Ikuti Kami

Muslimah Talk

Anak Selalu Jadi Korban dalam Kasus Kekerasan Rumah Tangga

anak korban kekerasan rumah
Source: gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Rumah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak. Di dalam rumah, sudah semestinya orang tua memberikan perlindungan dari segala mara bahaya dari luar rumah. Namun bagaimana jika bahaya tersebut malah datang dari dalam rumah? Seperti kisah beberapa anak yang juga menjadi korban dalam kasus kekerasan rumah tangga. 

Kalimat ini rasanya cocok disematkan pada dua anak laki-laki nan malang di daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Anak pertama berusia 7 tahun histeris menyaksikan sang ibu yang hendak dihantarkan ke pemakaman. Ibunya meregang nyawa disebabkan oleh ayahnya sendiri. 

Aksi kejam ini dilakukan saat korban tengah tidur. Motif dari pembunuhan ini diketahui karena suami terpicu emosi. Korban mengigau dan mengeluarkan kalimat yang dianggap pelaku berkaitan perselingkuhan dengan laki-laki lain. Dalam kasus ini pula, tidak hanya sang ibu tapi juga anak yang menjadi korban dalam kasus kekerasan rumah tangga ini.

Mengintip pemberitaan dari Kompas.id, saat mengigau, korban mengeluarkan kata-kata ”Ndak usah pi kerja di Bolsel (Tidak usah pergi kerja di Bolaang Mongondow Selatan)”. Peristiwa ini pun sampai memilin hati karena istri sekaligus ibu ini meninggalkan dua orang anak yang masih berusia beliau yaitu, usia tujuh tahun dan seorang bayi  berusia satu bulan

Masih dengan kasus yang sama, di media sosial, pengguna internet bisa melihat sang anak menangis tanpa henti sembari meratap sedih. Tragis, anak sekecil itu harus tahu dan menyaksikan kekerasan berakhir pembunuhan tersebut. Beberapa kali, sambil menangis terdengar ia memanggil sang ibu dan bertanya kenapa ayah mereka sampai hati  mengakhiri nyawa sang ibu. 

Kenapa papa potong mama, (kenapa papa bunuh mama) tangis putra sulung korban sambil berteriak. Tidak sampai di situ, ia kembali meratap sambil mengatakan  “Kenapa ayah libas mama, kenapa nggak kakak saja yang dilibas. Biar mama rawat adek bayi, kasian adek masih kecil.”

Baca Juga:  Korban Kekerasan Seksual Tidak Hanya pada Perempuan

Secara kasat mata saja, beberapa masyarakat dapat menafsirkan jika anak mengalami guncangan yang cukup berat akibat kejadian naas ini. Bukan tidak mungkin anak pertama yang tahu sekaligus menyaksikan kekerasan ini mengalami gangguan kesehatan mental. 

Sekali lagi, kasus ini menekankan jika anak dan perempuan menjadi korban yang paling rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hal ini pun senada diungkapkan oleh Komnas Perempuan. Di dalam laman resminya, Komnas Perempuan menyampaikan anak yang berada di dalam keluarga sarat akan kekerasan bisa berdampak bahaya. 

Ada beberapa dampak sekaligus bahaya yang bisa diterima anak saat berada di dalam keluarga penuh kekerasan. Di antaranya anak sulit memiliki perasaan yang nyaman, tenang dan kasih sayangnya. Dalam tumbuh kembangnya, anak sulit didominasi kebingungan. 

Hari-hari anak akan didapati kebingungan, ketegangan, ketakutan, kemarahan dan tidak jelasnya soal masa depan. Anak yang terpapar atau melihat kekerasan tidak dapat mengetahui bagaimana menumbuhkan rasa cinta, kasih dan empati. Selain itu, mereka bakal kesulitan menyelesaikan konflik secara sehat. Tidak bisa menerima perbedaan secara baik pada lingkungan yang beragam.

Pada tahap yang tidak tertangani dengan baik, anak tumbuh dengan pandangan ‘kekerasan’ adalah cara yang tepat menyelesaikan permasalahan. Menyelesaikan masalah dengan kekerasan adalah wajar dan bahkan semestinya dilakukan.

Kalau itu terjadi, bukan tidak mungkin lingkaran setan bakal terbentuk. Setelah anak tumbuh dewasa dan berkeluarga, ia mudah untuk menganiaya istri serta anaknya. Mempraktikkan apa yang dahulu pernah ia rasakan dan lihat di masa kecil. 

Melihat kasus ini, selain korban yang langsung mendapatkan kekerasan, anak yang berada di dalam rumah dan menyaksikan tindak kriminal tersebut rasanya juga perlu mendapatkan penanganan. Kekerasan yang tampak oleh anak bisa menimbulkan dampak traumatis mendalam. Bukan tidak mungkin hal yang disampaikan Komnas Perempuan, terjadi pada anak. 

Baca Juga:  Isu Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus dalam Film Dear Nathan: Thank You Salma

Perlindungan dan penanganan ini sesungguhnya telah tertuang di dalam Undang -Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT). Di dalam UU PKDRT Pasal 2, anak masuk dalam ruang lingkup tindak KDRT. 

Sehingga, sesuai dengan Pasal 10 UU PKDRT, anak yang menjadi korban mempunyai hak mendapat perlindungan, pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medis hingga pendampingan. Pelayanan bimbingan rohani juga termasuk. 

 

Rekomendasi

Bagaimana Seharusnya Sikap Istri Korban KDRT? Bagaimana Seharusnya Sikap Istri Korban KDRT?

Bagaimana Seharusnya Sikap Istri Korban KDRT?

hari anak sedunia mompedulikan hari anak sedunia mompedulikan

Hari Anak Sedunia, Momentum Untuk Mempedulikan Anak-anak dari Kekerasan

Bagaimana Seharusnya Sikap Istri Korban KDRT? Bagaimana Seharusnya Sikap Istri Korban KDRT?

Jangan Menormalisasi KDRT! Yuk Kenali Jenis-Jenis Marital Rape!

Diskusi Buku: Tradisi Sati di India dan Pengalaman Kekerasan Perempuan Lainnya Diskusi Buku: Tradisi Sati di India dan Pengalaman Kekerasan Perempuan Lainnya

Mengenali Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Bagaimana Solusinya?

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Connect