Ikuti Kami

Ibadah

Anjuran Berhias dalam Islam bagi Muslimah

berhias dalam Islam
A young and beautiful muslim woman is applying make up in front of a mirror.

BincangMuslimah.Com – Berhias atau berdandan merupakan aktivitas yang tidak terpisahkan dari seorang perempuan. Hampir semua perempuan pasti senang berhias. Mulai dari berhias yang sederhana, sampai memakai make up yang tebal dengan berbagai alat-alat kosmetik, seperti bedak, lipstik, maskara, dan lain sebagainya. Bahkan dalam ajaran Islam, berhias bukanlah sesuatu hal yang dilarang oleh agma. Justru, Islam mengajarkan cara berhias yang baik tanpa harus merugikan atau merendahkan martabat perempuan itu sendiri.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa Allah menyukai umatnya yang mampu menjaga diri, terutama dalam hal kebersihan dan juga mempercantik diri. Termasuk untuk para wanita, apalagi jika ditujukan untuk ibadah atau kebaikan.

Kalangan ulama juga berpendapat tentang kebolehan dalam berhias, dengan catatan tetap dalam batasan dan disyariatkan. Sungguh Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Oleh karena itu, perindahlah dan percantiklah diri kita sebagai seorang muslimah, sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya gariskan.

Dalam buku 101 Rahasia Wanita (Muslimah), Abdillah F Hasan menjelaskan anjuran berhias sesuai syariat dalam islam, yaitu:

AlloFresh x Bincang Muslimah

Tidak berbahan haram

Alat-alat kosmetik yang dipakai perempuan hendaknya yang tidak berbahan haram, yakni dianjurkan untuk memakai kosmetik yang berlabel halal. Penggunaan bahan kosmetik dari bahan yang haram sebaiknya dihindari agar tidak menempelkan najis di kulit. Jika masih digunakan, disyaratkan untuk menyucinya setelah pemakaian.

Tidak untuk kebanggaan dan menarik perhatian

Berhias merupakan fitrah alami perempuan supaya tampil cantik dan penuh percaya diri. Seorang perempuan boleh berhias di hadapan perempuan dan mahramnya. Sedang jika untuk selain itu boleh sebatas pada penampakan yang diperbolehkan secara syar’i. Melakukan hal itu hendaknya diiringi dengan niatan yang baik, bukan untuk membanggakan diri kepada orang lain, agar dipuja akan kecantikannya untuk menarik perhatian.

Allah mengingatkan, “Dan janganlah kamu berhias (tabarruj) dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu..” (QS. Al-Ahzab: 33)

Imam Mujahid r.a. berpendapat bahwa tabarruj yaitu perempuan yang bersolek, berhias diri, memperlihatkan perhiasan dan kecantikannya kepada para lelaki. Mereka tidak memiliki rasa malu kecuali sedikit, mereka berjalan di antara para lelaki, berlenggak-lenggok, berdesak-desakan dengan para lelaki di pasar, berjalan di depan para lelaki di jalan-jalan dan di masjid-masjid. Pada malam hari berjalan di tempat yang terang untuk memperlihatkan perhiasan dan kecantikannya kepada orang-orang.

Bersolek untuk suaminya

Seorang perempuan yang sudah memiliki suami sangat dianjurkan untuk berdandan agar menyenangkan hati suaminya, serta sebagai sarana untuk mencari keridhaan-Nya dan mengikuti sunah Rasulullah saw. Seorang istri yang tampil cantik di depan suami akan mengundang pahala. Jika suami dipuaskan dengan “pemandangan indah” di rumahnya, ia akan lebih kuat untuk menjaga pandangan mata di luar rumah dan menjaga kebersihan jiwanya.

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah saw, “Siapakah perempuan yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, menaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. Nasa’I dan Ahmad)

Tidak menyerupai laki-laki

Ada kalanya seorang perempuan berdandan hingga hampir menyerupai laki-laki. Rasulullah saw bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyerupai lelaki dan lelaki yang menyerupai perempuan.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Di zaman Rasulullah, ada perempuan yang bergaya seperti laki-laki. Seorang lelaki berkata, “Ketika aku sedang bersama Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, ia melihat Ummu Sa’id binti Abu Jahal yang di lehernya tergantung busur dan ia berjalan dengan gaya laki-laki. Lalu Abdullah berkata, “Siapakah perempuan itu?” dijawab, “Itu adalah Ummu Sa’id binti Abu Jahal.” Maka Abdullah berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, “Bukan dari umatku perempuan yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai perempuan.”

