Ikuti Kami

Subscribe

Keluarga

Waspadai Symtomps Stress pada Perempuan di Tengah Pandemi

BincangMuslimah.Com – Iim Fahima, Founder dari Queenriders dalam sesi sharing dan ‘curhat’ bersama Sri Safitri, Direktur Customer Experience CX Telkom Indonesia memalui ZOOM Meeting pada 18 mei 2020 membahas mengenai beberapa symtomps stress atau gejala-gejala ‘stress’ yang dialami oleh banyak perempuan selama masa pandemi corona.

Sesi dimulai dengan curhatan para anggota meeting dengan mengutarakan gejala yang mereka alami selama 2 bulan terakhir. Penjelasannya sangat beragam, banyak diantara para perempuan yang merasa badannya pegal-pegal dan berasumsi mereka kurang gerak padahal justru selama pandemi banyak pekerjaan domestik yang harus diselesikan mengingat ART diliburkan sejak merebaknya wabah virus corona.

Symtomps stress yang muncul bisa bermacam-macam. Salah satu peserta dalam meeting tersebut yang seorang mahasiswa dan juga bekerja menceritakan bahwa dia sampai tidak mau berinteraksi lagi dengan layar laptop setelah berminggu-minggu menghabiskan waktunya di depan laptop, hingga pada suatu keadaan dia benar-benar sudah sangat jenuh yang berujung pada ketidakmapuannya untuk menyelesaikan tugas dan izin untuk rehat sejenak dari aktifitasnya.

Ada juga yang bingung selama WFH karena membagi waktu antara jam kerja dan waktu untuk keluarga, susah tidur, rumah berantakan, kerjaan gak ada hentinya dan makin capek. Secara umum berdasarkan curhatan para peserta ada beberapa gejala lain yang mereka alami, seperti sakit kepala, pusing tanpa sebab, badan pegal-pegal, menstruasi telat, mengabaikan tugas, menghabiskan waktu sepanjang hari hanya untuk tidur bahkan hingga mimisan.

Ternyata dalam salah satu postingan WHO dijelaskan bahwa walaupun otak kita mampu beralih dan  menolak  kalau kita sedang mengalami stress, fisik akan tetap menunjukkan gejala-gejalanya. Misalnya pusing, tegang di leher yang terjadi tanpa sebab dan lain sebagainya. Jadi, ternyata gejala stress itu tidak hanya berupa mental exhausted seperti murung, mood memburuk, kesal, emosi dan lain sebagainya namun juga physical exaushted seperti yang dialami oleh banyak perempuan di atas.

Sri Safitri menjelaskan perumpaan stress dalam hidup kita mengutip salah satu video dalam Youtube yang berjudul A Powerfull Lesson For A Stress Free Life, dalam video tersebut seorang dosen yang sedang menjelaskan mengenai Stress Management menanyakan berat segelas air kepada para mahasiswanya. Jawabannya beragam, ada yang mengatakan 8 ons, 10 ons, dan 16 ons. Dosen tersebut menjawab, berat sesungguhnya dari segelas air ini tidak dipermasalahkan namun durasi kita ketika mengangkatnyalah yang utama.

Bila kita mengangkatnya 1 menit, maka tidak akan teradi apa-apa, jika hingga 1 jam maka lengan kita akan mulai terasa sakit, dan bila kita mengangkatnya sepanjang hari maka lengan kita akan mulai mati rasa dan lumpuh. Tahukah kita bahwa berat dari segelas air itu tidak pernah berubah, tetapi durasinya dalam mengangkat membuatnya terasa semakin berat.

Stress dalam hidup layaknya seperti segalas air tersebut, tidak masalah apabila kita memikirkannya sejenak. Bila kita memikirkannya lebih lama, maka hal tersebut akan mulai menyebabkan rasa sakit dan apabila kita memikirkannya sepanjang hari maka kita akan mulai lumpuh dan tidak mampu melakukan apapun. Diakhir video dosen mengatakan, ingatlah selalu untuk meletakkan gelas (stress/masalah) dalam hidup kita dan rehat sejenak.

Stress adalah sesuatu yang wajar kita alami, apalagi di tengah masa pandemi seperti sekarang ini, banyak keadaan yang berubah dan hal baru yang muncul yang membuat kita harus banyak melakukan penyesuaian diri.

Sri Safitri mengatakan bahwa salah satu cara mengobati stress adalah dengan menyadari bahwa kita sedang stress. Hal itu akan membuat 80% dari stress itu akan hilang, sisanya kita gunakan untuk bersantai dan melakukan hal-hal baru yang sebelumnya belum pernah kamu lakukan agar pikiran kita bisa kembali fresh.

Kita butuh orang lain untuk mengidentifikasi stress kita. Hal ini penting karena setelah kita tahu bahwa kita stress, maka kita akan lebih mudah menemukan metode dealing yang tepat bagi diri kita sendiri. Pengakuan diri ini penting mengingat pada umumnya orang akan denial dengan keadaan ini. Mari kenali dan waspadai symtomps stress pada diri kita sejak dini. Lantas bagaimana step dan  dealing stress selanjutnya? Saya akan ulas dalam artikel selanjutnya.

Rekomendasi

minuman yang cocok menemani buka puasa minuman yang cocok menemani buka puasa

Empat Minuman yang Cocok Menemani Buka Puasa Selama Covid-19

Peran Perempuan Melawan Virus Corona (Covid-19)

minuman yang cocok menemani buka puasa minuman yang cocok menemani buka puasa

Mengenal Minuman Surga yang Mendadak Menjadi Primadona Di Tengah Ancaman Virus Corona

Isnawati Yusuf
Ditulis oleh

Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta, Peneliti Pendidikan Islam

Komentari

Komentari

Terbaru

Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Senin Kamis

Ibadah

Peran Ibu dalam Membentuk Karakter Anak: Nasehat Nabi Kepada Ummi Athiyah

Keluarga

Melunasi Qadha Puasa Ramadhan Dulu atau Puasa Syawal Dulu?

Ibadah

Bolehkah Puasa Syawal pada Hari Jum’at?

Ibadah

Parenting Islami: Haruskah Memukul Anak Sebagai Bagian dari Pendidikan?  

Keluarga

Kenapa Puasa Syawal Enam Hari Disebut Seperti Puasa Setahun?

Ibadah

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

Ibadah

Balaslah Kebaikan Meskipun Hanya Dengan Doa

Ibadah

Trending

Cara Khadijah Memuliakan Nabi sebagai Suami

Muslimah Talk

Tata Cara I’tikaf di Rumah Selama Masa Pandemi Corona

Ibadah

qadha puasa qadha puasa

Enam Orang Ini, Harus Qadha Puasa Meski Tetap Puasa di Bulan Ramadhan

Video

Mengenal Tipe Kepribadian dari Cara Mengurus Rumah Tangga, Tipe Istri Seperti Apa Kamu?

Muslimah Daily

Mengapa Kita Harus Sahur? Ini Tiga Keutamaan Sahur dalam Sabda Nabi

Ibadah

Sunnah Baca Doa Ini di Akhir Witir Sebelum Salam

Ibadah

Pekerja Perempuan yang Belum Tuntas Haknya

Diari

Doa yang Diberikan Nabi pada Fatimah Az-Zahra saat Hadapi Kegelisahan

Ibadah

Connect