Ikuti Kami

Subscribe

Muslimah Talk

Ngaji KUPI: Pelaku Kejahatan Seksual Tidak Hanya dari Orang Asing

Pelaku seksual orang asing

BincangMuslimah.Com – Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang diadakan pertama kali tahun 2017 tetap melanjutkan perjuangan mereka terhadap hak-hak perempuan dan anak. Kumpulan ulama perempuan yang terlibat dalam KUPI bersama Swararahima.com saat ini sedang berupaya dalam pengawalan agar RUU Penghapusan Kekerasan Seksual disahkan. Kali ini, mereka menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman melakukan pendampingan korban kekerasan seksual.

Nurul Sugiati adalah salah satu narasumber yang telah berpengalaman mendampingi korban kekerasan sejak 2003 di Sumenep. Banyak sekali fakta dan data yang menunjukkan bahwa kasus kejahatan dan kekerasan seksual masih begitu tinggi. Lebih parahnya lagi, pemahaman masyarakat terhadap korban yang masih melakukan stigma negatif menjadikan kasus ini tidak menjadi masalah serius.

Ternyata, para pelaku kekerasan seksual tidak hanya dari orang asing, tapi juga dari orang-orang terdekat. Bahkan parahnya lagi, tuturnya, pelaku adalah ayah kandung sendiri, paman, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan guru. Orang-orang yang harusnya menjadi pelindung justru menjadi pelaku kekarasan seksual. Ketimpangan relasi gender dan ketidapedulian masyarakat terhadap kasus ini menjadikan kekerasan seksual tidak masuk pada hal yang serius.

Mayoritas masyarakat masih memberi stigma negatif dan tidak memberi perlindungan terhadap korban. Bahkan keluarga sendiri, terlebih jika pelakunya masih keluarga dekat atau tokoh di daerahnya. Meski telah diatur dalam pasal KUHP no. 285 tentang pelaku pemerkosaan yang diancam dengan 12 tahun penjara. Tapi fakta lapangannya, pelaku sering mendapatkan hukuman yang tidak setimpal dan ringan. Sekitar 35,8 % masyarakat menghendaki hukuman 10-15 tahun penjara, tapi faktanya, pelaku hanya dipenjara 5 tahun lamanya.

Berdasarkan pengalaman dari Nurul Sugiati, banyak korban yang tidak mau diteruskan kasusnya di pihak kepolisian karena ia mendapatkan tekanan dari pelaku. Terlebih jika pelaku merupakan orang terdekat atau orang yang punya relasi kuasa. Alasan lain adalah ketidakpercayaan pada aparat dan pemangku kebijakan. Pengalaman masyrakat yang sering diremehkan oleh kepolisian menyebabkan adanya stigma negatif yang disematkan kepada pihak kepolisian.

Fakta mengenai pelaku kekerasan seksual yang bukan hanya dari orang asing, melainkan sering berasal dari orang terdekat sangatlah miris. Edukasi mengenai upaya pencegahan kekerasan seksual perlu ditanamkan sejak dini. Anak-anak, orang tua, pendidik, perlu ditanamkan pemahaman soal ini. Begitu juga perlu adanya regulasi untuk memberi hukuman yang jera pada pelaku, dan perlindungan pada korban. Negara perlu turut andil untuk mengurangi kasus-kasus kekerasan seksual dan memberi payung hukum agar kejadian ini tidak terus berulang.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan terhadap korban perlu digencarkan lagi. Ini menjadi pekerjaan bersama untuk menghadirkan edukasi dan penanaman nilai-nilai kepada masyarakat. Tidak mudah memang, tapi pelan-pelan tentu ini akan berhasil.

 

Rekomendasi

Aktivis Perempuan, kekerasan pada perempuan, hubungan abusive Aktivis Perempuan, kekerasan pada perempuan, hubungan abusive

Direktur AMAN Indonesia, Sayangkan Kekerasan Pada Aktivis Perempuan

menolak berhubungan seksual menolak berhubungan seksual

Benarkah Hanya Perempuan yang Dilaknat Jika Menolak Hubungan Seksual?

Aktivis Perempuan, kekerasan pada perempuan, hubungan abusive Aktivis Perempuan, kekerasan pada perempuan, hubungan abusive

Kenapa Perempuan Sulit Keluar dari Hubungan Abusive?

menolak ruu-pks, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menolak ruu-pks, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Catatan Bagi Orang-Orang yang Menolak RUU-PKS

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan

Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan

Keluarga

jilbab hijab kerudung bahasa jilbab hijab kerudung bahasa

Apa Bedanya Jilbab, Hijab, dan Kerudung, dalam Kajian Bahasa?

Kajian

bercerai masih satu rumah bercerai masih satu rumah

Sudah Bercerai Tapi Masih Satu Rumah, Bagaimana Hukumnya?

Keluarga

Ini Syarat Qira’ah Sab’ah Bisa Dijadikan Hujjah dan Diamalkan

Kajian

karakter perempuan yang harus diperhatikan perempuan haid karakter perempuan yang harus diperhatikan perempuan haid

Ini Lima Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram

Ibadah

tipe laki-laki tipe laki-laki

Hukum Menikahi Anak Tiri Menurut Islam

Kajian

Tradisi Tengka Tradisi Tengka

Nyai, Sebutan Bagi Ulama Perempuan Penjaga Tradisi Tengka Di Madura

Kajian

Amplop” Hadiah Pernikahan Amplop” Hadiah Pernikahan

“Amplop” Hadiah Pernikahan, Bagaimana Hukumnya? Ini Kata Buya Yahya

Ibadah

Trending

Doa Akhir Tahun Menurut Doa Akhir Tahun Menurut

Keutamaan Membaca Dzikir di Awal Sepuluh Dzulhijjah

Ibadah

Doa Akhir Tahun Menurut Doa Akhir Tahun Menurut

Zikir yang Dibaca pada Hari Arafah dan Keutamaannya

Ibadah

Nur Rofiah Penggagas gender Nur Rofiah Penggagas gender

Dr. Nur Rofiah: Penggagas Keadilan Gender Perspektif Alquran

Muslimah Daily

Mengqadha Puasa hari arafah Mengqadha Puasa hari arafah

Pengertian Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Serta Niat Melaksanakannya

Ibadah

berkurban hewan yang pincang berkurban hewan yang pincang

Bolehkah Berkurban dengan Hewan yang Pincang?

Kajian

Takbir Idul Fitri adha Takbir Idul Fitri adha

Perbedaan Takbir Idul Fitri dan Idul Adha

Kajian

kalimat pada anak doa kalimat pada anak doa

Berhati-hatilah Melontarkan Kalimat pada Anak, Bisa Jadi Doa

Keluarga

Marital Rape ada mitos Marital Rape ada mitos

Marital Rape, Ada atau Hanya Mitos?

Muslimah Talk

Connect