Ikuti Kami

Subscribe

Khazanah

Fitham Binti Syajnah : Otak dari Pembunuhan Ali Ibn Abi Thalib

BincangMuslimah.Com – Ibnul Jauzi dalam kitabnya Dzamm al-Hawa menceritakan kisah cinta Fitham, perempuan dari bani Tamim dengan kekasihnya yang bernama Ibn Muljam, seorang penghafal Qur’an yang membunuh Khalifah Ali Ibn Abi Thalib.

Setelah perang Shiffin berakhir, Ibnu Muljam mulai memberontak karena tidak sependapat dengan perjanjian yang telah disepakati oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib dengan Muawwiyah bin Abu Sufyan. Bahkan Ibnu Muljam sempat menyampaikan ketidak setujuannya tersebut dengan mengutip ayat Al-Qur’an, ia menyebutkan bahwa kesepakatan Khalifah Ali dan Muawwiyah tidak sesuai dan menyalahi syari’at Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw.

Perbedaan pendapat ini akhirnya membuat Ibnu Muljam memutuskan untuk keluar dari barisan Khalifah Ali dan kemudian bergabung dengan kelompok Khawarij.

Saat Ibnu Muljam datang ke Kufah, ia melihat perempuan dari bani Tamim Ar-Rabbab yang bernama Fitham (ada yang menyebutnya Qatham) binti Syajnah bin Adi. Kecantikannya yang masyhur di tengah kaum muslimin berhasil merebut hatinya.

Ketika Ibnu Muljam melihatnya, dia jatuh cinta lalu melamarnya. Fitham menjawab, “Aku tidak akan menikah denganmu kecuali dengan syarat mahar 3000 dinar dan membunuh Ali bin Abi Thalib”. Syarat dari Fitham ini semakin membuat Ibn Muljam yakin akan keputusannya membunuh Ali Ibn Abi Thalib.

Selain karena kefanatikannya terhadap agama yang membuatnya beranggapan Ali Ibn Abi Thalib dan Mu’awiyah sesat karena tidak mengikuti hukum Allah yang termaktub dalam al-Qur’an, Fitham sang perempuan idaman juga menginginkan pembunuhan Ali sebagai syarat pernikahan mereka.

Dengan mantap ia menjawab “Kau akan mendapatkan yang engkau mau. Demi Allah, tidaklah aku datang ke tempat ini kecuali dengan niat untuk membunuh ‘Ali.” Tentang hal ini, seorang penyair berkata,

لم أر مهرا ساقه ذو سماحة … كمهر قطام بيننا غير معجم
ثلاثة آلاف وعبد وقينة … وقتل علي بالحسام المصمم
فلا مهر أغلى من علي وإن غلا … ولافتك إلا دون فتك ابن ملجم

Aku tidak melihat mahar yang dibawa oleh orang yang punya kehormatan

Seperti mahar Qatham yang sedemikian jelas tidak samar

Mahar 3000 dinar, hamba sahaya, biduanita
Dan membunuh Ali dengan pedang yang tajam

Tidak ada mahar yang lebih mahal dari Ali meskipun berlebihan

Tidak ada kebengisan yang Melebihi kebengisan Ibnu Muljam

Pernikahanpun dilaksanakan, semenjak saat itu Fitham selalu menyemangati suaminya untuk mengeksekusi niatnya. Ia menyertakan seorang laki-laki dari kaumnya bernama Wardan untuk menemani suaminya melaksanakan misi pembunuhan tersebut. Tak lupa, ia merekrut Syabib Ibn Barjah yang merupakan veteran perang Nahrawan untuk memuluskan rencananya.

Jadilah rencana jahat itu disusun, setelah berkumpul dan melakukan perundingan di Makkah, pada akhirnya mereka merencanakan pembunuhan terhadap tiga tokoh sahabat di waktu yang bersamaan. Dalam Thabaqat al-Kubra, Ibnu Saad menyampaikan bahwa Ibnu Muljam ditemani Wardan dan Syabib bertugas untuk membunuh Ali bin Abi Thalib, Barak bin Abdillah at-Tamimi bertugas membunuh Muawiyah dan Amr bin Bukair at-Tamimi bertugas membunuh Amr bin ‘Ash.

Tanggal 17 Ramadhan 40 H, sesuai intruksi dari Ibn Muljam, mereka mulai melancarkan aksi masing-masing. Saat adzan Subuh dikumandangkan, seperti biasa Khalifah Ali membangunkan kaum muslimin untuk Shalat di Masjid. Ketika shalat didirikan, di sujud terakhir pada rakaat pertama, ketika khalifah Ali hendak berdiri untuk rakaat kedua, Ibn Muljam menghunus pedang beracunnya ke pelipis Ali Ibn Abi Thalib. Sebelum itu, ia sempat mengatakan “Tidak ada hukum kecuali milik Allah, bukan milikmu dan sahabat-sahabatmu wahai Ali!” ia kemudian membaca ayat:

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya (Q.S Al-Baqarah: 207)

Wardan terbunuh dalam pengejaran. Sementara Syabib berhasil meloloskan diri dan Ibnu Muljam tertangkap oleh kaum muslimin. Tiga hari setelah kejadian tersebut, tepatnya pada tanggal 21 Ramadhan, Ali Ibn Abi Thalib menghembuskan nafas terakhirnya.

Di tempat lain, Barak menusuk Muawiyah yang sedang mengimami shalat subuh. Muawiyah terluka di bagian pinggang tapi serangan itu tak sampai membunuhnya. Sementara Amr bin Bakr salah dalam targetnya. Padahal ia telah menunggu ‘Amr Ibn Ash dari balik mihrab akan tetapi pada saat itu, ‘Amr tidak bisa mengimami shalat karena sedang diare sehingga Imam penggantinya yang bernama Kharijah bin Abu Habib pun terbunuh di tangan ‘Amr Ibn Bukair. Ketiga Khawarij ini berhasil ditangkap dan dihukum mati.

Sebagaimana diketahui, kelompok khawarij merupakan kelompok ekstrimis pada masa awal Islam. Pada masa ini, kelompok yang menamai dirinya sebagai khawarij memang tidak ada. Namun sikap dan pandangan yang ekstrimis barangkali masih kuat mengakar sampai sekarang. Sikap ekstrimis ini, memandang diri mereka sebagai orang yang paling benar dan islami sedangkan kelompok lain dipandang salah dan sesat hingga bagi mereka menumpahkan darah kelompok selain mereka adalah sesuatu yang diperbolehkan. Semoga kita semua dijauhkan dari sikap yang seperti itu. Amiin.

Rekomendasi

Avatar
Ditulis oleh

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat dan mahasiswa Pasca Sarjana UIN Jakarta Minat Kajian Tafsir dan Hadis Nabawi

Komentari

Komentari

Terbaru

Belajar Islamic Parenting Bareng Islamedu, Buruan Daftar!

Keluarga

Bagi Musafir Sebaiknya Puasa Bagi Musafir Sebaiknya Puasa

Bagi Musafir, Sebaiknya Puasa Saja Atau Tidak?

Kajian

Ketentuan Puasa Ramadhan Bagi Ketentuan Puasa Ramadhan Bagi

Ketentuan Puasa Ramadhan Bagi Musafir

Kajian

Kenapa Masih Ada Maksiat Di Bulan Ramadhan Padahal Setan Dibelenggu?

Kajian

Hukum Puasa Bagi Lansia Hukum Puasa Bagi Lansia

Hukum Puasa Bagi Lansia

Kajian

Masih Punya Hutang Puasa Masih Punya Hutang Puasa

Macam-macam Doa Berbuka yang Diajarkan Rasulullah

Ibadah

Mamah Dedeh Dai Perempuan Mamah Dedeh Dai Perempuan

Mamah Dedeh: Dai Perempuan Legendaris Indonesia

Khazanah

puasa tapi tidak shalat puasa tapi tidak shalat

Puasa Tapi Tidak Shalat, Apakah Puasanya Sia-sia?

Kajian

Trending

amalan nisfu sya'ban amalan nisfu sya'ban

Lakukan Tiga Amalan Ini di Malam Nisfu Sya’ban

Ibadah

nikah institute nikah institute

Menikah dengan Kesiapan Ala Nikah Institute

Muslimah Daily

perempuan harus mandiri perempuan harus mandiri

Sebuah Opini: Mengapa Perempuan Harus Mandiri dan Kuat Menjalani Hidup?

Diari

berpuasa di bulan sya'ban berpuasa di bulan sya'ban

Alasan Rasulullah Banyak Berpuasa di Bulan Sya’ban

Ibadah

Youcast: Belajar Self Love dari Qoriah Internasional

Video

Ghosting dalam Hubungan Ghosting dalam Hubungan

Ghosting dalam Hubungan, Kenapa Lebih Menyakitkan daripada Putus?

Muslimah Daily

Pray the Devil Back Pray the Devil Back

Pray the Devil Back to Hell, Cerita Powerfull Perempuan Mengusung Perdamaian

Khazanah

taubatnya seorang putri pembesar taubatnya seorang putri pembesar

Taubatnya Seorang Putri Pembesar Kabilah Arab

Kajian

Connect