Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Selain Lailatul Qadar, Ini 5 Malam Yang Diberikan Kepada Rasulullah Saw

BincangMuslimah.com – Baginda Nabi Muhammad Saw merupakan sayyidul mursalin yang bergelar “al-Amin” (orang yang dapat dipercaya). Beliau adalah kekasih Allah Swt yang paling Ia cintai di antara para kekasih-Nya. Karena begitu cintanya, Allah Swt beserta malaikat-Nya bershalawat kepada beliau. Allah Swt berfirman:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al-Ahzab: 56)

Sebegitu istimewa dan dicintainya Rasulullah Saw sehingga beliau diberikan anugerah yang besar yaitu berupa 5 malam agung yang tidak pernah diberikan kepada nabi-nabi selain beliau. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Ghunyah li Thalib Thariq al-Haqq Azza wa Jalla. Kelima malam tersebut yaitu:

Pertama, malam mukjizat yaitu di mana Nabi Muhammad Saw menampakkan mukjizat beliau berupa bulan terbelah. Allah Swt berfirman:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

“Telah dekat datangnya kiamat dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1)

Dalam Tafsir al-Thabari dijelaskan bahwa peristiwa terbelahnya bulan terjadi pada saat Rasulullah Saw masih berada di Mekah dan belum hijrah. Orang-orang kafir Mekah menantang beliau untuk memberikan bukti kenabian. Rasulullah Saw pun mengarahkan jari tangan beliau ke bulan dan terbelahlah bulan tersebut.

Ini merupakan salah satu mukjizat agung yang beliau miliki, dan bukti akan kebenaran atas apa yang beliau sampaikan, serta kebenaran nubuwwah beliau. Namun tatkala mukjizat tersebut diperlihatkan, orang-orang kafir tersebut justru berpaling dan mendustakan serta menganggap bahwa itu hanya sihir belaka.

Kedua, malam al-ijabah wa al-da’wah. Malam ini merupakan malam di mana jin-jin yang biasa mencuri dengar berita-berita langit tercegah untuk kembali mendapatkan berita langit. Kemudian mereka pencari sebab penghalang tersebut di seluruh penjuru bumi. Hingga akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad Saw yang saat itu tengah berada di pasar ‘Ukadz bersama para sahabatnya. Adapun beliau saat itu sedang melaksanakan shalat Fajar. Hal ini sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahihain.

Tatkala jin-jin tersebut mendengar bacaan al-Quran, mereka menyadari bahwa bacaan tersebut merupakan kabut penghalang untuk usaha pencurian berita langit. Mereka pun takjub pada al-Quran yang memberi petunjuk ke jalan yang benar. Hal ini pula yang kemudian menyebabkan mereka beriman kepada Allah Swt. Dalam Surat al-Ahqaf, Allah Swt berfirman:

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, Maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.” (Al-Ahqaf: 29)

Ketiga, malam penentuan segala perkara yang berkaitan dengan kehidupan manusia. Allah Swt berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ، فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (Al-Dukhan: 3-4)

Pada malam ini ditentukan takdir manusia selama satu tahun baik rizki, ajal, perkara baik atau buruk, dan lain sebagainya. Para ulama tafsir, salah satunya Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya menyebutkan bahwa yang dimaksud ‘malam yang diberkahi’ pada ayat tersebut adalah malam lailatul qadar yaitu malam dimana diturunkannya al-Qur’an.

Keempat, malam isra’ mi’raj. Malam ini merupakan malam di mana Rasulullah Saw melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Baitul Maqdis di Palestina, lalu berlanjut mi’raj ke Sidratul Muntaha.
Allah Swt berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Al-Isra’: 1)

Dalam perjalanan isra’ mi’raj ini Rasulullah Saw ditemani oleh Malaikat Jibril a.s. dengan mengendarai buroq. Selain itu, beliau juga diperlihatkan keadaan ahli surga dan neraka. Saat melewati langit bumi, di setiap langitnya beliau bertemu dengan nabi-nabi sebelum beliau. Pada peristiwa ini pula, Nabi Saw memperoleh perintah untuk melaksanakan kewajiban shalat 5 waktu.

