Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Bincang Hadis, Perempuan Penduduk Neraka Terbanyak

hadis perempuan penduduk neraka

BincangMuslimah.Com – Saban bulan Rajab, warga desa saya di salah satu wilayah di Sumatera bagian Barat, senantiasa merayakan Isra dan Mikraj. Ada satu ceramah dalam Isra dan Mikraj yang tak kunjung hilang dan terpelihara ini saat ini, dengan mengutip hadis yakni tentang perempuan yang disebutkan menjadi penduduk neraka terbanyak. Narasi itu senantiasa diulang setiap peringatan Isra dan Mikraj Nabi Muhammad. Hal itu disampaikan dari mimbar depan, tempat tuan guru menyampaikan pidato.

Kenapa narasi itu disampaikan dalam Isra dan Mikraj? Pasalnya, dalam pelbagai kitab—misalnya Dardir—, diceritakan kisah heroik ketika Nabi melaksanakan Isra dan Mikraj. Pada malam Mikraj, pada Nabi diperlihatkan neraka. Namun, alangkah terkejutnya beliau, ternyata kebanyakan isinya adalah perempuan.

Jamaah perempuan yang hadir di belakang hanya mendengar. Terkadang hanya tertunduk. Tak sedikit pula, yang mengamini. Terlebih bila sudah dibumbui dengan hadis Nabi dan diperkuat dengan teks suci Al-Qur’an.  Meskipun ada juga yang membathin tak terima dengan penyampaian itu. Toh, itu sudah berkali-kali disampaikan.

Pandangan begini kerap kali menimpa perempuan. Aktor utama di balik narasi ini, kebanyakan para tokoh agama—yang mampu dan bisa menukilkan teks Arab. Tak pelak lagi, narasi janggal itu juga mendeskreditkan perempuan. Pandangan semacam ini, mengutip pendapat feminisme Islam, Fatimah Mernissi, sebagai misoginis perempuan.

Teks misoginis itu bertebaran dalam pelbagai buku, kitab, ceramah, diskusi, dan seminar. Biasanya membawakan hadis dan firman Tuhan. Tujuan sudah mudah ditebak, untuk menancapkan pandangan bahwa perempuan adalah sumber pelbagai masalah. Yang sudah ribuan tahun mengakar di tengah masyarakat dunia.

Hadis perempuan paling banyak menghuni neraka

Tak dapat tidak, masih banyak orang yang terdiri dari latar belakang yang berbeda yang mengangap perempuan sebelah mata. Di antara anggapan yang menjengkelkan itu adalah anggapan “perempuan penduduk neraka paling banyak”. Terlebih bila sudah membawakan hadis Nabi sebagai penguat argumentasi. Adapun  pelbagai hadis tersebut dengan menggunakan redaksi yang berbeda, berikut hadisnya,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – «أُرِيتُ النَّارَ فَإِذا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ». قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ «يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ، وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ»

Artinya; Dari Ibnu Abbas berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita. Karena mereka sering mengingkari”. Ditanyakan: “Apakah mereka mengingkari Allah?”

Beliau bersabda: “Mereka mengingkari pemberian suami, dan mengingkari kebaikan. Seandainya kamu berbuat baik terhadap seseorang dari mereka sepanjang masa, lalu dia melihat satu saja kejelekan darimu maka dia akan berkata: aku belum pernah melihat kebaikan sedikitpun darimu”. (HR. Bukhari)

عَنْ أَبِى التَّيَّاحِ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفاً يُحَدِّثُ أَنَّهُ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ – قَالَ – فَجَاءَ إِلَى إِحْدَاهُمَا – قَالَ – فَجَعَلَتْ تَنْزِعُ بِهِ عِمَامَتَهُ وَقَالَتْ جِئْتَ مِنْ عِنْدِ امْرَأَتِكَ. قَالَ جِئْتُ مِنْ عِنْدِ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ فَحَدَّثَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- حَسِبَ أَنَّهُ قَالَ « إِنَّ أَقَلَّ سَاكِنِى الْجَنَّةِ النِّسَاءُ »

Artinya; Dari Abi Tayyah, berkata: Aku mendengar Mutharrif bercerita bahwa dia memiliki dua orang istri, lalu dia datang menemui salah satu istrinya. Istrinya lalu melepas ‘imamah (sorban) Mutharrif sambil bertanya, “Apakah engkau baru mendatangi rumah istrimu (yang lain)?

Dia menjawab, “Aku baru mendatangi rumah Imran bin Hushain, kemudian dia membacakan hadis dari Nabi SAW. Hushain mengira Nabi bersabda, “Sesungguhnya paling sedikitnya penghuni surga adalah wanita.” (HR. Ahmad)

Ada juga hadis yang termaktub dalam Bukhari dan Muslim;

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء

Artinya; Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737).

Membincang Hadis Perempuan Penduduk Neraka Terbanyak

Jika kita membaca secara tekstual, maka hadis ini bisa dipakai untuk  sebagai legitimasi untuk mendesktreditkan perempuan. Lebih jauh, dalam hadis ini juga berpotensi untuk merendahkan perempuan, sebab ia perempuan. Pun hadis ini mengisyaratkan ketimpangan gender. Lantas benarkah demikian?

Kyai Faqihuddin Abdul Kodir dalam Perempuan (Bukan) Sumber Fitnah; Mengaji Ulang Hadis dengan Metode Mubadalah, mengatakan perempuan tidak akan masuk neraka karena ia berjenis kelamin perempuan, melainkan karena amal perbuatannya. Perilaku seseoranglah yang membuat ia layak dijerumuskan ke dalam neraka. Pasalnya, Amal dan kurnia itulah yang menentukan seorang layak mendapatkan surga atau neraka.

Lantas dari mana Kyai Faqihuddin Abdul Kodir mendapatkan kesimpulan itu? Metode Mubadalah. Itulah yang ia gunakan dalam menganalisis pelbagai hadis yang menyatakan perempuan paling banyak masuk neraka. Ia menghadirkan hadis pembanding. Untuk memberikan pemahaman utuh, komprehensif, dan seimbang terkait hadis yang “perempuan penghuni neraka paling banyak”.

Misalnya, dalam sebuah hadis Nabi diceritakan selepas shalat Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha, Rasulullah menyuruh perempuan untuk bersedekah. Pasalnya, kelak di nereka yang banyak penghuninya adalah perempuan. Berikut teks hadist;

قَالَ: يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّي أُرِيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أّهْلِ النَّارِ فَقُلنَ: وَبِمَ يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللِّعَنَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ

Artinya: “Rasulullah Saw bersabda: ‘Wahai para perempuan sekalian bersedekahlah! Karena sesungguhnya aku diperlihatkan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah kalian (kaum perempuan).’ Kemudian para perempuan itu bertanya: ‘Mengapa ya Rasulullah?’ Rasul pun menjawab: Kalian sering melaknat dan berbuat kufur kepada suami.”

Kemudian hadis ini dibandingkan dengan hadis yang lain, yang bersumber dari sahabat yang sama—Abu Said al Khuduri. Dalam hadis ini diceritakan bahwa yang paling banyak bersedekah adalah perempuan. Sehingga muncul pertanyaan, bagaimana mungkin seorang perempuan yang paling banyak bersedekah, dan diterima Rasulullah pula, masuk ke dalam nereka paling banyak?

Nah tentu ini bukan masalah jenis kelamin—yang membuat perempuan masuk neraka—, tetapi ini murni persoalan perilaku. Akhlak yang membuat seseorang masuk neraka. Simak hadis Nabi yang menjelaskan bahwa perempuan yang banyak bersedekah;

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ دَاوُدَ بْنِ قَيْسٍ عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ فَيَبْدَأُ بِالصَّلَاةِ فَإِذَا صَلَّى صَلَاتَهُ وَسَلَّمَ قَامَ فَأَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ وَهُمْ جُلُوسٌ فِي مُصَلَّاهُمْ فَإِنْ كَانَ لَهُ حَاجَةٌ بِبَعْثٍ ذَكَرَهُ لِلنَّاسِ أَوْ كَانَتْ لَهُ حَاجَةٌ بِغَيْرِ ذَلِكَ أَمَرَهُمْ بِهَا وَكَانَ يَقُولُ تَصَدَّقُوا تَصَدَّقُوا تَصَدَّقُوا وَكَانَ أَكْثَرَ مَنْ يَتَصَدَّقُ النِّسَاءُ

Artinya; Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dan [Qutaibah] dan [Ibnu Hujr] mereka berkata, telah menceritakan kepada kami [Isma’il bin Ja’far] dari [Dawud bin Qais] dari [Iyadl bin Abdullah bin Sa’d] dari [Abu Sa’id Al Khudri] bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika keluar pada hari ‘Idul Fitri dan ‘Idul Adlha, beliau selalu memulainya dengan shalat. Dan jika beliau telah selesai mengerjakan shalat dan menutupnya dengan salam, beliau segera berdiri menghadap ke arah para jama’ah yang sedang duduk di tempat mereka shalat.

Apabila beliau memiliki suatu keperluan seperti ingin mengutus sebuah pasukan beliau mengumumkannya kepada para jama’ah, atau beliau memiliki keperluan lain beliau menyuruh mereka agar mengerjakannya. Dan beliau selalu bersabda: “Bersedekahlah kalian, bersedekahlah kalian, bersedekahlah kalian!.” Dan orang yang paling banyak bersedekah adalah dari kalangan kaum wanita.

