Ikuti Kami

Kajian

Melihat Perbedaan Gender dan Feminisme Secara Lebih Dekat

Perbedaan gender dan feminisme

BincangMuslimah.Com – Gender dan feminisme adalah dua kata sekaligus istilah yang berbeda. Sayangnya, ada banyak orang yang kerap salah mengartikan. Apa sebenarnya makna dari gender dan apa makna feminisme serta di mana letak perbedaannya?

Dalam buku Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Qur’an (1999), Nasaruddin Umar menuliskan bahwa kata “gender” berasal dari bahasa Inggris yang berarti jenis kelamin atau sex. Pada mulanya, kata gender dan kata sex digunakan dengan rancu.

Semenjak maraknya gerakan feminise, kedua kata tersebut kemudian mendapatkan definisi secara berbeda. Perbedaan konseptual antara gender dan sex awalnya diperkenalkan oleh Ann Oakley. Akademisi yang memiliki nama lengkap Ann Rosamund Oakley adalah seorang sosiolog, feminis, dan penulis Inggris yang terkenal. Ia adalah seorang Profesor dan Pendiri-Direktur Unit Penelitian Ilmu Sosial di Institut Pendidikan UCL.

Pada 2005, ia memutuskan untuk pensiun sebagian dari pekerjaan akademis penuh waktu. Hal tersebut ia lakukan untuk bisa lebih berkonsentrasi dalam menyelesaikan tulisan-tulisannya, terutama novelnya yang terbaru.

Ia telah menghasilkan banyak karya akademis. Karya-karyanya berfokus pada kehidupan dan peran perempuan dalam masyarakat. Beberapa novelnya laris manis dan yang mungkin paling terkenal adalah The Men’s Room, sebuah novel yang diadaptasi oleh Laura Lamson untuk televisi BBC di 1991.

Penegasan tentang perbedaan definisi antara gender dan feminism harus diketahui banyak orang demi menghindari pemahaman yang keliru, pemahaman yang sebelumnya disimpulkan secara serampangan tanpa melihat fakta terlebih dahulu.

Sex adalah pembagian jenis kelamin yang ditentukan secara biologis. Maka dari itu, sex adalah hal yang melekat pada jenis kelamin tertentu. Apabila kita mencari istilah gender dalam Al-Qur’an, maka kita bisa memahaminya melalui nama-nama atau simbol-simbol yang sering digunakan Al-Qur’an dalam mengungkapkan jenis kelamin seseorang.

Baca Juga:  Buya Ahmad Syafii Maarif, Pejuang Keadilan Gender

Istilah-istilah gender yang sering digunakan dalam Al-Qur’an adalah sebagai berikut: al-rajul/al-rijâl dan al-mar’ah/alnisâ’, al-dzakar dan al-untsâ, termasuk gelar status laki-laki dan perempuan seperti, al-zawj dan alzawjah, al-abb dan al-umm, al-akh dan al-ukht, al-jadd dan al-jaddah, al-muslimûn dan al-muslimât, almu’minûn dan al-mu’minât, serta dhamîr mudzakkar dan mu’annats, yang digunakan al-Qur’ân terhadap laki-laki dan perempuan.

Masih dalam buku yang sama, Nasaruddin Umar memaparkan bahwa persoalan tentang kebahasaan laki-laki yang berhubungan dengan istilah tersebut adalah yang memiliki penis, memiliki jekala (kala menjing), memproduksi sperma dan lain sebagainya.

Sementara itu, perempuan kerap disebut sebgai manusia yang memiliki alat reproduksi telur, vagina, alat menyusui dan sebagainya. Padahal, tidak hanya dalam tubuh perempuan, aat-alat tersebut melekat baik pada perempuan dan laki-laki secara biologis.

Fungsi gender tidak bisa dipertukarkan dan secara permanen tidak berubah. Ada ketentuan biologis atau ketentuan Tuhan (kodrat). Sedangkan konsep gender berarti pembagian laki-laki dan perempuan yang dikonstruksi secara sosial dan kultural dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai misal, perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah lembut, emosional, keibuan dan sebagainya. Sedangkan laki-laki dianggap kuat, rasional, perkasa dan sebagainya.

Sifat-sifat tersebut tidaklah kodrati, sebab tidak abadi dan bisa diipertukarkan. Artinya, ada pula laki-laki yang emosional, lemah lembut, keibuan dan sebagainya. Sementara ada juga perempuan yang kuat, rasional, perkasa dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, konsep gender dari waktu ke waktu dan dari tempat satu ke tempat lain sangat bisa berubah. Gender membicarakan laki-laki dan perempuan dari sudut pandang yang non biologis.

Sangat berbeda dengan gender, definisi feminisme adalah serangkaian gerakan sosial, politik, dan ideologi yang bertujuan untuk mendefinisikan, membangun, dan mencapai kesetaraan gender di lingkup politik, ekonomi, pribadi, dan sosial.

Baca Juga:  E-Commerce Sebagai Upaya Mengurangi Risiko Beban Ganda bagi Perempuan

Feminisme berusaha menggabungkan posisi bahwa masyarakat lebih memprioritaskan sudut pandang laki-laki, dan bahwa perempuan kerap diperlakukan secara tidak adil dalam lingkungan masyarakat.

Bisa dibilang, feminisme adalah upaya untuk mengubah dan memerangi stereotip gender. Feminisme berusaha membangun peluang pendidikan dan profesional yang setara antara perempuan dan laki-laki.[]

Rekomendasi

fatimah ahli fikih uzbekistan fatimah ahli fikih uzbekistan

Haruskah Laki-Laki Memberikan Kursi pada Perempuan di dalam Transportasi Umum?

perempuan hak memilih pasangan perempuan hak memilih pasangan

Tidak Hanya Perempuan, Laki-laki pun Harus Menahan Pandangan

muslimah posthuman Pascamanusia Pascaperempuan perspektif feminis muslimah posthuman Pascamanusia Pascaperempuan perspektif feminis

Menjadi Cyberfeminis dengan Memaksimalkan Media Sosial

ajarkan kesetaraan laki-laki perempuan ajarkan kesetaraan laki-laki perempuan

Mengenal Lebih Jauh Macam-macam Pendekatan Gender

Ditulis oleh

Tim Redaksi Bincang Muslimah

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect