BincangMuslimah.Com – Lia Karina Mansur merupakan atlet taekwondo perempuan yang berhijab. Bukan hanya memiliki paras yang cantik, Lia juga berhasil mengharumkan nama Indonesia berkat prestasi-prestasinya di cabang olahraga asal Korea tersebut.
Perempuan Hijab Alami Stigma
Perempuan yang memakai hijab dalam bidang olahraga tertentu, terkadang masih menuai sikap diskriminasi. Terlebih di negara yang minoritas muslim. Hal tersebut juga pernah dialami Lia saat harus bertanding ke negara-negara non-Islam. Awalnya ia takut karena memang terlihat aneh sendiri menggunakan hijab dalam pertandinga. Ia menjadi tontonan orang-orang saat pergi kemana-mana. Akan tetapi, Ia berhasil menepis rasa takutnya itu. Lia sudah berprinsip untuk tidak menanggalkan hijabnya saat pertandingan sekalipun.
Latar Belakang Keluarga
Dari kecil Lia telah mencari jati dirinya mulai berlatih atletik, basket, voli, renang, dan bulu tangkis. Sampai akhirnya ia jatuh cinta dengan dunia bela diri, taekwondo. Usia Lia waktu itu sekitar 9 tahun. Keluarga Lia memanglah dari keluarga yang cinta olahraga. Sang ayah, Mansur adalah seorang mantan atlet voli nasional yang kini menjadi dosen olahraga di UNY. Sementara sang Ibu, Sri Hartati juga seorang instruktur senam. Dengan ketekunan dan kegigihannya berlatih telah menghantarkan seorang Lia Karina Mansur meraih kemenangan di tingkat nasional bahkan internasional.
Sederet Prestasi yang Diraih
Gadis hijabers dengan 11 ribu follower ini pernah meraih medali perak kelas 57 kg putri SEA Games XXVI. Lia juga berhasil masuk peringkat 2 dalam pertandingan Taekwondo di Jeonju Open International Taekwondo Championships. Walaupun awalnya was-was karena takut tidak diperkenankan memakai hijab saat bertanding, Lia Karlina yang juga merupakan wakil 1 Diajeng Kota Yogyakarta 2015 itu pun diizinkan menggunakan hijab di arena pertandingan Internasional.
Dalam sepak terjangnya, Lia juga pernah bertanding di Olympic Game Qualification, World Championship, hingga Bali Open Internasional Taekwondo Tournament 2015. Selain itu, Lia juga pernah menjuarai PON XIX Jawa Barat kelas under 57 kg putri.
Usaha Tak Mengkhianati Hasil
Perempuan yang menamatkan kuliahnya di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY ini melalui proses yang panjang dalam meraih semua prestasinya tersebut. Lia awalnya latihan Taekwondo di klub. Dan ia paling kecil diantara teman-teman lainnya. Karena waktu itu Ia baru duduk di bangku SD. Sedangkan teman-temannya duduk di bangku SMP atau SMA.
Setelah bakatnya dilihat menonjol oleh sang pelatih, Lia mulai ikut berbagai macam kejuaraan. Karena dari daerah Lia sering menang, maka saat SMP ia mulai ikut KEJURNAS (2006) di Surabaya dan mendapatkan mendali Emas dan pemain terbaik. Setelah menjuarai KEJURNAS, Lia dipanggil ikut PELATNAS.
Perjuangan Lia ternyata tidak serta mulus. Dilansir dari interviewnya di Channel YouTube Elita Kerudung, karena terlalu berat dan kerasnya tekanan yang ia dapat saat latihan taekwondo dalam menghadapi pertandingan, kaki Lia pernah patah. Dokter memprediksi bahwa Lia tidak bisa taekwondo lagi karena ligamennya putus. Akan tetapi, Lia tetap kekeh ingin bermain PON 2012. Ia bertekad untuk melakukan apapun agar sembuh. Dalam proses penyembuhan kakinya, Lia dibantu sang ibu dan pelatihnya. Walaupun dalam tanding menggunakan 1 kaki, Lia tetap dapat mendali emas.
Dalam latihan, pasti ada saatnya terpuruk dan frustasi. Dengan jangka waktu yang tidak sebentar saat latihan di PELATNAS, ia merasakan lelah sampai ingin berhenti latihan. Apalagi saat pertandingan dan tidak juara, ia juga merasa sangat kecewa , lelah, danbosan. Lia memberikan motivasi pada dirinya bahwa ia harus selalu ingat targetnya, harus memperjuangkan apa yang menjadi impianya.
Di akhir wawancara, tak lupa Lia memberikan pesan kepada adik-adik yang ingin atau sedang menjadi atlet, “Perjalanan kalian itu masih panjang. Sangat melelahkan, sangat membosankan, dan sangat menjenuhkan. Kalian harus tahan banting. Mulai dari capek latihan sampai cidera. Kalau kalian bisa melalui semua itu, maka kalian akan sampai di titik yang kalian inginkan. Entah juara nasional atau bahkan juara SEA GAMES. Semua itu pasti melalui proses yang berat. Siapa yang bisa bertahan, maka ialah yang menang.” Ungkap Lia yang juga merupakan Sang Juara Sunslik Hijab Hunt 2017 itu, dalam wawancaranya di channel YouTube Zachryan Daniel (18/07/2020).