Sekali lagi, dengan metode mubadalahnya Faqihuddin Albdul Kodir menjelaskan perempuan bukan masuk neraka sebab berjenis kelamin perempuan. Pun sama halnya,dengan hadis di atas, yang menyebutkan penghuni surga itu kebanyakan kaum yang miskin. Maksudnya adalah bukan berarti sebab kemiskinannya ia masuk surga.

Tetapi sebab orang miskin mempunyai pelbagai hal dalam dirinya yang membuatnya masuk surga. Misalnya, penyabar, ramah, baik, dan bersedia melepas hartanya untuk orang lain. sekali lagi, ada faktor ekternal yang mendukung ia masuk surga. Tak murni sebab ini miskin.

Pun perempuan, yang menyebabkan ia masuk ke dalam neraka ada faktor eksternal. Hal ini sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, bahwa ini terkait dengan perilaku  perempuan. Yang dimaksud kufur (perempuan dan memasukkannya ke dalam neraka), sebab ia mengingkari nikmat yang telah diberikan oleh suami.  Di samping itu, istri juga meningkari kebaikan yang diberikan suami, dan ia jadi istri tersebut tidak taat.

Nah disinilah titik persoalannya. Perbuatan dan amal kebajikan seyogianya yang didorong oleh Rasulullah. Yang diingatkan Nabi. Bukan jenis kelamin. Persoalan tidak mau berterima kasih pada pasangan hidup. Dengan demikian, kita akan netral melihat pelbagai hadis yang berbicara tentang perempuan penduduk neraka terbanyak.

 

 

 

 

Rekomendasi

Semangat Women Supporting Women Semangat Women Supporting Women

Menurunnya Semangat Women Supporting Women

persahabatan aisyah perempuan yahudi persahabatan aisyah perempuan yahudi

Persahabatan Antara Aisyah dan Perempuan Yahudi

BH Pandangan Misoginis Terhadap Perempuan BH Pandangan Misoginis Terhadap Perempuan

BH dan Pandangan Misoginis Terhadap Perempuan

juna hate speech perempuan juna hate speech perempuan

Chef Juna: Perempuan Memiliki Hak atas Tubuhnya dan Hate Speech yang Menimpa Perempuan

Aisyah Nursyamsi
Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Komentari

Terbaru

hukum berdiri mahallul qiyam hukum berdiri mahallul qiyam

Hukum Berdiri Ketika Mahallul Qiyam

Kajian

menabuh rebana perayaan maulid menabuh rebana perayaan maulid

Hukum Menabuh Rebana Ketika Peraayaan Maulid

Kajian

muslim bersahabat non muslim muslim bersahabat non muslim

Benarkah Seorang Muslim Dilarang Bersahabat dengan Non Muslim?

Khazanah

memaafkan beserta melupakan kesalahan memaafkan beserta melupakan kesalahan

Memaafkan Harus Beserta Melupakan Kesalahan

Kajian

relasi muhammad non muslim relasi muhammad non muslim

Meneladani Relasi Nabi Muhammad dengan Non Muslim

Khazanah

mengidolakan ustaz ganteng halu mengidolakan ustaz ganteng halu

Mengidolakan Ustaz Ganteng Sampai “Halu”

Muslimah Talk

Semangat Women Supporting Women Semangat Women Supporting Women

Menurunnya Semangat Women Supporting Women

Muslimah Talk

persahabatan aisyah perempuan yahudi persahabatan aisyah perempuan yahudi

Persahabatan Antara Aisyah dan Perempuan Yahudi

Khazanah

Trending

Shalat Sunnah Rawatib Perempuan Shalat Sunnah Rawatib Perempuan

Shalat Sunnah Rawatib Bagi Perempuan, Lebih Utama di Masjid atau Rumah?

Ibadah

keutamaan melanggengkan wudhu islam keutamaan melanggengkan wudhu islam

Keutamaan Melanggengkan Wudhu dalam Islam

Kajian

Empat Kiat Mendidik Anak Empat Kiat Mendidik Anak

Empat Kiat Mendidik Anak Menurut Anjuran Islam

Keluarga

pendapat ulama membasuh tangan pendapat ulama membasuh tangan

Pendapat Ulama Mengenai Hukum Membasuh Tangan.

Kajian

cairan kuning setelah haid cairan kuning setelah haid

Menyikapi Cairan Kuning yang Keluar Setelah Haid

Kajian

air liur manusia najis air liur manusia najis

Benarkah Air Liur Manusia Najis?

Kajian

Perbedaan Kata Membasuh mengusap Perbedaan Kata Membasuh mengusap

Perbedaan Kata Membasuh dan Mengusap pada Rukun Wudhu

Kajian

3 Hal didiskusikan kontrasepsi 3 Hal didiskusikan kontrasepsi

3 Hal yang Perlu Didiskusikan Perihal Kontrasepsi

Keluarga

Connect