Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Nama-Nama Lain Surah Al-Ikhlas

BincangMuslimah.com- Surah al-Ikhlas merupakan surah al-Quran yang ke-112, terdiri dari empat ayat dan termasuk surah makkiyah, yakni diturunkan di Makkah. Terdapat beberapa keutamaan membacanya, di antaranya sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis bahwa membaca satu kali surah al-Ikhlas setara dengan sepertiga al-Quran.

Ar-Razi dalam kitabnya Mafatih al-Ghaib menyebutkan bahwa terdapat sembilan belas nama lain dari surah al-Ikhlas. Banyaknya nama tersebut menunjukkan banyaknya pula keutamaan dari surah ini. Adapun nama-namanya sebagai berikut:

1. Surah At-Tafrid (ketunggalan). Keseluruhan ayat dalam surah ini menjelaskan bahwa Allah merupakan Tuhan yang Esa dan Tunggal. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

2. Surah At-Tajrid (mengosongkan). Disebut At-Tafrid dan At-Tajrid sebagaimana dalam kitab Al-Muhazzab fi Tafsiri Juz ‘Amma karena dalam surah tersebut tidak disebutkan kecuali sifat-sifat salbiyah Allah yang menunjukkan akan keagungannya.

3. Surah At-Tauhid (keesaan). Az-Zamakhsyari berkata: tidaklah langit dan bumi diciptakan kecuali untuk menjadi petunjuk atas keesaan Allah dan untuk mengetahui zat Allah sebagaimana yang terkandung dalam surah ini.

4. Surah An-Najah (keselamatan), diberi nama An-Najah karena surah ini di dunia akan menyelamatkan seseorang dari tasybih dan kekufuran sedangkan di akhirat akan menyelamatkannya dari siksa neraka.

5. Surah Al-Wilayah (kedekatan), karena orang yang membacanya akan menjadi kekasih Allah.

5. Surah An-Nisbah (penisbahan), penamaan ini dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa ia menjadi jawaban bagi orang yang berkata “sebutkanlah nasab Tuhanmu itu”.

6. Surah Al-Makrifah (pengetahuan), karena untuk mengetahui Allah tidak sempurna tanpa mengetahui esensi surah ini.

7. Surah Al-Jamal (keindahan). Rasulullah saw. bersabda “sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan”. Lalu para sahabat bertanya tentang hal tersebut kemudian Rasulullah saw. menjawab “Maha Esa, tempat meminta segala sesuatu, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan”.

8. Surah Al-Muqasyqisyah (yang menyembuhkan) karena membebaskan dari penyakit nifak. Dikatakan: taqsyisyu al-marid mimma bihi (orang yang sakit itu sembuh apabila bebas dari penyakitnya).

9. Surah Al-Mu’awwizah (pelindung). Diceritakan dalam sebuah riwayat bahwa ketika Rasulullah saw. mendatangi Utsman bin Madz’un beliau memohon perlindungan dengan surah al-Ikhlas dan dua surah setelahnya (Al-Falaq dan An-Nas). Lalu Rasulullah saw. bersabda: mohonlah perlindungan dengan surah-surah tersebut, sesungguhnya aku tidak memohon perlindungan dengan yang lebih baik darinya.

10. Surah As-Samad (dibutuhkan), karena penyebutan nama ini hanya khusus untuk Allah swt.
Surah Al-Asas (pondasi). Rasulullah saw. bersabda “pondasi langit dan bumi yang tujuh dibangun atas qul huwa allahu ahad”.

11. Surah Al-Mani’ah (pencegah). Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Allah swt. berfirman kepada Rasulullah saw. ketika mi’raj “Aku memberimu surah Al-Ikhlas dan ia merupakan harta simpanan arsy-Ku dan penghalang siksa kubur serta hembusan api neraka.

12. Surah Al-Mahdar (kehadiran), karena malaikat hadir untuk mendengar ketika surat tersebut dibacakan.

13. Surah Al-Munaffirah (menjadikan lari), karena ketika surah tersebut dibacakan setan lari terbirit-birit.

14. Surah Al-Bara’ah (kebebasan). Dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah saw. melihat seseorang yang membaca surah al-Ikhlas, kemudian Ia bersabda “sesungguhnya dia terbebas dari kemusyrikan”. Lalu beliau juga bersabda “orang yang membaca surah Al-Ikhlas seratus kali dalam shalat atau dalam selainnya maka ia dicatat sebagai orang yang terbebas dari apa neraka”.

15. Surah Al-Muzakkirah (pengingat), karena surah tersebut mengingatkan pembacanya untuk memurnikan ketauhidannya. Membacanya laksana sebuah tanda yang mengingatkan dari apa yang ia lalai sedang ia butuh terhadapnya.

16. Surah An-Nur (cahaya). Allah swt. berfirman bahwa Ia cahaya bagi langit dan bumi. Sedang surah Al-Ikhlas adalah cahaya hati para pembacanya. Rasulullah saw. bersabda “segala sesuatu memiliki cahaya sedang cahayanya Al-Quran adalah qul huwa allahu ahad”.

17. Surah Al-Aman (keamanan). Rasulullah saw. bersabda, Allah swt. berfirman: “ketika seorang hamba mengucapkan la ilaha illa allah maka ia berada dalam bentengku dan siapa pun yang berada dalam bentengku maka ia selamat dari siksaku”.

Wallahu ta’ala a’lam.

Rekomendasi

La Aa Li U Maknunah
Ditulis oleh

Alumni Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah dan Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences

Komentari

Komentari

Terbaru

Perempuan Shalat di Rumah Perempuan Shalat di Rumah

Bolehkah Perempuan Yang Sedang Haid Mengikuti Majlis Taklim Di Masjid?

Ibadah

Gadrida Rosdiana Gadrida Rosdiana

Gadrida Rosdiana, Jurnalis Senior NTT: Pentingnya Perspektif Gender dalam Narasi Perdamaian

Muslimah Talk

Suci Haid Atau Nifas Suci Haid Atau Nifas

Suci Haid Atau Nifas Pada Siang Ramadhan, Apakah Wajib Puasa?

Kajian

Belajar Islamic Parenting Bareng Islamedu, Buruan Daftar!

Keluarga

Bagi Musafir Sebaiknya Puasa Bagi Musafir Sebaiknya Puasa

Bagi Musafir, Sebaiknya Puasa Saja Atau Tidak?

Kajian

Ketentuan Puasa Ramadhan Bagi Ketentuan Puasa Ramadhan Bagi

Ketentuan Puasa Ramadhan Bagi Musafir

Kajian

Kenapa Masih Ada Maksiat Di Bulan Ramadhan Padahal Setan Dibelenggu?

Kajian

Hukum Puasa Bagi Lansia Hukum Puasa Bagi Lansia

Hukum Puasa Bagi Lansia

Kajian

Trending

amalan nisfu sya'ban amalan nisfu sya'ban

Lakukan Tiga Amalan Ini di Malam Nisfu Sya’ban

Ibadah

nikah institute nikah institute

Menikah dengan Kesiapan Ala Nikah Institute

Muslimah Daily

perempuan harus mandiri perempuan harus mandiri

Sebuah Opini: Mengapa Perempuan Harus Mandiri dan Kuat Menjalani Hidup?

Diari

Ghosting dalam Hubungan Ghosting dalam Hubungan

Ghosting dalam Hubungan, Kenapa Lebih Menyakitkan daripada Putus?

Muslimah Daily

Pray the Devil Back Pray the Devil Back

Pray the Devil Back to Hell, Cerita Powerfull Perempuan Mengusung Perdamaian

Khazanah

taubatnya seorang putri pembesar taubatnya seorang putri pembesar

Taubatnya Seorang Putri Pembesar Kabilah Arab

Kajian

Telah Berpulang Nawal el-Sa'dawy Telah Berpulang Nawal el-Sa'dawy

Telah Berpulang Nawal el-Sa’dawy, Pejuang Perempuan dan Keadilan di Mesir

Khazanah

keluarga harmonis, keluarga sakinah keluarga harmonis, keluarga sakinah

Desain Keluarga Sakinah Menurut KH. Said Aqil Siroj

Keluarga

Connect