Ikuti Kami

Subscribe

Khazanah

Kisah Rasulullah Disalip Emak-emak

Rasulullah Disalip Emak-emak
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah – Dalam sejarah terdapat kisah Rasulullah disalip emak-emak. Penasaran pada kisah Rasulullah disalip emak-emak di jalan? Simak  artikel berikut.

Sebagian kalangan agaknya memiliki persepsi buruk dengan kehadiran emak-emak, terlebih ketika berada di jalan raya. Sebab terkadang para ibu-ibu tidak memberikan kode melalui lampu riting atau seinnya.

Bahkan lucunya, acap kali mereka menyalakan lampu sein ke kanan, namun ternyata ia belok ke kiri. Tentunya ini agak meresahkan juga ya. Terlebih, emak-emak terkadang ceroboh dalam menyalip kenderaan.

Namun ternyata, kelakuan emak-emak yang begini ternyata pernah disitir oleh Rasulullah SAW. Jadi, tidak perlu risau dengan emak-emak. Sebab Rasulullah SAW sendiri pun juga disalip olehnya. Abu Hurairah Abdurrahman Sakhr meriwayatkan hadis ini, beliau mengatakan;

 وَعَن أبي هُرَيْرَة رَضِي الله عَنهُ قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم أَنا أول من يفتح بَاب الْجنَّة إِلَّا أَنِّي أرى امْرَأَة تبادرني فَأَقُول لَهَا مَا لَك وَمن أَنْت فَتَقول أَنا امْرَأَة قعدت على أَيْتَام لي.  رَوَاهُ أَبُو يعلى وَإِسْنَاده حسن إِن شَاءَ الله

Rasulullah saw bersabda “Aku adalah orang yang pertama kali masuk surga, namun tiba-tiba ada seorang emak-emak yang menyalipku. Lalu aku bertanya padanya “Kenapa kamu begitu, dan siapa kamu?”. Emak-emak tersebut menjawab “aku adalah emak-emak yang mengurus anak yatim yang ditinggalkan suamiku. (No. 3842)

Hadis ini statusnya Hasan (Imam al-Mundziri, Al-Targhib wa al-Tarhib Juz 3 Hal. 236)

Dengan redaksi yang mirip-mirip, Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani meriwayatkannya dalam Fath al-Bari. Beliau menuliskan;

أَخْرَجَهُ أَبُو يَعْلَى مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَفَعَهُ أَنَا أَوَّلُ مَنْ يَفْتَحُ بَابَ الْجَنَّةِ فَإِذَا امْرَأَةٌ تُبَادِرُنِي فَأَقُولُ مَنْ أَنْتِ فَتَقُولُ أَنَا امْرَأَةٌ تَأَيَّمْتُ عَلَى أَيْتَامٍ لِي وَرُوَاتُهُ لَا بَأْسَ بِهِمْ وَقَوْلُهُ تُبَادِرُنِي أَيْ لِتَدْخُلَ مَعِي أَوْ تَدْخُلَ فِي أثري

Abu ya’la mentakhrij hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dengan status hadis marfu’, diriwayatkan bahwasanya Rasulullah saw bersabda “Aku adalah orang yang pertama kali masuk surga.

Namun tetiba ada seorang emak-emak yang mendahuluiku. Lalu aku bertanya padanya “Kenapa kamu begitu, dan siapa kamu?”. Emak-emak tersebut menjawab “aku adalah emak-emak yang mengurus anak yatim yang ditinggalkan suamiku.

Menurut Ibnu Hajar, Transmiter hadis ini boleh dinukil hadisnya. Dan menurut beliau, maksud dari Tubadiruni (mendahului) ialah ia masuk bersama Rasulullah saw atau ia masuk setelah Rasulullah saw” (Fath al-Bari fi Syarh Sahih al-Bukhari Juz 10 Hal. 436)

Dalam riwayat lain, agak sedikit berbeda kalimatnya, namun maknanya serupa. Diriwayatkan;

