Ikuti Kami

Subscribe

Muslimah Talk

Legenda “Cinderella”, Bentuk Domestikasi Perempuan

legenda cinderella domestikasi perempuan
gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Siapa yang tidak kenal dengan cerita legenda di masyarakat tentang si upik abu atau yang dikenal dengan cinderella, mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Secara singkat dongeng tersebut menceritakan tentang kesedihan seorang perempuan yatim piatu yang hidup dengan ibu tiri dan saudaranya yang kejam.  Mereka memperlakukan cinderella sebagai seorang pelayan rumah karena tugas dan kewajibannya hanya sekedar untuk menjadi pembantu rumah tangga. Legenda ini merupakan salah satu bentuk domestikasi perempuan.

Ketika membahas perempuan selalu ada saja isu-isu yang melekat kepada kaum hawa dari A-Z seolah perempuan pantas untuk dikomentari oleh masyarakat. Berbagai spekulasi yang menyitari kehidupan perempuan sehingga setiap pembahasan mengenai perempuan selalu hangat untuk diperbincangkan karena dianggap remeh.

Banyak kasus beragam yang dialami oleh perempuan dan itu terjadi di setiap belahan dunia. Bahkan kita tak perlu melihat dari kejauhan cukup lihat saja di lingkungan sekitar ternyata faktanya masih ada banyak kasus yang ringan hingga kasus berat bahkan sampai dengan merenggut nyawa.  

Cikal bakal julukan “si upik abu” untuk perempuan sebenarnya kesalahan sejak zaman dahulu yang tertanam di dalam setiap keluarga karena tidak berlakukanya kesetaraan gender.Jika kita melihat dan mengamati sejak kecil, perempuan sudah memiliki permasalahan karena konstruk sosial yang ada di dalam masyarakat seperti adanya perbedaan pembagian tugas rumah dengan anak laki-laki.

Anak perempuan dianggap memiliki kewajiban untuk mengikuti jejak sang ibu yang harus  mengurus segala kebutuhan rumah seperti membersihkan, merapihkan, dan menyiapkan segala hal tentang rumah selama 24 jam seperti kisah Cinderella. Anak perempuan karena harus membantu ibunya maka hak untuk bermain dengan teman seusianya menjadi terbatas tidak seperti anak laki-laki yang bebas tanpa batas.

Ketidakadilan ini tidak hanya sampai di masa anak-anak saja tetapi perempuan ketika sudah dewasa pun tetap memikul beban tersebut bahkan permasalahannya semakin menumpuk karena adanya standar menantu idaman yang harus ahli dalam segala hal atau dalam istilah orang Jawa sering mengatakan “dapur, kasur, sumur” yang menganggap aktifitas dan kewajiban perempuan terbatas hanya sampai di situ saja.

Ahli dalam segala hal mungkin bisa saja dilakukan oleh perempuan karena sudah terbiasa sejak kecil mengerjakan segala hal dalam waktu yang bersamaan. Hal itu membuat perempuan menjadi multitasking atau tugas ganda sekalipun perempuan itu berkarir atau ibu rumah tangga. Tetapi tetap saja setelah baik dalam segala hal masih saja kurang dihargai karena statusnya sebagai “perempuan” yang diremehkan dan dianggap tidak layak untuk produktif. 

Perempuan bebas memilih sesuai dengan keinginannya tidak melulu harus didikte oleh sebagian kalangan yang tidak ingin perempuan itu maju dalam pendidikan dan karier. Apapun pilihannya mau itu sebagai ibu rumah tangga atau perempuan berkarier bahkan untuk memilih keduanya serahkan kepada pilihan perempuan tanpa adanya paksaan dari berbagai pihak karena perempuan berhak untuk mendapatkannya.

Sebagian orang mungkin memandang perempuan tidak pantas untuk memilih pilihan yang tidak sesuai dengan kebiasaan pada umumnya. Masyarakat memandang perempuan setelah menikah kodratnya hanya sebatas sebagai ibu rumah tangga saja dan tidak berhak memiliki aktifitas dan kewajiban yang lain apalagi yang dapat membuat perempuan menjadi semakin berkelas. Sejatinya kodrat perempuan itu hanya menstruasi, mengandung, melahirkan, dan menyusui selebihnya itu bukanlah kodrat seorang perempuan dan bukan menjadi kewajibannya. 

Kodrat perempuan itu merupakan ketentuan dari Tuhan yang tidak dapat diubah atau ditukar atau bahkan dipindahtangankan kepada laki-laki. Kodrat perempuan itu bersifat mutlak hanya perempuan saja yang bisa dan mampu untuk melakukan itu. Selebihnya ada yang mengatakan kodrat perempuan bukan hanya itu saja, bukanlah kodrat perempuan sesungguhnya, melainkan hanya sekedar spekulasi yang sudutkan kepada perempuan.

