Ikuti Kami

Subscribe

Keluarga

Alasan Pentingnya Orang Tua Menguasai Cara Mendidik Anak dalam Islam

Happy family celebrating during party. They are enjoying at back yard.

BincangMuslimah.Com – Sebelum memahami tentang cara mendidik anak dalam Islam, orang tua perlu mengetahui terlebih dahulu alasannya. Pendidikan anak adalah hal yang penting untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Mengapa demikian? Sebab, anak menduduki posisi penting dalam kehidupan, baik dalam keluarga atau dalam kehidupan masyarakat. Anak adalah generasi pelanjut dari satu generasi.

Dalam Al-Quran dan Terjemahnya, Saudi Arabiah: Mujamma’ al-Malik Fahd li Tiba’at Mushhaf al-Syarif Medinah al-Munawwarah milik Departemen Agama RI disebutkan bahwa Al-Qur’an memberi kedudukan yang penting dalam kehidupan anak.

Hal tersebut terbukti dengan adanya berbagai macam istilah yang digunakan dalam Al-Qur’an. Sebagai misal, dalam surah Al-Kahfi (18) Ayat 46 disebutkan bahwa anak adalah perhiasan dalam kehidupan dunia.

ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

Al-mālu wal-banụna zīnatul-ḥayātid-dun-yā, wal-bāqiyātuṣ-ṣāliḥātu khairun ‘inda rabbika ṡawābaw wa khairun amalā

Artinya: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Tercantum pula tentang kehidupan anak dalam Qur’an Surat Ali ‘Imran (3) Ayat 14 sebagai berikut:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

Zuyyina lin-nāsi ḥubbusy-syahawāti minan-nisā`i wal-banīna wal-qanaṭīril-muqanṭarati minaż-żahabi wal-fiḍḍati wal-khailil-musawwamati wal-an’āmi wal-ḥarṡ, żālika matā’ul-ḥayātid-dun-yā, wallāhu ‘indahụ ḥusnul-ma`āb

Artinya: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”

Selain kedua ayat tersebut, masih banyak ayat yang lain yang memberikan gambaran betapa pentingnya kedudukan anak.
Anak-anak digambarkan sebagai perhiasan, sesuatu yang sangat berharga. Sesuatu yang sangat berharga membutuhkan perlindungan dan pemeliharaan yang sungguh-sungguh.

Anak-anak adalah obyek kecintaan seseorang. Maka dari itu, para orang tua mesti memahami alasan pentingnya mengetahui mengapa cara mendidik anak dalam Islam mesti dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Abdullah Nashih Ulwan dalam Pendidikan Anak dalam Islam (2007) menuliskan bahwa dalam hati orang tua akan tumbuh perasaan cinta terhadap anak dan tumbuh pula perasaan-perasaan psiko-logis lainnya.

Perasaan tersebut bisa berupa perasaan kebapakan dan perasaan keibuan untuk memelihara, mengasihi, menyayangi, dan memperhatikan anak. Untuk itu, cara mendidik anak bisa dijadikan fondasi untuk melaksanakannya. Betapa berharganya kehadiran anak dalam Al-Qur’an sebab disamakan dengan perhiasan dan dianggap sebagai penyejuk hati.

Sayangnya, banyak media yang memberitakan ada saja orang tua yang tega membunuh anaknya tiga orang dengan jalan meracuni. Alasannya hanya karena orang tua takut masa depan anaknya yang tidak jelas sebab ditinggalkan oleh suaminya.
Ada juga orang tua yang tega membuang bayinya di drainase. Ada pula orang tua yang membunuh dengan jalan aborsi dan lain sebagainya.

Tragedi kemanusiaan tersebut menunjukkan betapa pentingnya cara mendidik anak dipahami oleh masyarakat. Kehadiran anak dan perlindungan terhadap anak, termasuk pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak adalah amanah yang diletakkan Allah Swt. di pundak seluruh umat manusia.[]

Rekomendasi

contoh penting sekedar perintah contoh penting sekedar perintah

Parenting Islami: Contoh Lebih Penting daripada Sekedar Perintah

Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan

Keistimewaan Mengasuh Anak Perempuan

kalimat pada anak doa kalimat pada anak doa

Berhati-hatilah Melontarkan Kalimat pada Anak, Bisa Jadi Doa

Etika Makan diajarkan anak Etika Makan diajarkan anak

Etika Makan yang Perlu Diajarkan kepada Anak

Ayu Alfiah Jonas
Ditulis oleh

Tim Redaksi Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

cairan kuning setelah haid cairan kuning setelah haid

Menyikapi Cairan Kuning yang Keluar Setelah Haid

Kajian

Perbedaan Kata Membasuh mengusap Perbedaan Kata Membasuh mengusap

Perbedaan Kata Membasuh dan Mengusap pada Rukun Wudhu

Kajian

piagam madinah falsafah hidup piagam madinah falsafah hidup

Piagam Madinah, Falsafah Hidup Berbangsa dan Bernegara

Khazanah

Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar Melaksanakan Pernikahan Bulan Shafar

Melaksanakan Pernikahan di Bulan Shafar, Benarkah Tidak Boleh?

Kajian

aksi dokter sperma makanan aksi dokter sperma makanan

Aksi Dokter Campur Sperma ke Makanan; Kejahatan Seksual Terhadap Perempuan

Muslimah Talk

murtad wajib mengqadha shalat murtad wajib mengqadha shalat

Murtad Lalu Beriman Lagi, Wajib Mengqadha Shalat?

Kajian

koma wajibkah menqadha shalatnya koma wajibkah menqadha shalatnya

Pasien Covid-19 Koma, Wajibkah Ia Mengqadha Shalat Setelah Sembuh?

Kajian

hadis perempuan penduduk neraka hadis perempuan penduduk neraka

Bincang Hadis, Perempuan Penduduk Neraka Terbanyak

Kajian

Trending

makna sekufu dalam pernikahan makna sekufu dalam pernikahan

Memilih Pasangan; Ikhtiar Menuju Pernikahan

Keluarga

anak menolong orang tuanya anak menolong orang tuanya

Bisakah Seorang Anak Menolong Orang Tuanya di Akhirat?

Keluarga

Pakaian di Masa Rasulullah Pakaian di Masa Rasulullah

Pakaian di Masa Rasulullah (2)

Kajian

Perundungan perempuan pengalaman biologis Perundungan perempuan pengalaman biologis

Perundungan Terhadap Perempuan karena Pengalaman Biologis

Muslimah Talk

mahram mertua cerai pasangan mahram mertua cerai pasangan

Status Mahram Mertua Pasca Cerai dari Pasangan

Keluarga

Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan Menentukan Kriteria Sekufu pernikahan

Bagaimana Seharusnya Menentukan Kriteria Sekufu dalam Pernikahan?

Kajian

Bagaimana Islam Memandang Konsep Childfree?

Kajian

janda stigma negatif melekat janda stigma negatif melekat

Janda dan Stigma Negatif yang Melekat

Muslimah Talk

Connect