Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Ukuran Aurat Perempuan Versi Madzhab Syafi’i

BincangMuslimah.Com – Aurat merupakan anggota tubuh pada perempuan dan laki-laki yang wajib ditutupi menurut agama dengan pakaian atau sejenisnya sesuai dengan batasan aurat masing-masing. Jika aurat itu dibuka dengan sengaja maka berdosalah pelakunya.

Masing-masing dari perempuan dan laki-laki memiliki batasan aurat yang telah ditetapkan syariat Islam. Oleh karena itu, setiap muslim dan muslimah wajib untuk mengetahui batasannya dan kemudian mentaatinya dengan menjaga auratnya dalam kehidupan sehari-hari

Menurut bahasa kata ‘aurat َberasal dari kata ’aurun yang berarti naqshun kekurangan, kosong, dan juga disebut jelek. Yang demikian karena jelek jika dipandang mata dan aib terlihat. Namun secara syariat, menurut Prof. Dr. Wahbah Az Zuhaily, aurat adalah anggota tubuh yang wajib menutupnya dan apa-apa yang diharamkan melihat kepadanya.  Jadi, aurat adalah bagian tubuh perempuan atau laki-laki yang wajib ditutupi dan haram untuk di buka atau diperlihatkan kepada orang lain. Dalam kitab Mu’jam Lughat al-Fuqahâ  didefinisikan dengan:

ما يجب ستره وما يحرم النظر اليه

Segala perkara yang menimbulkan rasa malu dan diwajibkan agama untuk menutupinya dari anggota tubuh laki-laki dan perempuan

Ukuran aurat perempuan berbeda-beda, tidak sepeti laki-laki yang paten pada satu ukuran saja. Sehingga tidak ada perbedaan yang mencolok dalam praktek kesehariannya. Namun ukuran aurat perempuan versi ulama Syafi’iyah adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Sebagaimana disebutkan oleh Muhammad Al Khatib dalam kitab Al Iqna yang bersumberkan pada firman Allah QS An Nur ayat 31:

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”

Dengan demikian, tidak wajib hukumnya menutup wajah dan telapak tangan bagi perempuan dalam keadaan apapun. Sebab keduanya adalah kebutuhan yang menuntut perempuan untuk ditampakkan.  Begitupun juga ukuran menutup aurat ketika hendak menunaikan shalat. Dijelaskan dalam kitab Fathul Qarib  bahwa aurat perempuan merdeka di dalam shalat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, termasuk dalam telapak tangan adalah bagian punggung dan dalam telapak tangan. Wallahu’alam.

Rekomendasi

Empat Makna Aurat Menurut Buya Syakur Yasin

Empat Fungsi Pakaian dalam Al-Qur’an

Parenting Islami : Umur Berapa Anak Kecil Wajib Berjilbab?

Dalil Perempuan Tidak Perlu Menutup Wajahnya

Silmi Adawiya
Ditulis oleh

Penulis adalah kandidat magister pengkajian Islam dalam bidang pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan aktif di Komunitas Jaringan Gusdurian Depok.

Komentari

Komentari

Terbaru

Bolehkah Perempuan Didahului Menikah oleh Adiknya?

Kajian

Parenting Islami: Metode Nabi Muhammad dalam Mendidik Anak

Keluarga

Jender..

Diari

Pandangan Kiai Hussein Muhammad Mengenai Hak-hak Reproduksi Perempuan

Kajian

Fikih Mesin Cuci; Suci tidak Harus Boros Air

Ibadah

Cara Mengatasi Orang yang Nyinyir Menurut Imam Syafi’i

Muslimah Daily

Istri Menafkahi Suami, Dapatkah Pahala?

Muslimah Daily

Muslimah Shalat Tanpa Mukena, Sah atau Tidak?

Video

Trending

Ketika Rasul Meminta Para Suami Perhatikan Kepuasan Seksual Istri

Kajian

Bagaimana Hukum dan Hikmah Membersihkan Rambut Kemaluan Bagi Perempuan?

Ibadah

Cara Menghitung Masa Nifas saat Keguguran

Ibadah

Tafsir An-Nur Ayat 31 : Apakah Muslimah Harus Berhijab Panjang?

Kajian

Menjamak antara Dua Shalat bagi Perempuan Istihadhah

Ibadah

Hukum dan Hikmah Mencukur Rambut Ketiak Bagi Perempuan

Ibadah

mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru mengulang pernikahan; Doa untuk Pengantin Baru

Lima Nasehat Pernikahan dari Gus Mus untuk Para Pengantin Baru

Muslimah Daily

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect