Ikuti Kami

Keluarga

Di Balik Candaan “Ibu Sambung”: Mengapa Sosok Ayah Seperti Daehoon Jadi Harapan Banyak Perempuan Indonesia

Di Balik Candaan “Ibu Sambung”: Mengapa Sosok Ayah Seperti Daehoon Jadi Harapan Banyak Perempuan Indonesia
Freepik.com

BincangMuslimah.Com – Konten kreator asal Korea Selatan yang menetap di Indonesia, Na Daehoon, saat ini tengah menjadi perbincangan publik dalam beberapa waktu terakhir. Ia ramai dibicarakan setelah muncul kabar mengenai ujian dalam kehidupan rumah tangganya bersama sang istri.

Sebelum diterpa isu tidak menyenangkan, pernikahan Daehoon dengan Julia Prastini, seorang selebgram Indonesia, sebelumnya kerap menjadi inspirasi bagi banyak pengikutnya. Keduanya kerap tampil harmonis dalam konten keluarga, membagikan momen kebersamaan dengan anak-anak mereka.

Meski ramai diperbincangkan di media sosial, Daehoon memilih bersikap tenang dan tidak banyak memberikan pernyataan. Melalui unggahan di media sosial pribadinya, ia hanya menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengikut yang telah memberikan dukungan, sekaligus memohon doa agar dirinya dan keluarga diberi kekuatan menghadapi situasi saat ini.

Tetap menjalankan fungsi sebagai orang tua di tengah isu fatherless

Di tengah riuh kabar tidak mengenakkan yang berhembus, Na Daehoon tetap tampak berusaha berdiri tegak, bukan hanya sebagai figur publik, tetapi juga sebagai seorang ayah bagi ketiga anaknya.

Bagi Daehoon, ketiga anaknya adalah pusat dari segala alasan untuk bertahan. Dalam setiap unggahan yang pernah ia bagikan, terlihat betapa besar cintanya pada mereka. Tawa kecil di dapur saat memasak bersama, tangan mungil yang menggenggam jemarinya, hingga ucapan sederhana “Appa” yang selalu membuatnya tersenyum.

Kini, ketika badai sedang datang ke rumah tangganya, Daehoon memilih jalan yang tenang. Ia tidak banyak bicara di depan publik, tidak membalas isu dengan emosi. Sebaliknya, ia menaruh seluruh perhatiannya pada anak-anak, menjaga agar dunia kecil mereka tetap hangat dan aman, meski dunia luar sedang ramai berbicara.

Tidak jarang, laki-laki yang kerap disapa oppa oleh netizen ini tertangkap kamera sedang menjemput sang anak dari sekolah. Di media sosial pribadinya, Daehoon juga terlihat lebih sering menghabiskan waktu dan berbagi kecerian bersama ketiga anak-anaknya.

Baca Juga:  Saffanah binti Hatim; Tawanan Rasul Saw. yang Pandai Berdiplomasi

Sontak, sosok oppa Daehoon yang menjaga ketiga anaknya dengan kasih menuai komentar positif dari para perempuan bahkan ibu di akun media sosialnya. Banyak di antara netizen yang kagum dan salut padanya. Daehoon berupaya berfungsi sebagai orang tua, walau tidak sedikit yang menerka, hati laki-laki tersebut kemungkinan tengah hancur lebur.

Ia tampak berusaha agar masalah yang dialami oleh ibu dari anak-anaknya tidak terendus oleh sang buah hati. Dan funfact-nya, Daehoon memang selalu hadir di dalam pengasuhan bahkan sejak anak mereka lahir kedunia. Tidak heran para ibu dan perempuan begitu mengelu-elukan Daehoon. Bahkan ada yang sampai berseloroh seperti ‘bersedia menjadi ibu sambung’ dan sebagainya.

Apa yang diupayakan oleh Daehoon bak mutiara di tengah butiran pasir pantai. Di tengah isu fatherless di tanah air, Daehoon menunjukkan dengan tegas jika mengasuh dan mengawasi tumbuh kembang adalah tugas yang tidak boleh diacuhkan. Selain itu, laki-laki asal Korea Selatan ini juga berusaha keras membangun ruang aman bagi ketiga buah hatinya.

Ini terlihat dari permohonan Daehoon pada publik untuk melindungi anak-anaknya dengan tidak menyeret mereka ke dalam masalah. Permintaan ini konsisten dengan upaya Daehoon yang menjaga narasi publik seperti tidak menyindir, melupakan amarah atau membuat drama baru.

Fatherless sendiri merupakan kondisi di mana seorang anak tumbuh tanpa kehadiran, perhatian, atau peran aktif seorang ayah. Baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Ketidakterlibatan sang ayah bisa karena meninggal, bercerai atau hadir secara fisik tetapi absen secara emosional.  Tidak terlibat dalam pengasuhan, komunikasi, atau kasih sayang anak.

Komentar dengan maksud candaan, namun sesungguhnya jadi alarm

Tidak sedikit yang mengatakan jika fenomena di dunia maya menjadi cermin dari dinamika sosial masyarakat. Kolom komentar Daehoon yang ramai dengan doa, simpati hingga kalimat bernada candaan mungkin bisa jadi penghiburan. Namun, di balik itu, turut menjadi alarm yang perlu jadi perhatian.

Baca Juga:  Bolehkan Perempuan Menggunakan Cadar saat Salat?

“Aku siap jadi ibu sambung anak-anakmu,” atau, “Kamu ayah idaman, semoga selalu kuat buat anak-anak.”

Sekilas, kalimat-kalimat itu terdengar ringan dan penuh humor. Namun fenomena ini sebagai cerminan kerinduan terhadap sosok ayah yang hadir di tengah keluarga. Ketika ibu atau perempuan di media sosial seakan ‘berebut’ figur ayah seperti Daehoon, maka bisa dikatakan adanya ruangn emosional yang kosong bagi banyak orang.

Ruang emosional yang kosong itu merujuk pada figus ayah dalam pengasuhan. Dilansir dari website UGM, Menteri Kependudukan dan Keluarga Berencana Wihaji pernah mengungkapkan jika 80 persen anak Indonesia tumbuh tanpa kehadiran ayah dalam rumah. Peran ayah lebih ditekankan pada ‘si pencari nafkah’, tidak dengan pengasuhan.

Lantas kenapa peran ayah sangat penting dalam pengasuhan? Masih di dalam website yang sama, Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada Dr Rahmat Hidayat mengemukakan efek ‘ajaib’ apa jika ayah ikut terlibat. Ayah yang terlibat dalam pengasuhan dapat memperkuat interaksi dan kedekatan emosional dengan anak. Kondisi ini berperan besar dalam kesejahteraan kesehatan mental anak.

Selain itu, interaksi verbal antara orang tua khususnya ayah dapat membentuk nilai-nilai moral dan cara berpikir anak. Penelitian dari Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health ungkap ayah yang terlibat, memberi rasa aman emosional dan keterikatan yang sehat bagi anak.

Dampaknya, mengurangi kecemasan, memperkuat ketahanan mental dan menurunkan kemungkinan gangguan perilaku.

Oleh karena itu dapat disimpulkan jika keterlibatan ayah bukan sekadar “bonus” dalam pengasuhan. Melainkan salah satu pilar utama perkembangan anak dan stabilitas keluarga. Ayah yang hadir secara emosional dan aktif tidak hanya memperkaya pengalaman anak, tetapi juga membantu ibu, memperkuat hubungan keluarga, dan menumbuhkan generasi dengan stabilitas mental yang lebih baik.

Baca Juga:  Jangan Pernah Membuat Sang Istri Menangis Ketika Hamil

Candaan yang berseliweran di media sosial sekilas memang terdengar lucu dan ringan. Namun jika ditarik ke konteks yang lebih luas, fenomena ini sebenarnya dapat dibaca sebagai alarm sosial. Tanda bahwa banyak orang, terutama perempuan, merasakan kerinduan mendalam terhadap figur ayah yang hangat, hadir secara emosional, dan terlibat penuh dalam pengasuhan.

