Ikuti Kami

Subscribe

Muslimah Daily

Mengapa Muslimah Harus Menggunakan Produk Skincare yang Halal?

BincangMuslimah.Com – Jamak kita temui pada kitab-kitab fikih bab bersuci (thaharah) menjadi pembahasan khusus dan terletak pada bab pertama. Disini kita bisa melihat bahwa bab kesucian diri harus dikuasai sebelum mempelajari tema-tema yang lain. Hal ini merupakan bukti bahwa Islam adalah agama yang sangat mengutamakan kesucian.

Keadaan suci adalah salah satu syarat sah ketika hendak beribadah, komponen yang harus dalam keadaan suci ini tentunya tidak hanya pakaian dan tempat yang akan kita gunakan, tetapi juga sesuatu yang menempel pada tubuh kita. Jangan sampai ibadah kita tidak sah karena terhalangi oleh apa yang menempel dalam diri kita, misalnya skincare.

Pada tulisan sebelumnya penulis tekankan bahwa dalam memilih skincare tidak cukup hanya aman dan sehat saja tetapi harus sesuai dengan syariat Islam, yakni bahan atau komposisi yang digunakan harus dipastikan kehalalannya.

Mengapa demikian?

Karena ketika kita melaksanakan ibadah shalat, badan kita harus terbebas dari najis. Apabila skincare yang kita gunakan mengandung bahan yang najis, maka hal itu secara otomatis sholat kita menjadi tidak sah. Selain itu, memakan dan memakai sesuatu yang halal adalah kewajiban bagi setiap muslim. Firman Allah :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah (2) : 168 )

Mengacu kepada Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2013 tentang standar kehalalan produk kosmetika dan penggunaannya. Kosmetika adalah bahan atau campuran bahan yang digunakan untuk membersihkan, menjaga, meningkatkan penampilan, merubah penampilan yang digunakan dengan cara dioles, ditempel, dipercik atau disemprotkan. Contoh dari produk kosmetika adalah skincare, bodycare dan makeup.

MUI mengkategorikan hukum penggunaannya kedalam dua jenis yakni tahsiniyat dan haajiyat. Penggunaannya masuk dalam kategori tahsiniyat apabila hanya sifatnya hanya sebagai penyempurna (tersier) dimana tidak akan mengancam eksistensi jiwa seseorang dan tidak menimbulkan kecacatan apabila tidak dipenuhi.

Namun apabila penggunaannya ditujukan sebagai obat dan sifatnya mendesak (darurat) maka masuk dalam kategori hajiiyat (sekunder). Dalam penggunaannya, apabila berfungsi sebagai tahsiniyat maka tidak ada keringanan untuk yang berbahan haram.

Pada pasal kedua Fatwa MUI dikatakan bahwa produk kosmetika (skincare termasuk di dalamnya), apabila dikonsumsi / masuk ke dalam tubuh hukumnya haram apabila menggunakan bahan yang najis atau hukumnya haram. Namun apabila penggunaannya di luar (tidak masuk ke dalam tubuh), yang menggunakan bahan yang najis atau haram selain babi diperbolehkan dengan syarat dilakukan penyucian setelah pemakaian (tathir syari).

Sebagai langkah preventif dan kehati-hatian, maymoon.id the first halal skincare curator, mengatakan bahwa tidak semua bagian anggota tubuh terbasuh air ketika wudhu sehingga memungkinkan ada produk kosmetika yang masih menempel, apabila ada kosmetika yang mengandung bahan yang najis atau non halal yang masuk dalam kategori berat, maka tidak bisa dicuci dengan pencucian biasa.

Oleh karena itu, lebih disarankan untuk menggunakan skincare yang sudah bersertifikasi halal karena proses sertifikasi halal menjamin semua bahan yang digunakan halal dan aman dipakai ketika sholat.

Berhati-hati dan telitilah dalam memilih skincare yang akan digunakan, jangan sampai niat kita merawat karunia Allah dengan skincare justru menghalangi kita untuk mendapatkan ridha-Nya karena ketidaktahuan kita. Wallahualam bishawab.

Rekomendasi

Isnawati Yusuf
Ditulis oleh

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Peneliti Pendidikan Islam

Komentari

Komentari

Terbaru

Tubuh Perempuan dalam Kacamata Feminis Muslim

Kajian

Memandang LGBT dari Sisi Kemanusiaan

Kajian

Resensi Buku Pernah Tenggelam: Halu Berlebihan Menenggelamkan Keimanan?

Diari

Patriarkis: Sebuah Upaya Pembiasan Tafsir

Kajian

Anak perhiasan dunia menyemai nilai-nilai agama pada anak Anak perhiasan dunia menyemai nilai-nilai agama pada anak

Parenting Islami: Peran Keluarga untuk Menyemai Nilai Agama pada Anak

Keluarga

Dwi Handayani: Berkarya dengan Menularkan Positive Vibes di Instagram

Muslimah Daily

Mengenang Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Majid, Pendiri Nahdlatul Wathan

Kajian

Hukum Memberi Nama Anak Sebelum Walimah At-Tasmiyah (Slametan)

Ibadah

Trending

Hukum Menginjak Makam Orang Muslim

Ibadah

bersetubuh sebelum bersuci bersetubuh sebelum bersuci

Hukum Bersetubuh Sebelum Bersuci dari Haid

Kajian

Pengertian Keluarga Sakinah dan Makna Perkawinan dalam Islam

Keluarga

krisis quarter life krisis quarter life

Perempuan Rentan Krisis Quarter Life: Kenali dan Hadapi

Diari

menolak dijodohkan menolak dijodohkan

Kisah Pertemuan Kanjeng Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah

Keluarga

Ini Lima Hal Yang Boleh Dilakukan Suami Pada Saat Istri Haid

Ibadah

Perempuan Harus Menjadi Pembelajar

Muslimah Daily

Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah

Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah

Kajian

Connect