Ikuti Kami

Keluarga

Pentingnya Pola Pengasuhan yang Sadar Kesehatan Reproduksi Remaja

kesehatan reproduksi remaja
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Berbicara tentang kesehatan reproduksi bagi remaja, ia bukan hanya tentang alat reproduksi yang dimiliki oleh laki-laki dan perempuan saja, tetapi juga meliputi aspek fisik, psikis, mental, dan sosial yang tak jarang masih banyak diabaikan oleh orang-orang di sekitar kita. Sehat disini bukan hanya dimaknai sebagai tidak adanya penyakit atau gangguan dalam sistem, fungsi, dan proses reproduksi, tetapi sehat secara pemahaman dan kesadaran akan pentingnya reproduksi.

Tak jarang masyarakat masih menganggap tabu pembahasan seksualitas kepada anak-anaknya, namun sayangnya hal ini menjadi salah satu penyebab banyaknya anak-anak dan remaja yang mendapat informasi tidak tepat, bahkan mencoba melakukan hal-hal baru yang merugikan dirinya. Dalam membahas kesehatan reproduksi, seperti yang dijelaskan dalam buku Mengupas Seksualitas karya Musdah Mulia, ada tiga hal pokok pembahasan yang harus diperhatikan.

Pertama, sehat secara fisik

Sehat secara fisik mencakup tentang tidak tertular penyakit, tidak mengalami dan menyebabkan kehamilan yang tak diinginkan, tidak menyakiti pasangan, dan tidak merusak kesehatan orang lain.

Kedua, sehat secara psikis

Sehat secara psikis meliputi tidak adanya gangguan psikis berupa kecemasan yang berhubungan dengan organ seksual dan fungsi reproduksi, mempunyai nilai-nilai yang kuat dan tidak mudah terjebak dalam godaan, menguasai informasi tentang seksualitas, mampu mengambil keputusan, dan tidak di bawah tekanan atau kendali orang lain.

Ketiga, sehat secara sosial

Sehat secara sosial maksudnya adalah mampu mempertimbangkan dan menyesuaikan nilai yang ada di sekitarnya, baik berupa ajaran agama, budaya, dan sosial dalam membina relasi yang setara dan harmonis, serta tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma hukum.

Dalam mencapai ketiga hal tersebut, tentu saja membutuhkan pola pengasuhan tepat yang harus dilakukan orang tua. Penjelasan tentang hak dan kesehatan reproduksi hendaknya diberikan sejak usia dini. Hal ini bertujuan agar mereka tidak panik saat bertumbuh remaja karena telah dibekali pengetahuan yang cukup tentang hak dan kesehatan reproduksi sesuai kapasitas dan tingkat usia mereka.

Baca Juga:  Kiat-kiat Membangun Keluarga Islami  

Misalnya pada anak usia 0 – 13 tahun, mereka banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah. Pada kesempatan ini sebaiknya orangtua memanfaatkannya untuk mengajarkan nilai dan norma kehidupan, juga memperkenalkan anatomi tubuh dan fungsi organ seksual yang mereka miliki serta memberi informasi bagaimana seharusnya dijaga.

Kemudian anak suia 14-18 diberi pengetahuan tentang hak dan kesehatan reproduksi, pendidikan reproduksi harus lebih intens lagi dilakukan saat anak beranjak remaja.

Pada masa ini, mereka berada pada usia yang masih muda, namun organ-organ seksual sudah siap bereproduksi. Rasa ingin tahu dan mencoba hal  baru yang tinggi, jika tidak diimbangi dengan pengetahuan yang menyeluruh, hal tersebut bisa berdampak pada terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, perkawinan dini, bahkan aborsi.

Tingkat pengetahuan remaja tentang seksualitas dan hak kesehatan reproduksi terbilang masih rendah, apalagi ditambah dengan bumbu-bumbu mitos yang keliru mengenai reproduksi. Tak sedikit dari mereka yang menganggap kehamilan tidak akan terjadi pada saat hubungan seks yang pertama. Bahkan ada satu pengakuan yang pernah saya dengar dari akun youtube buka praktik ‘Gritte Agatha’ bahwa ada seorang remaja yang tidak tahu sama sekali akibat dari perbuatan tersebut.

Resiko komplikasi kehamilan pada remaja akan jauh lebih besar apabila terjadi kehamilan di luar pernikahan. Pada kondisi ini, kemungkinan mereka tidak akan mencari akses pelayanan kehamilan yang resmi. Bahkan untuk menghindari gunjingan masyarakat, bisa jadi mereka akan melakukan aborsi yang tidak aman dengan mendatangi tukang urut, dukun beranak, atau minum segala macam obat yang membahayakan nyawa.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, tentu saja remaja harus dibekali informasi yang benar dan komprehensif tentang hak dan kesehatan reproduksi. Pilihan dan keputusan yang diambil oleh seorang remaja pasti tergantung pada kualitas dan kuantitas informasi yang mereka miliki.

Baca Juga:  Tiga Tips Menjadi Istri Salihah dalam Islam

Hal ini sesuai dengan hasil survey yang dilakukan WHO di beberapa negara yang memperlihatkan bahwa adanya informasi yang baik dan benar dapat menurunkan permasalahan reproduksi pada remaja. Maka langkah awal yang harus dilakukan sebagai bentuk pencegahan adalah dengan berkomunikasi, menginformasi, dan mengedukasi mereka dengan tegas dan lugas mengenai penyebab dan konsekuensi perilaku seksual. Bahkan jika terlanjur pada terjadinya kehamilan yang tak diinginkan (KTD) atau tertular penyakit seksual.

Mereka harus diberi informasi tentang sarana pelayanan yang bersedia menolongnya. Ini menjadi hal yang harus diperhatikan bagi semua orang, terutama orangtua. Kenakalan pada remaja bisa saja terjadi karena kelalaian pola asuh orangtua. Dan kewajiban penjagaan orangtua terhadap anaknya merupakan pesan dan amanah dari surat At-Tahrim ayat 6, Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka’.

Rekomendasi

mengkritik anak depan umum mengkritik anak depan umum

Mengkritik Anak di Depan Umum Adalah Bentuk Kekerasan

rasulullah menegur pilih kasih rasulullah menegur pilih kasih

Saat Rasulullah Menegur Sahabatnya yang Pilih Kasih terhadap Anak Lelakinya

Pendidikan akhlak anak Pendidikan akhlak anak

Nilai Pendidikan Akhlak bagi Anak Menurut Syeikh Nawawi al-Bantani

maksud dari cahaya dua Parenting Islami maksud dari cahaya dua Parenting Islami

Parenting Islami: Bentuk Partisipasi Orang Tua kepada Anak

Ditulis oleh

Alumni Pesantren Al-Ishlah Tajug dan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Bercita-cita menjadi manusia yang muslihah dan menebar manfaat seluas-luasnya sesuai kemampuannya. Saat ini tergabung dalam komunitas Puan Menulis.

Komentari

Komentari

Terbaru

Benarkah Janin yang Gugur Menjadi Syafaat Bagi Orang Tuanya Kelak?

Kajian

pendarahan sebelum melahirkan nifas pendarahan sebelum melahirkan nifas

Pendarahan Sebelum Melahirkan, Apakah Termasuk Nifas?

Kajian

berjilbab kasih sayang Allah berjilbab kasih sayang Allah

Ajaran Berjilbab, Bentuk Kasih Sayang Allah kepada Perempuan

Kajian

faqihuddin abdul kodir mubadalah faqihuddin abdul kodir mubadalah

Faqihuddin Abdul Kodir, Aktivis Penggiat Keadilan Gender Lewat Metode Mubadalah

Muslimah Talk

Hubungan Gender dan Tafsir Agama Menurut Quraish Shihab

Kajian

pakaian terbuka perempuan dilecehkan pakaian terbuka perempuan dilecehkan

Habib Ali al-Jufri: Pakaian Terbuka Bukan Menjadi Sebab Perempuan Dilecehkan

Kajian

amalan meringankan sakaratul maut amalan meringankan sakaratul maut

Amalan untuk Meringankan Penderitaan Sakaratul Maut

Ibadah

Frugal living Rasulullah Frugal living Rasulullah

Frugal Living ala Rasulullah

Khazanah

Trending

istihadhah shalat sunah fardhu istihadhah shalat sunah fardhu

Bolehkah Perempuan Istihadhah Shalat Sunah dengan Wudhu Shalat Fardhu?

Ibadah

perempuan tulang rusuk laki-laki perempuan tulang rusuk laki-laki

Tafsir An-Nisa Ayat 1; Benarkah Perempuan Berasal dari Tulang Rusuk Laki-laki?

Kajian

Benarkah Janin yang Gugur Menjadi Syafaat Bagi Orang Tuanya Kelak?

Kajian

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Memberi nama baik bayi Memberi nama baik bayi

Mengapa Disunnahkan Memberi Nama yang Baik untuk Bayi?

Ibadah

angin vagina membatalkan wudhu angin vagina membatalkan wudhu

Apakah Angin yang Keluar dari Vagina Dapat Membatalkan Wudhu?

Ibadah

doa menjelang persalinan rasulullah doa menjelang persalinan rasulullah

Doa Menjelang Persalinan dari Rasulullah untuk Fatimah

Ibadah

Makna aurat buya syakur Makna aurat buya syakur

Empat Makna Aurat Menurut Buya Syakur Yasin

Kajian

Connect