Kelima, lailatul qadar yaitu malam yang disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah Swt berfirman:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan”. (Al-‘Alaq: 3)

Itulah 5 malam agung yang dianugerahkan kepada Nabi Muhammad Saw yang disebutkan oleh Syeikh Abdul Qadir bin Abi Shalih al-Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah li Thalib Thariq al-Haqq Azza wa Jalla. Wallahu a’lam.

Rekomendasi

imam ghazali pertanyaan alquran imam ghazali pertanyaan alquran

Telaah Kisah Rasulullah SAW. Mengadili Thu’mah bin Ubayriq

julaibib rasulullah mencintai ras julaibib rasulullah mencintai ras

Kisah Julaibib; Bukti Bahwa Rasulullah Mencintai Tanpa Memandang Ras

tata cara membayar fidyah tata cara membayar fidyah

Tata Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Puasa Ramadhan berniat diet Puasa Ramadhan berniat diet

Hukum Perempuan Puasa Ramadhan Sembari Niat Diet

Diah Ayu Agustina
Ditulis oleh

Tim Redaksi Bincang Muslimah. Penulis adalah alumnus Bahasa dan Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah dan Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat

Komentari

Komentari

Terbaru

Kehidupan Muhammad Sebelum Nabi Kehidupan Muhammad Sebelum Nabi

Kehidupan Muhammad Sebelum Menjadi Nabi (2)

Khazanah

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kehidupan Muhammad Sebelum Menjadi Nabi (1)

Kajian

istri menjual mahar nikah istri menjual mahar nikah

Bolehkah Istri Menjual Mahar Nikah dari Suami?

Kajian

kepribadian muhammad sebelum kenabian kepribadian muhammad sebelum kenabian

Kepribadian Muhammad Sebelum Mendapatkan Risalah Kenabian

Khazanah

prank kdrt baim paula prank kdrt baim paula

Viral Prank KDRT Baim dan Paula; Sangat Nir-Empati

Muslimah Talk

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

Pelecehan Seksual Uskup Belo Pelecehan Seksual Uskup Belo

Belajar dari Kasus Pelecehan Seksual Uskup Belo; Anak-anak Rawan Korban Pemuka Agama

Muslimah Talk

pesantren tempat belajar terbaik pesantren tempat belajar terbaik

Dua Alasan Mengapa Pesantren Masih Menjadi Tempat Belajar Terbaik

Muslimah Talk

Trending

suami istri tersangka adopsi suami istri tersangka adopsi

Viral Suami Istri Jadi Tersangka Karena Adopsi Anak Sahabat; Begini Cara dan Prosedur Legal Adopsi Anak

Kajian

doa anak alquran orang doa anak alquran orang

5 Doa untuk Anak dari Alquran yang Bisa Dibaca oleh Orang Tua

Ibadah

Menerima asi non muslim Menerima asi non muslim

Hukum Menerima Donor ASI Untuk Bayi dari Perempuan Non Muslim

Kajian

Rahasia Laut dalam Al-Qur’an Rahasia Laut dalam Al-Qur’an

Rahasia Laut dalam Al-Qur’an

Kajian

mahsa amini iran jilbab mahsa amini iran jilbab

Mahsa Amini; Simbol Perlawanan Perempuan Iran atas Pemaksaan Jilbab

Muslimah Talk

Perempuan Haid maulid nabi Perempuan Haid maulid nabi

Bolehkah Perempuan Haid Ikut Menghadiri Acara Maulid Nabi?

Kajian

pesantren tempat belajar terbaik pesantren tempat belajar terbaik

Dua Alasan Mengapa Pesantren Masih Menjadi Tempat Belajar Terbaik

Muslimah Talk

perbedaan agama penghalang warisan perbedaan agama penghalang warisan

Benarkah Perbedaan Agama Menjadi Penghalang Seseorang Mendapatkan Warisan ?

Kajian

Connect