Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Non Muslim Mewakilkan Pemberian Zakat, Bolehkah?

Apakah Wajib Membagikan Zakat

BincangMuslimah.Com – Selain perintah berpuasa pada bulan Ramadhan, umat muslim juga diperintahkan untuk menunaikan zakat fitrah. Kewajiban zakat ini tidak hanya dilimpahkan kepada orang dewasa, tetapi juga anak-anak bahkan sejak lahir yang dibebankan kepada orang tuanya. Dalam relasi manusia, seringkali terdapat relasi muslim dengan umat kristen, budha, hindu atau lainnya perihal ekonomi. Dalam hal ini, bolehkah non muslim mewakilkan pemberian zakat?

Dalam Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, Syekh Wahbah Zuhaili menyebutkan Tidak ada perdebatan di kalangan ulama fikih mengenai kebolehan mewakilkan penyerahan zakat kepada golongan penerima (mustahiq) Dengan syarat, niat dibaca oleh pemberi saat penyerahan zakat kepada wakil, menurut ulama Mazhab Hanafi dan Syafi’i. Atau dibaca sebelumnya dengan jarak waktu tidak lama menuju pendistribusian, menurut ulama Mazhab Hanbali.

Syarat berikutnya adalah, wakil atau wali yang mewakilkan penyerahannya harus mengkonfirmasi pada yang diwakilkan. Konfirmasi perlu diwakilkan karena kewajiban tersebut terikat langsung dengan dirinya. Dan konfirmasi saja sudah cukup tanpa perlu diniati kembali oleh wakil atau wali saat menyerahkan ke golongan penerima zakat.  Jadi, dengan penyerahan dari yang hendak membayar zakat kepada wakilnya sudah termasuk konfirmasi itu sendiri. Sang wakil yang nantinya akan menyerahkan kepada mustahiq tidak perlu mengkonfirmasi lagi kepada pemberi zakat.

Lalu, seperti yang akan kita bahas, bolehkah non muslim mewakilkan zakatnya seorang muslim karena barangkali memiliki hutang atau janji, atau tidak ada lagi yang bisa diwakilkan selain ia?

Ulama Mazhab Hanafi, atas dasar kebolehan mewakilkan niat, mereka juga membolehkan pembayaran zakat dan perwakilannya dilakukan oleh non muslim. Karena pada hakikatnya, pemberi zakat yang asli adalah muslim itu sendiri.

وبناء عليه يجوز في رأي الحنفية توكيل الذمي غير المسلم بأداء الزكاة للفقراء، لأن المؤدي في الحقيقة هو المسلم. ولو قال الموكل، “هذا تطوّع أو كفارتي” ثم نواه عن الزكاة قبل دفع الوكيل، صح.

Berdasarkan hal tersebut, (penjelasan pada paragraf sebelumnya), dalam pandangan ulama Mazhab Hanafi adalah boleh seorang kafir dzimmi (kafir yang di bawah perlindungan muslim, bukan kafir yang menyerag muslim) untuk mewakilkan penunaian zakat saat menyerahkan zakat. Karena pada hakikatnya, penunai zakat adalah muslim itu sendiri. Jika yang diwakilkan (muslim) berkata, “ini sedekah atau kafaratku”, lalu ia meniati zakatnya sebelum diserahkan kepada wakilnya, maka sah.

Misal, seseorang hendak menyerahkan zakat kepada golongan fakir yang merupakan kerabat atau orang yang bekerja bersama orang yang beragama selain Islam, maka itu boleh. Seperti muslim hendak membagikan kepada para pekerja yang bekerja di perusahaan milik non muslim, lalu pendistribusiannya dilakukan oleh pimpinannya yang non muslim, hal itu dibolehkan. Wallahu a’lam bisshowab.

 

Rekomendasi

Merahasiakan Sedekah Menurut Al-Ghazali Merahasiakan Sedekah Menurut Al-Ghazali

Waktu-waktu Terbaik untuk Bersedekah Menurut Imam Al-Ghazali

Mengqadha Puasa hari arafah Mengqadha Puasa hari arafah

Membatalkan Puasa dengan Sengaja, Bagaimana Hukumnya?

Apakah Orang Miskin Tetap Apakah Orang Miskin Tetap

Apakah Orang Miskin Tetap Wajib Bayar Zakat?

Wafat Pada Ramadhan Tapi Wafat Pada Ramadhan Tapi

Wafat Pada Ramadhan Tapi Belum Bayar Zakat Fitrah, Bagaimana Zakatnya?

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

permen ppks kekerasan seksual permen ppks kekerasan seksual

Permen PPKS, Langkah Maju Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi

Muslimah Talk

meneladani nabi menyayangi anak-anak meneladani nabi menyayangi anak-anak

Meneladani Nabi Muhammad yang Menyayangi Anak-anak

Khazanah

maulid nabi spirit perdamaian maulid nabi spirit perdamaian

Maulid Nabi; Upaya Menegakkan Kembali Spirit Perdamaian

Tak Berkategori

Membaca Al-Qur’an Dekat Haid Membaca Al-Qur’an Dekat Haid

Hukum Membaca Al-Qur’an di Dekat Wanita Haid

Kajian

Melaksanakan Shalat Ketika Adzan Melaksanakan Shalat Ketika Adzan

Hukum Melaksanakan Shalat Ketika Adzan Masih Dikumandangkan, Apakah Sah?

Ibadah

Tindik Telinga pada Bayi Tindik Telinga pada Bayi

Tindik Telinga pada Bayi dan Pandangan Islam Terhadapnya

Kajian

pakaian perempuan penutup badan pakaian perempuan penutup badan

Pakaian Perempuan di Masa Rasulullah, Edisi Penutup Badan

Kajian

julukan buruk bagi orang julukan buruk bagi orang

Hukum Memberikan Julukan yang Buruk Bagi Orang Lain

Kajian

Trending

Shalat Sunnah Rawatib Perempuan Shalat Sunnah Rawatib Perempuan

Shalat Sunnah Rawatib Bagi Perempuan, Lebih Utama di Masjid atau Rumah?

Ibadah

Empat Kiat Mendidik Anak Empat Kiat Mendidik Anak

Empat Kiat Mendidik Anak Menurut Anjuran Islam

Keluarga

keutamaan melanggengkan wudhu islam keutamaan melanggengkan wudhu islam

Keutamaan Melanggengkan Wudhu dalam Islam

Kajian

pendapat ulama membasuh tangan pendapat ulama membasuh tangan

Pendapat Ulama Mengenai Hukum Membasuh Tangan.

Kajian

ad-dhuha tidak meninggalkan nabi muhammad ad-dhuha tidak meninggalkan nabi muhammad

Hukum Berdiri Ketika Mahallul Qiyam

Kajian

perempuan korban playing victim perempuan korban playing victim

Perempuan Sasaran Empuk Korban Playing Victim

Muslimah Talk

ad-dhuha tidak meninggalkan nabi muhammad ad-dhuha tidak meninggalkan nabi muhammad

Macam-macam Kitab Maulid Nabi Muhammad

Khazanah

pakaian perempuan penutup badan pakaian perempuan penutup badan

Pakaian Perempuan di Masa Rasulullah, Edisi Penutup Badan

Kajian

Connect