Ikuti Kami

Subscribe

Muslimah Daily

Darurat Sampah Pembalut, Tertarik Beralih ke Produk Pembalut Ramah Lingkungan?

BincangMuslimah.Com –  Di tengah maraknya kampanye anti plastik, pembalut sekali pakai kini mulai menjadi sorotan. Pasalnya, sampah pembalut sekali pakai turut serta menyumbangkan sampah plastik di dunia.

Jika satu perempuan bisa menghabiskan 15-25 pembalut dalam satu periode haid, bayangkan berapa jumlah sampah pembalut yang dihabiskannya dalam satu tahun. Itu baru satu orang, lalu berapa sampah pembalut yang dihasilkan milyaran perempuan di dunia?

Pembalut sekali pakai selain menambahkan sampah, ia juga dinilai dapat membahayakan kesehatan, karena bahan yang digunakan umumnya berasal dari kapas dan kertas daur ulang yang sudah dicuci dan disterilkan menggunakan pemutih dan bahan kimia seperti klorin.

Seiring berjalannya waktu, sampah pembalut sekali pakai dapat mengeluarkan gas metana yang berakibat pada pencemaran lingkungan. Metana adalah salah satu unsur dalam gas rumah kaca yang dapat menaikkan temperatur di permukaan bumi.

Karena berbagai problematika ini, banyak orang yang kemudian mencoba menyediakan produk-produk lain yang ramah lingkungan dan dapat menjadi pengganti pembalut sekali pakai, beberapa diantaranya:

Menstrual Cup

Menstrual cup adalah cangkir penampung darah haid yang berbentuk corong dan terbuat dari karet atau silikon. Jika pembalut digunakan di luar vagina, menstrual cup justru digunakan di dalam vagina, sehingga darah yang keluar akan tertampung di menstrual cup.

Berbeda dengan pembalut biasa yang berfungsi sebagai penyerap darah haid, menstrual cup hanya dapat menampung darah menstruasi. Jika tampungan darah sudah penuh, darah dibuang dan menstrual cup dapat digunakan kembali setelah dicuci. Menstrual cup tersedia dalam beberapa ukuran dan dapat menampung lebih banyak darah, bahkan hingga mencapai 40 ml.

Menstrual cup disebut ramah lingkungan karena ia dapat digunakan berkali-kali, daya tahan menstrual cup juga cukup lama, mulai dari 6 bulan hingga 10 tahun, tergantung jenis dan perawatannya.

Reusable Menstrual Pad

Rusable menstrual pad adalah pembalut yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Bentuk dan cara penggunaannya sama seperti pembalut sekali pakai. Hanya saja ia terbuat dari kain, biasanya berbahan katun.

Meskipun terbuat dari kain, tapi jangan khawatir tembus karena di bagian bawah ada lapisan plastik yang dapat menahan darah agar tidak tembus. Sebelum digunakan, pembalut kain sebaiknya direndam dahulu sekitar 5-10 menit di dalam air mendidih untuk mensterilkan kain dari proses produksi.

Seperti menstrual cup, reusable menstrual pad juga dapat digunakan berkali-kali dalam jangka beberapa tahun, sesuai dengan kualitas dan cara perawatannya. Dengan demikian, kita dapat lebih menghemat karena tidak perlu menyisihkan anggaran belanja pembalut setiap bulan.

Kekurangan menggunakan reusable menstrual pad adalah kainnya tebal sehingga kurang nyaman digunakan. Setelah dicuci, kain pembalut juga membutuhkan waktu lama untuk kering ketika dijemur. Sehingga kita harus menyetok banyak pembalut agar dapat menggantinya secara berkala.

Selain itu, agak sulit menggunakan pembalut kain ketika sedang bepergian. Pasalnya, pembalut kain harus dicuci dan dikeringkan. Berbeda dengan pembalut sekali pakai yang bisa kita buang setelah digunakan dan dicuci.

Baik menstrual cup, reusable menstrual pad, maupun pembalut sekali pakai memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, hendaknya gunakan pembalut yang nyaman digunakan dan jaga kebersihan organ intim dan pembalut. Namun alangkah lebih baik lagi jika kita turut serta menjaga bumi dengan menggunakan pembalut yang ramah lingkungan.

Rekomendasi

Ini Lima Hal Yang Boleh Dilakukan Suami Pada Saat Istri Haid

Membiasakan Hidup Bersih dan Sehat Selama Menstruasi

Hukum Perempuan Haid I'tikaf di Masjid Hukum Perempuan Haid I'tikaf di Masjid

Hukum Perempuan Haid I’tikaf di Masjid

bersetubuh sebelum bersuci bersetubuh sebelum bersuci

Hukum Bersetubuh Sebelum Bersuci dari Haid

Fera Rahmatun Nazilah
Ditulis oleh

Penulis adalah anggota redaksi BincangMuslimah. Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

Komentari

Komentari

Terbaru

membahagiakan ibu membahagiakan ibu

Definisi Anak Menurut Hukum, Umur Berapa Seorang Anak Dianggap Dewasa?

Kajian

Murtadha Muthahhari: Perempuan Butuh Kesetaraan, Bukan Keseragaman

Kajian

Riset Google: Wirausaha Perempuan di Indonesia Paling Banyak dari 12 Negara

Kajian

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 247: Membincang Kredibilitas Seorang Pemimpin

Kajian

Persiapan Calon Pengantin Menurut Agama, Check!

Muslimah Daily

Shafiyyah binti Huyay: Istri Nabi, Seorang Perempuan Yahudi yang Masuk Islam

Khazanah

Islamic Virtual Festival 2020 Digelar, Nazaruddin Umar: Mari Selami Spirit Kenabian

Muslimah Daily

orangtua dan guru orangtua dan guru

Peran Ganda Perempuan yang Berprofesi sebagai Guru

Kajian

Trending

Hukum Menginjak Makam Orang Muslim

Ibadah

Pengertian Keluarga Sakinah dan Makna Perkawinan dalam Islam

Keluarga

bersetubuh sebelum bersuci bersetubuh sebelum bersuci

Hukum Bersetubuh Sebelum Bersuci dari Haid

Kajian

krisis quarter life krisis quarter life

Perempuan Rentan Krisis Quarter Life: Kenali dan Hadapi

Diari

Perempuan Harus Menjadi Pembelajar

Muslimah Daily

menolak dijodohkan menolak dijodohkan

Kisah Pertemuan Kanjeng Nabi Muhammad dengan Siti Khadijah

Keluarga

Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah

Konsep Pendidikan Perempuan Menurut Rahmah El-Yunusiah

Kajian

Selesai Haid tetapi Belum Mandi, Apakah Tetap Wajib Berpuasa? Selesai Haid tetapi Belum Mandi, Apakah Tetap Wajib Berpuasa?

Delapan Perkara yang Dilarang bagi Perempuan Haid

Ibadah

Connect