Laki-laki, Perempuan Juga Berhak Memilih Calon Suaminya!

Kajian

Tiga Contoh Perilaku Rendah Hati yang Diajarkan dalam Al-Qur’an

Muslimah Daily

Apa Saja Ciri-ciri Rendah Hati?

Muslimah Daily

Connect