Ikuti Kami

Kajian

Hikmah dari Rasa Lapar Saat Berpuasa di Bulan Ramadan

hikmah lapar berpuasa ramadan

BincangMuslimah.Com – Puasa merupakan salah satu ibadah yang dilaksanakan dan disambut secara suka cita oleh umat Islam di bulan Ramadan. Dahulu, saat masih kanak-kanak, setiap aktivitas di bulan Ramadan kerap disambut ceria. 

Berkumpul bersama keluarga, menyantap sahur dan berbuka bersama, berlomba shalat tarawih di masjid, hingga minta tanda tangan buku agenda puasa pada penceramah. Biasanya setiap keluarga muslim mencoba memberikan pengajaran jika Ramadan adalah bulan istimewa.

Semua amal ibadah dilipat-gandakan dan manusia kembali fitrah setelah Idul Fitri.  Kembali pada ibadah puasa, memiliki makna menahan makan dan minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa. Dimulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. 

Sudah sedari lama juga para orangtua dan guru mengaji menyebutkan ‘kenapa harus berlapar-lapar’ saat berpuasa. Satu di antaranya merasakan bagaimana situasi saudara-saudara kita yang tidak memiliki harta atau dhuafa. Itulah yang menjadi salah satu hikmah rasa lapar saat berpuasa Ramadan.

Di sisi lain, mengikis rasa sombong, bahwa pada dasarnya tidak ada hal yang hakiki, dimiliki manusia. Menurut Ulama Besar Profesor M Quraish Shihab, dalam buku berjudul Shihab dan Sihab ada beberapa hikmah dari rasa lapar yang ditimbulkan karena berpuasa Ramadan. 

Pertama, puasa mengajarkan setiap muslim yang melaksanakannya untuk bersikap rendah hati. Selain itu, ada dari segi kesehatan serta belajar mengendalikan hawa nafsu. 

Namun menurut Profesor Quraish Shihab, ada hal lain yang jauh lebih penting dari menahan rasa lapar dan nafsu. Di mana Rasulullah pernah berkata jika beliau menjamin akan masuk surga umatnya ketika mampu apa yang terdapat pada kedua pipi dan kedua pahanya untuk digunakan sesuai perintah Allah. Dan tidak melanggarnya. 

Baca Juga:  Beberapa Langkah Memahami Hadis

Profesor Quraish Shihab pun menjelaskan apa makna dari kedua pipi yaitu mulut dan lidah. Mereka yang sanggup menjaga mulut, tidak mengonsumsi makanan yang haram atau menahan lidah untuk tidak menyakiti orang lain. 

Terhitung untuk tidak makan atau minum di bulan Ramadan. Sedangkan kedua paha menjaga dorongan nafsu dan tidak mengumbarnya. Seperti saat menjalankan puasa menahan keinginan untuk berhubungan suami istri. 

Jika sudah menjalankan kedua hal itu, Profesor Quraish Shihab pun mengatakan paling tidak sudah setengah dari ajaran agama Islam. Menurutnya beberapa hal di atas adalah tujuan dari berlapar-lapar puasa. 

Pun ketentuan di atas boleh dilakukan setelah terbenamnya matahari di bulan Ramadan. Hal ini tercantum di dalam Q.S Al-Baqarah ayat 187. 

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ  ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ  كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ. 

“Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.”

Baca Juga:  Rasulullah Melarang Keras Tindakan KDRT

Jika merujuk pada Tafsir Al-Madinah Al Munawwarah, Markaz Ta’dzhim Al-Quran di bawah Syaikh Prof Dr Imad Zuhair Hafiz, Profesor fakultas Al-Quran Universitas Madinah, hal-hal di atas boleh dilakukan saat berbuka. 

Seperti berhubungan suami istri beserta makan dan minum. Ketentuan ini berakhir sebelum terbitnya fajar, ketika puasa kembali dijalankan. Oleh karenanya dari tulisan ini dapat disimpulkan jika banyak hikmah yang didapatkan dari berlapar-lapar saat berpuasa. 

Selain dari mengajarkan untuk rendah hati, tapi juga melatih diri untuk mengelola hasrat seperti makan, minum dan segala hal yang membatalkan puasa. Dengan menjalankan kedua hal di atas, maka sudah menjalankan ajaran Islam. 

 

Rekomendasi

tantangan menjalani i'tikaf ramadhan tantangan menjalani i'tikaf ramadhan

Tantangan dan Solusi Menjalani I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Tanya Ustadzah: Sedang Haid, Apakah Boleh Baca Surah Yasin dengan Niat Hajat Tertentu ? Tanya Ustadzah: Sedang Haid, Apakah Boleh Baca Surah Yasin dengan Niat Hajat Tertentu ?

Tanya Ustadzah: Bagaimana Jika Bacaan Imam saat Salat Tarawih Terlalu Cepat?

ramadan negeri seribu menara ramadan negeri seribu menara

Ramadan di Negeri Seribu Menara

Empat Amalan yang Bisa Dilakukan Perempuan Haid Ketika Bulan Ramadan

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

4 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect