Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Bolehkah Perempuan Pergi Haji dan Umrah Tanpa Disertai Mahram?

niat haji untuk orang lain

BincangMuslimah.Com – Sejatinya, Islam menawarkan solusi di setiap aturan dan ketentuan yang diberlakukan. Hampir tidak ada aturan atau ketentuan syari’at yang diberlakukan tanpa ada aspek daru al mafasid (menghindari kerusakan) dan atau aspek jalbu al mashalih (mendapatkan kemanfaatan). Salah satu aturan atau ketentuan syariat tersebut adalah keharusan disertai mahram bagi perempuan saat haji dan umrah.

Namun terkadang kita dapati beberapa perempuan pergi haji dan umrah meski tanpa disertai mahram. Pertanyaannya, bolehkah perempuan pergi haji dan umrah tanpa disertai mahram?

Pada masyarakat awam, sering terjadi salah paham dalam memahami istilah mahram. Mereka banyak yang menyebutnya dengan istilah muhrim. Dalam terminologi Bahasa Arab, kata mahram adalah orang-orang yang merupakan lawan jenis kita, namun haram (tidak boleh) dinikahi.

Dalam terminologi, istilah muhrim (muhrimun) artinya orang yang berihram dalam ibadah haji setelah tahallul. Mahram tidak hanya berhenti pada masalah perkawinan. Hal tersebut terbukti dengan adanya ketentuan bagi seorang perempuan dalam melakukan safar, seperti safar haji dan umrah.

Pada dasarnya, terdapat dua pandangan tentang keharusan ditemani mahram saat safar bagi perempuan;

Pendapat Pertama

Menurut pendapat sebagian ulama, perempuan hanya diperbolehkan melakukan safar apabila disertai mahram. Ketentuan keharusan kesertaan mahram satu perempuan pada safar bisa ditemukan pada hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Ketentuan ini juga tercantum dalam hadis sebagai berikut:

عن أبي معبد قال سمعت ابن عباس يقول سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يخطب يقول لا يخلون رجل بامرأة إلا ومعها ذو محرم ولا تسافر المرأة إلا مع ذي محرم فقام رجل فقال يا رسول الله إن امرأتي خرجت حاجة وإني اكتتبت في غزوة كذا وكذا قال انطلق فحج مع امرأتك 

 

Diriwayatkan Abu Ma’bad berkata, ia mendengar dari Abbas bahwa Nabi bersabda: “Janganlah seorang perempuan menyendiri dengan seorang laki-laki kecuali dengan mahramnya dan janganlah seorang perempuan melakukan perjalanan kecuali disertai mahramnya. Seorang laki-laki berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah Saw. istriku bepergian untuk suatu kepentingan dan aku mendapat mandat untuk berperang. Rasulullah Saw. menjawab, “Pergilah berhaji bersama istrimu.”. (H.R. Imam Bukhârî dan Muslim)

Dari teks hadis tersebut, banyak ulama berpendapat bahwa perempuan tidak boleh keluar rumah, bahkan untuk berhaji sekalipun apabila tidak didampingi oleh mahram mereka. Pendapat ini dikemukakan oleh Sufyan al-Tsauri, Abu Hanifah, dan sebagian ulama Kufah.

Imam Nawawi dalam Shahih Muslim Bi Syarhi al-Nawawi menyebutkan bahwa Abu Hanifah bahkan menjadikan adanya mahram bagi perempuan yang akan melaksanakan ibadah haji sebagai syarat yang harus dipenuhi.

Hal ini berarti apabila ada seorang perempuan yang punya kemampuan secara fisik atau finansial untuk melaksanakan ibadah haji, akan tetapi dia tidak mempunyai mahram yang akan menyertainya, maka perempuan tersebut tidak punya kewajiban untuk melaksanakan ibadah haji karena dia tidak memenuhi persyaratan adanya mahram yang harus menyertainya.

Pendapat Kedua

Berbeda dengan Abu Hanifah, Syafi’i dan al-Nawawi tidak memasukkan adanya mahram untuk perempuan yang akan melaksanakan ibadah haji. Keduanya justru mensyaratkan adanya keamanan bagi perempuan apabila ingin melaksanakan ibadah haji.

Jaminan keamanan perempuan dalam melaksanakan ibadah haji tersebut tidak hanya tergantung pada adanya mahram yang menyertai tapi juga bisa didampingi dengan sesama perempuan yang dapat dipercaya atau dengan rombongan. Ketentuan ini juga berlaku juga untuk perginya perempuan selain untuk melaksanakan ibadah haji, seperti untuk bisnis, tugas, belajar atau kunjungan lain.

Menurut keduanya, alasan kuat mengapa Nabi Muhammad Saw melarang perempuan untuk keluar rumah tanpa disertai mahram adalah faktor keamanan. Beliau ingin menjamin keamanan perempuan dalam melakukan setiap aktivitas sehari-hari.

Maka, berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas bisa dipahami bahwa inti ajaran yang dapat diambil adalah bagaimana tanggungjawab dari keluarga dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi siapapun, terutama bagi kaum perempuan.[]

Rekomendasi

syarat wajib haji syarat wajib haji

Macam-macam Denda yang Wajib Dibayar saat Haji

Tata Cara Tahallul, Salah Satu Rukun Haji: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

Doa Melapas dan Menyambut Doa Melapas dan Menyambut

Doa Melepas dan Menyambut Jamaah Pulang dari Ibadah Haji

Doa Melapas dan Menyambut Doa Melapas dan Menyambut

Tata Cara Melakukan Sa’i, Salah Satu Rukun dalam Haji

Ayu Alfiah Jonas
Ditulis oleh

Tim Redaksi Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

apakah dakwah wajib bagi apakah dakwah wajib bagi

Apakah Dakwah Wajib bagi Setiap Muslim?

Kajian

Perempuan Hidup di Palestina Perempuan Hidup di Palestina

Membayangkan Menjadi Perempuan yang Hidup di Palestina

Muslimah Talk

Keutamaan Dimiliki Bulan Dzulqa’dah Keutamaan Dimiliki Bulan Dzulqa’dah

Empat Keutamaan Bulan Dzulqa’dah

Kajian

Trend Lamaran Masa Kini Trend Lamaran Masa Kini

Trend Lamaran Masa Kini, Bagaimana Pandangan dalam Islam?

Kajian

Tako’ Sangkal: Mitos Menolak Tako’ Sangkal: Mitos Menolak

Tako’ Sangkal: Mitos Menolak Lamaran pada Masyarakat Madura

Khazanah

Ketentuan Fasakh yang Wajib Ketentuan Fasakh yang Wajib

Ketentuan Fasakh yang Wajib Dipenuhi Menurut Ulama

Kajian

Belum Akikah Tapi Hendak Belum Akikah Tapi Hendak

Belum Akikah Tapi Hendak Berkurban, Bolehkah?

Kajian

Ayat Waris Menjadi Salah Ayat Waris Menjadi Salah

Ayat Waris Menjadi Salah Satu Bukti Islam Memuliakan Perempuan

Kajian

Trending

hutang puasa ramadhan hutang puasa ramadhan

Melunasi Qadha Puasa Ramadhan Dulu atau Puasa Syawal Dulu?

Ibadah

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Definisi Mampu Pergi Haji dan Umrah Bagi Perempuan

Ibadah

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

Ibadah

Bolehkah Puasa Syawal pada Hari Jum’at?

Ibadah

Muslim Pancasilais: Karakter Pembebas Diskriminasi

Muslimah Daily

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Bolehkah Perempuan yang Haid Tetap Melaksanakan Thawaf Ifadhah?

Ibadah

syarat wajib haji syarat wajib haji

Macam-macam Denda yang Wajib Dibayar saat Haji

Ibadah

Sikap Mandiri yang Diajarkan Sikap Mandiri yang Diajarkan

Sikap Mandiri yang Diajarkan Oleh Rasulullah

Kajian

Connect