Ikuti Kami

Tanya Ustazah

Tanya Ustazah: Apa Maksud dari Sifat “Jaiz” atau “Boleh” bagi Allah?

Tanya Ustazah: Apa Maksud dari Sifat “Jaiz” atau “Boleh” bagi Allah?
freepik.com

BincangMuslimah.Com – Assalamualaikum, ustazah. Perkenalkan saya Karim, saya ingin bertanya mengenai konsep dasar tauhid. Kita sering mendengar istilah sifat “Jaiz” bagi Allah SWT. Apa sebenarnya maksud dari sifat tersebut dan bagaimana hubungannya dengan kuasa Allah? Terima kasih.

Jawaban

Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Dalam ilmu tauhid, memahami sifat-sifat Allah merupakan fondasi utama keimanan. Selain sifat Wajib dan Mustahil, kita juga mengenal sifat Jaiz atau “boleh” bagi Allah SWT.

Definisi Sifat Jaiz jika merujuk pada kitab Al-Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah, penjelasan sifat jaiz bagi Allah SWT sebagai berikut:

هِيَ فِعْلُ الْمُمْكِنَاتِ وَتَرْكُهَا، مِثْلُ أَنْ يَجْعَلَ الْإِنْسَانُ غَنِيًّا أَوْ فَقِيْرًا، صَحِيْحًا أَوْ سَقِيْمًا، وَأَشْبَاهَ ذَلِكَ

Artinya: “Sifat Jaiz bagi Allah SWT adalah melakukan hal-hal yang mungkin (mumkinat) dan (atau) meninggalkannya, seperti dijadikannya manusia itu kaya atau miskin, sehat atau sakit, dan lain sebagainya.”

Maksudnya, sifat ini berarti Allah memiliki kehendak mutlak untuk mewujudkan segala sesuatu yang bersifat mungkin (mumkin) atau tidak mewujudkannya. Tidak ada kewajiban bagi Allah untuk menciptakan sesuatu, dan tidak pula mustahil bagi-Nya. Semuanya murni atas dasar kehendak-Nya tanpa ada unsur keterpaksaan dari pihak manapun.

Hubungan dengan Sifat Kuasa (Qudrah) Allah

Syekh Husein Affandi dalam kitab al-Hushun al-Hamidiyah memberikan penjelasan mendalam bahwa sifat kuasa (Qudrah) dan kehendak (Iradah) Allah hanya berkaitan dengan sesuatu yang secara akal boleh (Ja’iz) terjadi.

Sifat kuasa Allah tidak terkait dengan hal-hal yang secara akal bersifat: Pertama, Wajib (Harus ada): Sesuatu yang mutlak ada. Kedua, Mustahil (Tidak mungkin ada): Seperti adanya sekutu bagi Allah.

Pentingnya Adab dalam Menjelaskan Sifat Allah

Karena sifat kuasa Allah hanya berlaku pada ranah yang secara akal mungkin terjadi. Maka adanya sekutu bagi Allah adalah perkara yang mustahil secara akal dan tidak berhubungan dengan sifat berkuasa atau tidaknya Allah.

Baca Juga:  Tanya Ustazah: Lupa Qunut Shalat Subuh, Haruskah Sujud Sahwi?

Secara adab, seorang mukmin hendaknya tidak mengatakan bahwa “Allah tidak mampu menciptakan sekutu bagi-Nya“. Pernyataan tersebut dianggap tidak etis atau tidak sopan (su’ al-adab) karena dapat memberi kesan seolah Allah memiliki kelemahan. Sejatinya, hal-hal mustahil memang tidak masuk dalam objek kuasa Allah karena memang tidak mungkin ada secara logika ketuhanan.

Semoga penjelasan ini bermanfaat dan memperteguh akidah kita. Wallahu a’lam.

Penjawab: Ghina Farhanah

 

Rekomendasi

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ditulis oleh

Redaktur Bincang Muslimah, Alumni Magister Pengkajian Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pegiat Sastra Arab dan Gender

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Connect