Ikuti Kami

Kajian

Bagaimana Salat dan Puasa Perempuan dengan PCOS?

Bagaimana Salat dan Puasa Perempuan dengan PCOS?
Freepik.Com

BincangMuslimah.Com– Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan metabolik yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormon pada perempuan. Biasanya terjadi pada perempuan dalam usia reproduksi, yaitu rentan usia 15- 55 tahun.

Masalah umum pada perempuan yang mengalami PCOS adalah siklus haid yang terganggu. Ada dua kemungkinan bagi perempuan yang mengalami PCOS yang siklus haidnya tidak teratur, yaitu keluar darah berkepanjangan melebihi 15 hari atau keluar darah sebelum masa suci mencapai 15 hari.

Inilah pentingnya memiliki catatan siklus haid agar bisa menghitung masa suci dan masa keluarnya darah. Karena tak jarang, siklus yang tidak teratur, menyebabkan was-was dalam beribadah.

 

Menentukan Siklus Haid dan Istihadhah

Bagi muslimah, sangat penting memahami macam-macam darah. Berdasarkan kitab fiqh Islam wa Adillatuhu, darah haid adalah darah yang keluar dari farji perempuan dalam keadaan sehat. Sedangkan darah istihadhah keluar karena keadaan sakit. Haid paling sedikit terjadi pada waktu 24 jam, sedangkan paling lama adalah 15 hari. Sedangkan masa suci perempuan minimal adalah 15 hari dan tidak ada batas maksimalnya.

Cara paling mudah untuk menentukan siklus haid adalah dengan menghitung masa suci.  Jika darah yang keluar dalam rentang waktu 1 sampai 15 hari, maka darah tersebut adalah darah haid yang memiliki konsekuensi larangan melakukan salat, puasa, dan beberapa ibadah lain.

Namun jika terdapat darah keluar sebelum 15 hari masa suci, maka hukumnya adalah istihadhah. Begitu juga jika darah keluar lebih dari 15 hari, maka dapat dipastikan istihadhah.  Pendapat ini disampaikan oleh Buya Yahya merujuk pada pembahasan Matan taqrib Abu Syuja’.

Nah, yang sedikit rumit adalah jika sudah melewati masa suci minimal 15 hari, ternyata darah yang keluar hanya sedikit atau berupa bercak-bercak dan jika dikumpulkan tidak sampai 24 jam, maka itu bukanlah darah haid, melainkan istihadhah. Jika sudah terlanjur meninggalkan salat, maka wajib menggantinya. Lain halnya jika setelah tidak lancar keluar darah, dilanjut keluar darah dengan lancar untuk beberapa hari ke depan, maka dari awal darah keluar (meskipun sedikit) terhitung darah haid. Ketentuan ini merujuk pada pendapan Ning Sheila Hasina.

Baca Juga:  Suami Boleh Saja Memukul Istri, Tapi Perhatikan Syaratnya!

Kehati-Hatian Menentukan Istihadhah

Setelah memahami prinsip dasar penghitungan masa suci dan haid, jika menghendaki kehati-hatian dalam menentukan istihadhah, maka terdapat pendapat penentuan berdasarkan hari adat (hari biasa) haid.

Ketentuan ini umumnya terjadi pada siklus haid yang keluar terus menerus hingga lebih dari 15 hari. Misalnya perempuan dengan PCOS; atau umumnya semua perempuan sebelumnya memiliki kebiasaan haid selama 7 atau 8 hari, jika keluar darah lebih dari 15 hari, Berdasarkan mazhab syafi’i maka kembali pada hari adatnya, yaitu hanya 7 atau 8 hari yang dianggap haid.

Pendapat ini sesuai dengan hadis Nabi :

يَا رَسُوْلَ الله إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُر أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ؟ قَالَ: لاَ، إِنَّ ذَلَكَ عِرْقٌ، وَلَكِنْ دَعِي الصَّلاَةَ قَدْرَ الأَيَّامِ الَّتِيْ كُنْتَ تَحِيْضِيْنَ فِيْهَا ثُمَّ اغْتَسِلِيْ وَصَلِّيْ .. رواه البخاري

“Ya Rasulullah, sungguh aku mengalami istihadhah maka tidak pernah suci, apakah aku meninggalkan shalat? Nabi menjawab: Tidak, itu adalah darah penyakit. Namun tinggalkan shalat sebanyak hari yang biasanya kamu haid sebelum itu, kemudian mandilah dan lakukan shalat.” (Hadits riwayat Al-Bukhari)

Namun jika seorang perempuan sejak awal haid sudah tidak teratur karena PCOS atau lainnya, sehingga tidak memiliki hari adat, maka cara menentukan siklus haidnya adalah dengan melihat darah kuat dan lemah. Darah kuat cenderung berwarna pekat sedangkan darah lemah berwarna lebih muda. Darah istihadhah juga memiliki tanda tidak berbau dan tidak terasa panas saat keluar.

Salat dan Puasa Perempuan PCOS

Pada dasarnya, ketentuan perempuan yang mengalami PCOS sama dengan perempuan lainnya. Jika tidak ada mani’ (penghalang) berupa haid atau nifas, maka wajib menunaikan salat, puasa dan ibadah lainnya. Jika tidak istihadhah, maka dapat salat dan puasa seperti biasa.

Baca Juga:  Ini Cara Tepat Memastikan Darah Haid Telah Selesai

Adapun jika perempuan yang mengalami PCOS, sering berada pada fase istihadhah, maka perlu memperhatikan ketentuan cara salatnya sebagai berikut:

  1. Membersihkan darah
  2. Menggunakan pembalut atau menggunakan kapas untuk menyumbat keluarnya darah jika teralu deras
  3. Segera berwudhu
  4. Segera melaksanakan salat wajib dengan pada 1 wudhu

Ketentuan puasa atau tidak bagi perempuan yang mengalami PCOS, merujuk pada ketentuan siklus haid. Jika darah yang keluar dalam masa haid, maka tidak boleh berpuasa. Sebaliknya, jika darah keluar bukan di masa haid, maka perempuan yang istihadhah tetap wajib menunaikan puasa.

Efek pada perempuan yang mengalami PCOS terkadang bukan hanya pada siklus haid yang tidak teratur. Pada kondisi tubuh tertentu, terdapat efek nyeri, lemah, bahkan efek psikologis. Jika tubuh terasa lemah atau nyeri, maka  terdapat keringanan (rukhsah) boleh salat sambil duduk atau berbaring.

Rekomendasi

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Apakah Laki-Laki Perlu Belajar Ilmu Haid? Apakah Laki-Laki Perlu Belajar Ilmu Haid?

Apakah Laki-Laki Perlu Belajar Ilmu Haid?

Haid Tapi Wajib Mengganti Salat? Berikut Penjelasannya! Haid Tapi Wajib Mengganti Salat? Berikut Penjelasannya!

Haid Tapi Wajib Mengganti Salat? Berikut Penjelasannya!

Ditulis oleh

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect