Ikuti Kami

Tak Berkategori

Apakah Bersentuhan Tidak Sengaja Membatalkan Wudhu?

Empat Waktu Dilarang Berhubungan Badan Menurut Al-Quran
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Assalamu’alaikum, Ustadzah. Saya ingin bertanya mengenai bersentuhan dengan lawan jenis. Apakah bersentuhan tidak sengaja juga bisa membatalkan wudhu?

Jawaban

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Pembahasan terkait hal-hal yang dapat membatalkan wudhu memiliki banyak sekali perbedaan pendapat di kalangan para ulama, salah satunya adalah bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang tidak berstatus mahram.

Perbedaan pendapat mengenai hal ini dikarenakan penafsiran yang berbeda terhadap ayat yang berbunyi:

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

Artinya: “Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih).” (Q.S. Al-Maidah [5]: 6)

Para ulama Syafi’iyah menafsirkan bahwa menyentuh wanita dapat membatalkan wudhu secara mutlak, baik sengaja maupun tidak. Hal tersebut dikarenakan makna dari kata lamsu adalah menyentuh kulit.

Makna menyentuh dari kata lamsu juga diperkuat dari hadis yang berbunyi:

وَالْيَدُ زِنَاهَا اللَّمْسُ

Artinya: “Dan zina tangan adalah menyentuh.” (H.R. Ahmad)

Imam Nawawi juga menyebutkan melalui kitab al-Majmu’ bahwa di dalam mazhab para ulama (terkhususnya mazhab Syafi’i) bersentuhan kulit yang terjadi antara lawan jenis dapat membatalkan wudhu walaupun terjadi tanpa ada kesengajaan.

في مذاهب العلماء في اللمس قد ذكرنا أن مذهبنا أن التقاء بشرتي الأجنبي والأجنبية ينتقض سواء كان بشهوة وبقصد أم لا ولا ينتقص مع وجود حائل

Artinya: “Dalam mazhab para ulama, permasalahan bersentuhan telah kami sebutkan bahwa mazhab kami mengatakan kontak antara kulit laki-laki dengan perempuan yang berstatus non-mahram adalah membatalkan (wudhu), baik dengan syahwat dan niat (kesengajaan) maupun tidak. Bersentuhan tidak membatalkan wudhu jika terdapat penghalang (antara kulit).”

Baca Juga:  Marah-marah di Medsos Membatalkan Wudhu?

Namun, berbeda halnya dengan mazhab Syafi’i, mazhab Maliki dan Hanbali berpendapat bahwa sentuhan kulit antara non-mahram tidak membatalkan wudhu jika tidak disertai dengan syahwat ketika bersentuhan. Sementara dalam mazhab Hanafi, yang membatalkan wudhu adalah berhubungan badan bukan hanya sekedar sentuhan. Sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Fathul ‘Aziz karya imam Abdul Karim ar-Rafi’i.

 الثالث لمس بشرة المرأة الكبيرة الأجنبية ناقض للطهارة فإن كانت محرما أو صغيرة أو ميتة أو مس شعرها أو ظفرها أو عضوا مبانا منها ففى الكل خلاف وفى الملموس قولان واللمس سهوا أو عمدا سواء اللمس من نواقض الوضوء خلافا لأبي حنيفة إلا في المباشرة الفاحشة وهى أن يضع الفرج على الفرج مع الانتشار ولمالك وأحمد فإنهما اعتبر الشهوة في كونه ناقضا هذه رواية عن أحمد وعنه روايتان أخريان إحداهما مثل مذهبنا والاخرى مثل مذهب أبي حنيفة

“Ketiga: menyentuh kulit perempuan non-mahram yang dewasa dapat membatalkan wudhu. Jika perempuan tersebut adalah mahram, masih kecil, sudah meninggal, menyentuh rambut, kuku, atau anggota tubuh yang sudah terpotong, maka setiap permasalahan ini memiliki perbedaan pendapat. 

Sementara pada (perempuan) yang disentuh terdapat dua pendapat; Jika bersentuhan kulit karena lupa atau sengaja maka membatalkan wudhu. Berbeda halnya dengan imam Abu Hanifah (yang berpendapat) bahwa bersentuhan kulit tidak membatalkan wudhu kecuali dalam perbuatan tidak senonoh, yaitu memasukkan kemaluan ke dalam kemaluan. Berbeda juga dengan imam Malik dan Ahmad, mereka menganggap bahwa syahwatlah yang bisa membatalkan wudhu. Keterangan ini berdasarkan riwayat dari Ahmad sementara riwayat dari Malik ada dua riwayat, yang satu seperti mazhab kita dan yang lainnya seperti mazhab Abu Hanifah.”

Kesimpulan

Dalam mazhab Syafi’i sentuhan kulit yang terjadi antara lawan jenis yang berstatus non-mahram bisa membatalkan wudhu dengan alasan apapun, baik sengaja maupun tidak. Sementara dalam mazhab Maliki dan Hambali, sentuhan yang membatalkan wudhu adalah sentuhan yang disertai syahwat. Sedangkan dalam mazhab Hanafi, yang membatalkan wudhu adalah hubungan intim bukan hanya sekedar sentuhan biasa. Wallahu a’lam.

Baca Juga:  Lebih Senyap Dari Bisikan: Pahit Manis Kehidupan Perempuan dalam Pencarian

Rekomendasi

hukum wudhu bagi perempuan haid hukum wudhu bagi perempuan haid

Hukum Wudhu Bagi Perempuan Haid

Apakah Menyentuh Rambut Istri Dapat Membatalkan Wudhu? Apakah Menyentuh Rambut Istri Dapat Membatalkan Wudhu?

Apakah Menyentuh Rambut Istri Dapat Membatalkan Wudhu?

alasan diwajibkannya membasuh wudhu alasan diwajibkannya membasuh wudhu

Apakah Sunnah Memperbarui Wudhu bagi Perempuan Haid?

Apakah Sentuhan Suami Membatalkan Wudhu Istri? Ini Pendapat Empat Madzhab Apakah Sentuhan Suami Membatalkan Wudhu Istri? Ini Pendapat Empat Madzhab

Apakah Sentuhan Suami Membatalkan Wudhu Istri? Ini Pendapat Empat Madzhab

Ditulis oleh

Mahasantri Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah Situbondo (Pegiat kajian Qashashul Quran dan Gender)

3 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect