Ikuti Kami

Kajian

Makna Filosofi Melempar Jumrah Saat Ibadah Haji

Hikmah Pelaksanaan Ibadah Haji
Photo from Gettyimages.Com

BincangMuslimah.Com – Melempar  jumrah merupakan salah satu wajib ibadah haji yang dilakukan setelah mabit di Muzdalifah. Setelah jamaah sampai di Mina, hendaknya dilanjut dengan melempar jumrah Aqabah.

Adapun pelaksanaanya dapat dilakukan sejak tengah malam qurban menurut Syafi’iyah dan Hambali, sedangkan pendapat lainnya mengatakan yang paling afdhal yaitu sesudah matahari terbit karena dahulu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan Ummu Salamah untuk melontar jumrah aqabah sebelum terbit fajar. Sementara Malikiyah dan Hanafiyah mengatakan setelah terbit matahari pada hari Id. 

Melontar jumrah Aqabah merupakan amalan yang pertama kali dilakukan setelah sampai di Mina sehingga hal ini disebut sebagai tahiyyah atau sapaan selamat datang kepada Mina.

Setelah itu, rangkaian ibadah selanjutnya adalah melempar ketiga jumrah pada hari tasyrik atau bertepatan pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. Dari sini, kita dapat simpulkan bahwa melempar jumrah merupakan salah satu amalan yang spesial hingga dilakukan dua kali. Lalu apa filosofi yang terkandung dalam amalan ini? Berikut penjelasannya:

Melontar jumrah dalam Bahasa Arab yaitu ramyul jimaar yang memiliki arti melempar batu-batu kecil atau kerikil, jimaar merupakan bentuk jamak dari jumrah yang artinya batu kecil. Sedangkan secara istilah, dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah  رَمْيُ الْجِمَارِ didefinisikan sebagai melempar kerikil dengan jumlah tertentu pada tempat yang khusus yang dilakukan di Mina. 

Ketika melempar jumrah dianjurkan membaca doa berikut:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ رَجْمًا لِلشَّيَاطِينِ وَرِضًا لِلَّرْحْمَنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْياً مَشْكُورًا

Dengan menyebut nama Allah, Allah Maha Besar. Laknat bagi setan dan keridhaan bagi Allah yang Maha Kasih. Ya Allah, jadikanlah hajiku ini diterima dan sa’iku ini disyukuri.

Baca Juga:  Pergi Haji dengan Dana Talangan, Apakah bisa?

Dan disunnahkan membaca takbir: 

اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ. اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

Di balik kewajiban pelaksanaan ramyul jimaar terdapat kisah di dalamnya. Pada saat Nabi Ibrahim a.s diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menunaikan ibadah qurban dengan menyembelih Nabi Ismail a.s. lalu datanglah iblis untuk menghasut dan membisikkan agar meninggalkan perintah yang telah Allah tetapkan untuk tidak menyembelih anaknya, tetapi Nabi Ibrahim tidak menghiraukan hasutan itu sehingga membuat iblis geram. 

Iblis pun menampakkan dirinya dan berdiri tepat di jumrah Ula kemudian Nabi Ibrahim melemparinya dengan kerikil. Selepas itu, iblis kembali menghasut tetapi kali ini dia merayu istri Nabi Ibrahim dan rayuan itu tidak membuahkan hasil. Sehingga iblis menampakkan dirinya tepat di jumrah Wustha dan Siti Hajar melempari iblis itu dengan kerikil. 

Tidak cukup sampai di situ, Iblis lalu menghasut Nabi Ismail dan usahanya sia-sia. Kemudian Iblis menampakkan dirinya lagi di jumrah Aqabah dan Nabi Ismail pun melemparinya dengan kerikil.

Di dalam hadits yang menyebutkan tentang kisah pelontaran jumrah yang telah diceritakan sebelumnya, terdapat tambahan kalimat dari Ibnu Abbas yaitu الشَّيْطَانَ تَرْجُمُونِ وَمِلَّةَ أَبِيكُمْ تَنْعُونَ. Kata rajam dalam kalimat ini tidak mengarah pada makna hakiki (melempari Iblis yang diikat di tugu jumrah sehingga merasa kesakitan), melainkan makna majazi (setan merasa hina dan kesakitan apabila melihat seorang mukmin yang patuh menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan senantiasa mengingat-Nya, sedang Iblis telah berusaha menggodanya).

Baca Juga:  Hal-Hal yang Merusak Amal Baik

Hikmah yang dapat kita petik yaitu bahwa melempar jumrah merupakan simbol perlawanan terhadap setan yang hendak menjerumuskan manusia dalam maksiat dan perilaku fasid. Ibadah yang dilakukan saat haji ini menjadi pengingat untuk waspada dengan bisikan setan dan selalu mengingat Allah baik dengan berdoa ataupun yang lainnya, serta kisah pelontaran jumrah ini menjadi tauladan bagi kita untuk kokoh dalam memerangi setan.  

Rekomendasi

daging hewan kurban dijual daging hewan kurban dijual

Apakah Daging Hewan Kurban Boleh Dijual?

tempat mustajab berdoa haji tempat mustajab berdoa haji

15 Tempat yang Mustajab untuk Berdoa Saat Haji

perempuan haid thawaf ifadhah perempuan haid thawaf ifadhah

Cara Niat Ketika Melaksanakan Ihram Haji untuk Orang Lain

haji anak belum baligh haji anak belum baligh

Bagaimana Status Haji bagi Anak yang Belum Baligh?

5 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect