BincangMuslimah.Com – Assalamualaikum Ustazah. Saya Salma, saya ingin bertanya mengenai riwayat Abu Laits Samarqandi, pengarang kitab Tafsir Bahrul Ulum. Bagaimana pandangan beliau mengenai keutamaan bagi orang yang menuntut ilmu namun sulit menghafalnya? Terima kasih.
Jawaban
Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas pertanyaannya. Menuntut ilmu adalah salah satu kewajiban mulia dalam Islam. Mengenai hal ini, Abu Laits Samarqandi dalam kitabnya yang masyhur, Tanbihul Ghafilin, memberikan penjelasan yang sangat membesarkan hati bagi para pencari ilmu. Beliau menyebutkan bahwa menuntut ilmu memiliki tujuh keutamaan luar biasa, bahkan bagi seseorang yang tidak mampu menghafalnya sekalipun.
Dalam sebuah ungkapan, beliau mengatakan:
يُقَالُ مَنِ انْتَهَى إِلَى الْعَالِمِ، وَجَلَسَ مَعَهُ، وَلَا يَقْدِرُ عَلَى أَنْ يَحْفَظَ الْعِلْمَ، فَلَهُ سَبْعُ كَرَامَاتٍ
Artinya: “Dikatakan, seseorang yang pergi menuju orang alim, duduk bersamanya, tetapi dia tidak mampu menghafalkan ilmu, maka orang tersebut masih mendapatkan tujuh kemuliaan.”
Berikut adalah beberapa kemuliaan menurut Abu Laits Samarqandi:
Mendapat Keutamaan Menuntut Ilmu dan Terjaga dari Dosa
Keutamaan pertama yang disebutkan oleh Abu Laits Samarqandi adalah mendapatkan keutamaan para penuntut ilmu: أَولُهَا: يَنَالُ فَضْلَ الْمُتَعَلِٝمِيْنَ (Mendapatkan keutamaan orang-orang yang belajar). Selama seseorang duduk bersama ulama, ia turut terangkat derajatnya sebagaimana derajat para penuntut ilmu, meskipun ia tidak menguasai ilmu tersebut secara langsung. Keutamaan kedua adalah tercegah dari dosa dan kesalahan selama ia duduk bersama ulama: وَالْثَانِي: مَا دَامَ جَالِسًا عِنْدَهُ كَانَ مَحْبُوسًا عَنِ الْذُنُوبِ وَالْخَطَأِ (Selama masih duduk bersama orang alim, maka dia tercegah dari dosa dan kesalahan).
Turunnya Rahmat Sejak Keluar Rumah dan Mendapat Keberkahan Majelis
Keutamaan ketiga dan keempat adalah berkaitan dengan turunnya rahmat Allah. Ketika seseorang keluar dari rumahnya untuk menuju tempat orang alim, rahmat Allah akan turun kepadanya. Sebagaimana penjelasan dalam lafadz وَالْثَالِثُ: إِذَا خَرَجَ مِنْ مَنْزِلِهِ تَنْزِلُ عَلَيْهِ الْرَّحْمَةُ (Ketika keluar dari rumahnya maka rahmat turun kepadanya). Dan ketika ia duduk bersama orang alim, rahmat Allah juga turun kepada mereka, serta ia mendapatkan keberkahan karena kebersamaan tersebut: وَالْرَابِعُ: إِذَا جَلَسَ عِنْدَهُ فَتَنْزِلُ عَلَيْهِمُ الْرَّحْمَةُ فَتُصِيبُهُ بِبَرَكَتِهِمْ.
Kesimpulannya, janganlah kita berkecil hati jika merasa sulit dalam menghafal atau memahami sebuah ilmu. Proses mendatangi majelis ilmu dan duduk bersama para ulama itu sendiri sudah merupakan ibadah yang mendatangkan kemuliaan serta rahmat dari Allah SWT. Semoga bermanfaat.
Penjawab: Ghina Farhanah
