Ikuti Kami

Diari

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

BincangMuslimah.Com – Ini adalah kisah Siti. Seorang perempuan dari kampung yang sedang mencari peruntungan di kota. Siti kini adalah kaum urban, namun di sisi lain ia tetap seorang anak kampung.

Di tempat asalnya, para perempuan sebaya Siti umumnya sudah berumah tangga. Ada yang baru menikah, ada yang ke mana-mana membawa 3-4 anak, bahkan ada juga yang telah mengakhiri biduk rumah tangganya. Sementara Siti sendiri belum pernah melangkah ke kehidupan pernikahan. Hampir setiap bertemu dengan orang-orang tua ia mendapat pertanyaan standar, “kapan nikah?”

Pertanyaan demikian sangat sering diterima oleh Siti, sehingga ia punya segudang kalimat untuk menjawabnya. Jika sedang malas, Siti bisa menjawab dengan mudah, “besok hari Jum’at”, “bulan depan”, atau jawaban se-absurd “besok kalo nggak hujan”.

Suatu hari pertanyaan serupa dilontarkan oleh salah seorang kerabatnya, “kenapa ndak segera nikah? Apa belum pengen?”

“Bukannya belum pengen, Bu Lek. Tapi belum ada yang mau,” jawab Siti pasrah. Sontak semua orang di ruangan tergelak mendengar jawaban Siti.

####

Malam itu Siti sedang mengerjakan beberapa pekerjaan di kamar kosnya ketika dering hp berbunyi. Dua pesan Whatsapp masuk.

“Hai, Siti…” sapa Kak Intan, kerabatnya di kampung.

“Minta foto yang cantik dong!!” pintanya tanpa basa-basi.

“Foto siapa kak?” tanya Siti.

“Foto kamu, lah…”

“Hah? Buat apa?” Siti heran. Kak Intan terbilang hampir tidak pernah menghubunginya kecuali jika hendak mempromosikan barang dagangannya. Ia memang memiliki usaha jual-beli online.

“Ada yang mau lihat,” jawab Kak Intan singkat.

Siti tidak langsung menjawab chat Kak Intan. Ia bahkan tidak berusaha untuk mencari ‘foto cantik’ yang diminta kerabatnya itu. Ia berkata dalam hati, “ada-ada aja mintanya. Foto yang cantik? Mana ada… Cantik aja aku nggak punya.” Ia kemudian tersenyum miris menyadari itu.

Baca Juga:  Pendidikan Perempuan dalam Pusaran Patriarki

Tidak sampai hati Siti membiarkan chat kerabatnya itu. Ia membalas dengan kalimat yang sama singkatnya.

“Lihat di IG (baca: Instagram) aja kak. Banyak.”

Setelah itu Kak Intan tidak melanjutkan chatnya.

####

Meski di usianya yang sudah lebih dari seperempat abad ini Siti belum memiliki pasangan, ia tidak terburu-buru untuk menikah. Keinginan tetap ada. Namun ia sadar, manusia bisa berencana, tetapi Tuhan-lah yang memutuskan.

Siti hanya terkadang bosan dengan grup-grup Whatsapp yang sebagian besar topik pembahasannya adalah soal persalinan, menyusui, dan sebagainya yang belum pernah ia rasakan. Jadilah Siti lebih banyak menjadi silent reader atau terkadang ia mengganti topik percakapan.

Hari ini Siti dibuat jengah dengan chat Kak Intan yang masih menagih ‘foto cantik’ itu. Ia masih bergeming. Prinsipnya masih sama. Jika hanya butuh foto seharusnya Kak Intan bisa dengan mudah mencari di media sosial miliknya.

“Mungkin dia ingin sekalian minta ijin ke kamu, Sit,” ujar Alia, temannya, saat makan siang di kantin.

“Aku juga bisa bedakan, kali, mana minta ijin mana nodong…” kata Siti. Ia melanjutkan, “lagipula kalau berniat menjodohkan harusnya aku juga diberi tahu siapa laki-lakinya, kenapa aku.” Mereka berdua terdiam beberapa detik.

“Aku memang single, Al. Umurku juga nggak sedikit. Tapi bukan berarti asal ada yang datang aku iyain aja. Apalagi orangnya anonim begitu. Bagaimanapun aku harus hati-hati, supaya ke depannya jalan juga gampang. Insya Allah, Gusti Allah akan beri yang terbaik dengan cara yang baik dan di waktu yang paling tepat. Bener nggak?” tutup Siti sambil tersenyum.

“Nice,” ucap Alia yang juga tersenyum.

Mungkin masih banyak Siti-siti lainnya yang sedang menunggu jodoh tapi diberondong dengan pertanyaan-pertanyaan dari yang lucu sampai yang bikin kesel. Siti gak tahu apakah dia atau belahan jiwanya yang nanti akan menemukannya duluan. Tapi yang pasti menunggu (atau mencari jodoh) itu harus tetap elegan. Jangan asal.

Rekomendasi

Ditulis oleh

Mahasiswa Program Magister Ilmu Sejarah Universitas Indonesia

Komentari

Komentari

Terbaru

Apakah Komentar Seksis Termasuk Pelecehan Seksual?

Diari

Jangan Insecure, Mari Bersyukur

Muslimah Daily

Pentingnya Self Love Bagi Perempuan Muslim

Diari

Mengenal Ingrid Mattson, Cendekiawan Muslimah dari Barat Mengenal Ingrid Mattson, Cendekiawan Muslimah dari Barat

Mengenal Ingrid Mattson, Cendekiawan Muslimah dari Barat

Muslimah Talk

anjuran menghadapi istri haid anjuran menghadapi istri haid

Haid Tidak Stabil, Bagaimana Cara Menghitung Masa Suci dan Masa Haid?

Ibadah

Mapan Dulu, Baru Nikah! Mapan Dulu, Baru Nikah!

Mapan Dulu, Baru Nikah!

Keluarga

Melatih Kemandirian Anak Melatih Kemandirian Anak

Parenting Islami ; Bagaimana Cara Mendidik Anak Untuk Perempuan Karir?

Keluarga

Sya’wanah al-Ubullah: Perempuan yang Gemar Menangis Karena Allah

Muslimah Talk

Trending

Jangan Insecure, Mari Bersyukur

Muslimah Daily

anjuran menghadapi istri haid anjuran menghadapi istri haid

Haid Tidak Stabil, Bagaimana Cara Menghitung Masa Suci dan Masa Haid?

Ibadah

Siapa yang Paling Berhak Memasukkan Jenazah Perempuan Ke Kuburnya?

Ibadah

keadaan dibolehkan memandang perempuan keadaan dibolehkan memandang perempuan

Adab Perempuan Ketika Berbicara dengan Laki-Laki

Kajian

Pentingnya Self Love Bagi Perempuan Muslim

Diari

Sya’wanah al-Ubullah: Perempuan yang Gemar Menangis Karena Allah

Muslimah Talk

anak yatim ayah tiri luqman hakim mengasuh dan mendidik anak anak yatim ayah tiri luqman hakim mengasuh dan mendidik anak

Hukum Orangtua Menyakiti Hati Anak

Keluarga

Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Pondok Pesantren Sunan Pandanaran

Tiga Tradisi Bersalawat yang Rutin Diadakan di Pesantren Sunan Pandanaran

Muslimah Daily

Connect