Tidak berhias dengan bahan palsu

Semakin berkembangnya zaman, membuat perkembangan pesat bagi dunia kosmetik. Bahkan ada seorang perempuan yang bisa memanjangkan rambut dalam sekejap. Dalam hal ini, perempuan dilarang berhias dengan bahan yang dapat mengubah ciptaan Allah. Contohnya, dengan menyambung bulu mata, menyambung rambut agar terlihat lebih panjang. Meskipun hal itu dilakukan untuk suami, tetapi kedudukannya tetap tidak diperbolehkan dalam syariat karena mengandung unsur kepalsuan.

Rasulullah Saw bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan rambutnya.” (HR. Bukhari)

 

Kalian bisa kolaborasi buat bantu BincangMuslimah.com terus menyajikan artikel-artikel yang bermanfaat dengan berbelanja minimal 150.000 di Allofresh. Dapatkan rangkaian cashback dengan download aplikasinya disini dan masukan kode AFBS12 saat berbelanja

Rekomendasi

Konsep dan Batasan Tabarruj dalam Islam Konsep dan Batasan Tabarruj dalam Islam

Konsep dan Batasan Tabarruj dalam Islam

Memakai Tato Alis Henna Memakai Tato Alis Henna

Hukum Memakai Tato Alis Henna

Ditulis oleh

Mahasiswa semester 7 program studi Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah. Saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Artistik Lembaga Pers Mahasiswa Journo Liberta. Tertarik dengan penulisan, design grafis dan fotografi.

Komentari

Komentari

Terbaru

ludah dan upil najis ludah dan upil najis

Apakah Ludah dan Upil Itu Najis?

Kajian

menghilangkan Stigma Negatif Janda menghilangkan Stigma Negatif Janda

Pentingnya Menghilangkan Stigma Negatif terhadap Janda

Kajian

menghindari zina perselingkuhan poligami menghindari zina perselingkuhan poligami

Menghindari Zina atau Perselingkuhan dengan Poligami Jadi Alasan yang Tidak Relevan

Muslimah Talk

istihadhah shalat sunah fardhu istihadhah shalat sunah fardhu

Bolehkah Perempuan Istihadhah Shalat Sunah dengan Wudhu Shalat Fardhu?

Ibadah

sya'ban bulan pembaca alquran sya'ban bulan pembaca alquran

Sya’ban, Bulan bagi Para Pembaca Alquran

Kajian

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

mom war persaingan ibu mom war persaingan ibu

Fenomena Mom War, Persaingan antar Ibu yang Harus Dihentikan

Muslimah Talk

alquran hadis anti kekerasan alquran hadis anti kekerasan

Beberapa Ayat Alquran dan Hadis yang Berbicara Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Kajian

Trending

istihadhah shalat sunah fardhu istihadhah shalat sunah fardhu

Bolehkah Perempuan Istihadhah Shalat Sunah dengan Wudhu Shalat Fardhu?

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

angin vagina membatalkan wudhu angin vagina membatalkan wudhu

Apakah Angin yang Keluar dari Vagina Dapat Membatalkan Wudhu?

Ibadah

doa menjelang persalinan rasulullah doa menjelang persalinan rasulullah

Doa Menjelang Persalinan dari Rasulullah untuk Fatimah

Ibadah

Makna aurat buya syakur Makna aurat buya syakur

Empat Makna Aurat Menurut Buya Syakur Yasin

Kajian

Masa iddah perempuan hamil Masa iddah perempuan hamil

Masa Iddah Perempuan Hamil yang Cerai Kemudian Keguguran

Kajian

Ummu Hisyam binti Haritsah Ummu Hisyam binti Haritsah

Ummu Hisyam binti Haritsah, Pemelihara Surat Qaf dari Lisan Rasulullah

Muslimah Talk

Hak Tetangga Non Muslim Hak Tetangga Non Muslim

Menunaikan Hak Tetangga Sebagian dari Iman, Bagaimana Jika Tetangga Non Muslim?

Muslimah Daily

Connect