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ آدَمَيٍّ الْجَنَّةَ يَدْخُلُهَا قَبْلِي، غَيْرَ أَنِّي أَنْظُرُ عَنْ يَمِينِي، فَإِذَا امْرَأَةٌ تُبَادِرُنِي إِلَى بَابِ الْجَنَّةِ، فَأَقُولُ: مَا لِهَذِهِ تُبَادِرُنِي؟ فَيُقَالُ لِي: يَا مُحَمَّدُ، هَذِهِ امْرَأَةٌ كَانَتْ حَسْنَاءَ جَمْلَاءَ، وَكَانَ عَلَيْهَا يَتَامَى لَهَا، فَصَبَرْتَ عَلَيْهِنَّ حَتَّى بَلَغَ أَمَرُهُنَّ الَّذِي بَلَغَ؛ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهَا ذَاكَ “

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah saw bersabda “Allah mengharamkan atas setiap anak adam untuk mendahuluiku saat masuk surga, hanya saja ketika aku melihat sisi kananku (kelak), tetiba ada emak-emak yang hendak menyerobot ke pintu surga.

Syahdan aku menanyainya “Kenapa engkau hendak mendahuluiku? Tetiba ada yang berkata kepadaku ” wahai Muhammad, perempuan ini adalah emak-emak yang mengurus anak yatimnya. Ia sabar, maka allah memberinya balasan yang baik. (Al-Khara’ithi, Makarim al-Akhlak No. 642 Hal. 212)

Maka dari itu, jangan berputus asa bagi pihak-pihak yang mengurus dan menanggung anak yatim. Mohon jangan dijadikan beban, sebab agung sekali keutamaan menanggung kebutuhan dan keperluan anak yatim. Salah satunya diungkapkan oleh Imam al-Razi, beliau menyatakan;

الْيَتِيمُ كَالتَّالِي لِرِعَايَةِ حُقُوقِ الْأَقَارِبِ وَذَلِكَ لِأَنَّهُ لِصِغَرِهِ لَا يَنْتَفِعُ بِهِ وَلِيُتْمِهِ وَخُلُوِّهِ عمن يَقُومُ بِهِ، يَحْتَاجُ إِلَى مَنْ يَنْفَعُهُ وَالْإِنْسَانُ قَلَّمَا يَرْغَبُ فِي صُحْبَةِ مِثْلِ هَذَا، وَإِذَا كَانَ هَذَا التَّكْلِيفُ شَاقًّا عَلَى النَّفْسِ لَا جَرَمَ كَانَتْ دَرَجَتُهُ عَظِيمَةً فِي الدِّينِ.

Anak yatim bagaikan orang setelah kerabat dalam kewajiban memenuhi hak-haknya, hal itu disebabkan masih bocahnya anak yatim tidak mampu memberikan kemanfaatan atas kesendiriannya, ketiadaan orang yang menanggungnya membutuhkan orang-orang yang peduli atas nasibnya, dan jarang sekali orang yang peduli atas nasib mereka.

Dan ketika menanggung kebutuhan dan menyayangi mereka merupakan hal yang amat berat maka dipastikan oleh agama bagi penanggungan berhak akan derajat yang agung. (Tafsir Mafatih al-Ghaib, Juz 3 Hal. 587)

Lebih jelas lagi, beberapa hadis meriwayatkan terkait keutamaannya mengurus anak yatim. Antara lain;

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «خَيْرُ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُحْسَنُ إِلَيْهِ، وَشَرُّ بَيْتٍ فِي الْمُسْلِمِينَ بَيْتٌ فِيهِ يَتِيمٌ يُسَاءُ إِلَيْهِ»

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAw bersabda “Rumah yang terbaik di antara kaum muslimin adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan mereka berbuat baik padanya. Dan rumah yang terburuk di antara kalian adalah rumah yang ada anak yatimnya, namun mereka berbuat jahat padanya. (Sunan Ibnu Majah No. 3697  Juz 2 Hal. 1213)

Dalam hadis lain, dijelaskan;

وَرُوِيَ عَن ابْن عمر رَضِي الله عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم إِن أحب الْبيُوت إِلَى الله بَيت فِيهِ يَتِيم مكرم. رَوَاهُ الطَّبَرَانِيّ والأصبهاني

 Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Rumah yang paling dicintai Allah adalah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim yang dimuliakan.” (Al-Targhib wa al-Tarhib No. 3839 Juz 3 Hal. 236)

Lebih dahsyat lagi, keutamaan menanggung anak yatim yang paling menggiurkan ini dijelaskan langsung oleh Rasulullah saw dalam hadis berikut;