Selama ini sebagian masyarakat kurang memahami apa saja kodrat perempuan dan kodrat laki-laki sehingga kekeliruan tersebut dibiarkan begitu saja dan menjadi sistem sosial yang berkembang di dalam masyarakat. Pada saat perempuan tidak memilih sesuai dengan kodratnya yang sebenarnya itu “bukan kodrat”, seperti melakukan pekerjaan domestik, perempuan akan dilabeli sebagai perempuan atau ibu yang salah atau tidak baik. Meskipun perempuan memilih untuk menjadi ibu rumah tangga itu bukan berarti perempuan harus dihina, diremehkan, atau tidak dihargai.

Padahal jika kita mengetahui yang sebenarnya kurangnya edukasi di masyarakatlah yang menempatkan perempuan dalam ketidak berdayaan dan ketidak adilan, maka dari itu pentingnya edukasi di dalam masyarakat agar tidak salah dalam bertindak dan tidak mudah untuk menjuluki perempuan dengan seenaknya tanpa di konfirmasi kembali apa benar itu kodrat sesungguhnya atau bukan agar kesetaraan dapat berlaku bagi perempuan.

Rekomendasi

hadis perempuan penduduk neraka hadis perempuan penduduk neraka

Bincang Hadis, Perempuan Penduduk Neraka Terbanyak

juna hate speech perempuan juna hate speech perempuan

Chef Juna: Perempuan Memiliki Hak atas Tubuhnya dan Hate Speech yang Menimpa Perempuan

perempuan afghanistan taliban berubah perempuan afghanistan taliban berubah

Skeptis Terhadap Masa Depan Perempuan Afghanistan: Bisakah Taliban Berubah?

Literasi Agama ulama taliban Literasi Agama ulama taliban

Prof. Musdah Mulia: Pentingnya Membangun Literasi Agama untuk Ulama Taliban

Atu Setiati
Ditulis oleh

1 Komentar

1 Comment

    Komentari

    Terbaru

    cairan kuning setelah haid cairan kuning setelah haid

    Menyikapi Cairan Kuning yang Keluar Setelah Haid

    Kajian

    Perbedaan Kata Membasuh mengusap Perbedaan Kata Membasuh mengusap

    Perbedaan Kata Membasuh dan Mengusap pada Rukun Wudhu

    Kajian

    piagam madinah falsafah hidup piagam madinah falsafah hidup

    Piagam Madinah, Falsafah Hidup Berbangsa dan Bernegara

    Khazanah

    Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar

    Melaksanakan Pernikahan di Bulan Shafar, Benarkah Tidak Boleh?

    Kajian

    aksi dokter sperma makanan aksi dokter sperma makanan

    Aksi Dokter Campur Sperma ke Makanan; Kejahatan Seksual Terhadap Perempuan

    Muslimah Talk

    murtad wajib mengqadha shalat murtad wajib mengqadha shalat

    Murtad Lalu Beriman Lagi, Wajib Mengqadha Shalat?

    Kajian

    koma wajibkah menqadha shalatnya koma wajibkah menqadha shalatnya

    Pasien Covid-19 Koma, Wajibkah Ia Mengqadha Shalat Setelah Sembuh?

    Kajian

    hadis perempuan penduduk neraka hadis perempuan penduduk neraka

    Bincang Hadis, Perempuan Penduduk Neraka Terbanyak

    Kajian

    Trending

    makna sekufu dalam pernikahan makna sekufu dalam pernikahan

    Memilih Pasangan; Ikhtiar Menuju Pernikahan

    Keluarga

    anak menolong orang tuanya anak menolong orang tuanya

    Bisakah Seorang Anak Menolong Orang Tuanya di Akhirat?

    Keluarga

    Pakaian di Masa Rasulullah Pakaian di Masa Rasulullah

    Pakaian di Masa Rasulullah (2)

    Kajian

    Perundungan perempuan pengalaman biologis Perundungan perempuan pengalaman biologis

    Perundungan Terhadap Perempuan karena Pengalaman Biologis

    Muslimah Talk

    mahram mertua cerai pasangan mahram mertua cerai pasangan

    Status Mahram Mertua Pasca Cerai dari Pasangan

    Keluarga

    Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan

    Bagaimana Seharusnya Menentukan Kriteria Sekufu dalam Pernikahan?

    Kajian

    Bagaimana Islam Memandang Konsep Childfree?

    Kajian

    janda stigma negatif melekat janda stigma negatif melekat

    Janda dan Stigma Negatif yang Melekat

    Muslimah Talk

    Connect