 

 

Rekomendasi

hukum menggagalkan pertunangan haram hukum menggagalkan pertunangan haram

Bolehkah Istri Menjual Mahar Nikah dari Suami?

pendarahan sebelum melahirkan nifas pendarahan sebelum melahirkan nifas

Apakah Darah yang Keluar Setelah Kuret Termasuk Nifas?

Langkah mengesahkan Pernikahan Siri Langkah mengesahkan Pernikahan Siri

Langkah Hukum Mengesahkan Pernikahan Siri

Namaku Perempuan: Film yang Mengubah Cerita Menjadi Sumber Pengetahuan Namaku Perempuan: Film yang Mengubah Cerita Menjadi Sumber Pengetahuan

Namaku Perempuan: Film yang Mengubah Cerita Menjadi Sumber Pengetahuan

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Komentari

Terbaru

hukum menggagalkan pertunangan haram hukum menggagalkan pertunangan haram

Bolehkah Istri Menjual Mahar Nikah dari Suami?

Kajian

pendarahan sebelum melahirkan nifas pendarahan sebelum melahirkan nifas

Apakah Darah yang Keluar Setelah Kuret Termasuk Nifas?

Kajian

Fenomena Jasdor yang Menjamur, Bagaimana Hukumnya? Fenomena Jasdor yang Menjamur, Bagaimana Hukumnya?

Fenomena Jasdor yang Menjamur, Bagaimana Hukumnya?

Kajian

Langkah mengesahkan Pernikahan Siri Langkah mengesahkan Pernikahan Siri

Langkah Hukum Mengesahkan Pernikahan Siri

Kajian

Namaku Perempuan: Film yang Mengubah Cerita Menjadi Sumber Pengetahuan Namaku Perempuan: Film yang Mengubah Cerita Menjadi Sumber Pengetahuan

Namaku Perempuan: Film yang Mengubah Cerita Menjadi Sumber Pengetahuan

Berita

Melindungi Anak dari Pelecehan: Pentingnya Mengenalkan Bagian Tubuh Pribadi Sejak Kecil Melindungi Anak dari Pelecehan: Pentingnya Mengenalkan Bagian Tubuh Pribadi Sejak Kecil

Melindungi Anak dari Pelecehan: Pentingnya Mengenalkan Bagian Tubuh Pribadi Sejak Kecil

Keluarga

Darah nifas 60 hari Darah nifas 60 hari

Benarkah Darah Nifas Lebih dari 60 Hari Istihadhah?

Kajian

Nikah Siri : Pernikahan yang Sangat Rentan tapi Masih Sering Terjadi Nikah Siri : Pernikahan yang Sangat Rentan tapi Masih Sering Terjadi

Nikah Siri : Pernikahan yang Sangat Rentan tapi Masih Sering Terjadi

Kajian

Trending

pendarahan sebelum melahirkan nifas pendarahan sebelum melahirkan nifas

Apakah Darah yang Keluar Setelah Kuret Termasuk Nifas?

Kajian

Darah nifas 60 hari Darah nifas 60 hari

Benarkah Darah Nifas Lebih dari 60 Hari Istihadhah?

Kajian

flek cokelat sebelum haid flek cokelat sebelum haid

Muncul Flek Coklat sebelum Haid, Bolehkah Shalat?

Kajian

Darah Kuning Larangan bagi Perempuan Istihadhah Darah Kuning Larangan bagi Perempuan Istihadhah

Apakah Darah Kuning dan Hitam Disebut Darah Haid?

Kajian

masa iddah hadis keutamaan menikah masa iddah hadis keutamaan menikah

Nikah Siri Sah dalam Islam? Ini Kata Pakar Perbandingan Mazhab Fikih

Keluarga

Darah Haid yang Terputus-putus Darah Haid yang Terputus-putus

Rumus Menghitung Darah Haid yang Terputus-putus

Kajian

Perempuan haid membaca tahlil Perempuan haid membaca tahlil

Hukum Perempuan Haid Membaca Tahlil

Kajian

ratu safiatuddin pemimpin perempuan ratu safiatuddin pemimpin perempuan

Ratumas Sina, Pahlawan Perempuan dari Jambi

Khazanah

Connect