أَنَا وَكَافِلُ اليَتِيمِ فِي الجَنَّةِ هَكَذَا- وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالوُسْطَى

 “Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti dua jari ini” Rasulullah bersabda dengan isyarat dua jari beliau, yakni jari telunjuk dan jari tengah” (HR al-Bukhari)

Ketika mengomentari hadis ini, Ibnu Batthal mengatakan bahwasanya seyogyanya bagi yang mendengar hadis ini untuk mengurus anak yatim, agar supaya ia bisa membersamai Rasulullah SAW kelak di surga. Sungguh tidak ada keadaan yang lebih afdhal, dari pada bisa berkumpul dengan Rasulullah SAW. (Fath al-Bari fi Syarh Sahih al-Bukhari, Juz 10 Hal. 436)

Jadi, jika ingin masuk surga, maka urusilah anak yatim. Hadis di atas menjamin para pengurus anak yatim, yang kelak akan bisa berkumpul dengan Rasulullah SAW. Maka dari itu, silahkan urusilah anak yatim.

Jangan sampai mereka kelaparan dan pendidikan mereka terbengkalai, nurani manusia normal pasti ingin membantunya. Terlebih dalam Islam sendiri, banyak sekali keutamaan dari mengurus anak yatim.

Tulisan ini pernah diterbitkan di Bincangsyariah.com.

Rekomendasi

cKeutamaan Membaca Ayat Kursi cKeutamaan Membaca Ayat Kursi

Telaah Kisah Rasulullah SAW. Mengadili Thu’mah bin Ubayriq

zaman rasulullah, ummul mukminin suarakan hak perempuan zaman rasulullah, ummul mukminin suarakan hak perempuan

Di Zaman Rasulullah Saw, Perempuan Boleh Kok Menuntut Haknya

Redaksi
Ditulis oleh

Redaksi bincangmuslimah.com

Komentari

Komentari

Terbaru

istri Meminta Barang Mewah istri Meminta Barang Mewah

Hukum Istri Meminta Barang Mewah

Kajian

nama anak kakek buyutnya nama anak kakek buyutnya

Memberi Nama Anak dengan Nama Kakek Buyutnya dalam Tradisi Islam

Kajian

sosok maryam dalam alquran sosok maryam dalam alquran

Sosok Maryam Bunda Isa dalam Alquran

Khazanah

Hukum Sharenting dalam Islam Hukum Sharenting dalam Islam

Hukum Sharenting dalam Islam

Kajian

perempuan hak memilih pasangan perempuan hak memilih pasangan

Dalam Islam, Perempuan Punya Hak untuk Memilih Pasangan

Kajian

Mu’asyarah bil Ma’ruf husein Mu’asyarah bil Ma’ruf husein

Tafsir Mu’asyarah bil Ma’ruf Menurut Kyai Husein Muhammad

Kajian

Bantuan dari Non Muslim Bantuan dari Non Muslim

Hukum Menerima Bantuan dari Non Muslim Saat Bencana

Kajian

istighfar imam penjual roti istighfar imam penjual roti

Keajaiban Istighfar; Kisah Imam Ahmad dan Penjual Roti

Kajian

Trending

Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka

Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka

Ibadah

Forum R20 Pemimpin Agama Forum R20 Pemimpin Agama

Forum R20: Perkumpulan Pemimpin Agama dalam Mengatasi Konflik

Muslimah Talk

Doa Hendak Masuk Pasar Doa Hendak Masuk Pasar

Doa Saat Hendak Masuk Pasar

Ibadah

Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan

Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan

Kajian

Amalan Sunnah Hari Jumat Amalan Sunnah Hari Jumat

3 Amalan Sunnah di Hari Jumat

Kajian

Sujud Syukur Pemain Bola Sujud Syukur Pemain Bola

Hukum Sujud Syukur bagi Pemain Bola Setelah Mencetak Gol

Kajian

Berhubungan Badan Sebelum Mandi Berhubungan Badan Sebelum Mandi

Bolehkah Berhubungan Badan Sebelum Mandi Wajib Pasca Haid?

Kajian

Cemburu Ibnu Qoyyim Al-Jauzi Cemburu Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Makna Cemburu Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Khazanah

Connect