Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Jalaludin Rumi: Meniti Cinta di atas Jalan Sufistik

jalaludin rumi
pinterest.com

BincangMuslimah.com- “Manusia tanpa hati dan akal budi hanyalah segenggam lempung dan tanah. Hanya cintalah yang dapat menjadikan hati dan akal budi itu berfungsi.” Jalaludin Rumi

Jalaludin Rumi adalah tokoh sufi paling terkenal di antara sufi yang lain. Tarian suci yang diciptakannya, menyebabkan ia menjadi sosok manusia lembut dan menyejukkan jiwa. Selain sebagai seorang sastrawan, ia juga tampil sebagai ahli tasawuf. Ketaatan dan kecintaannya kepada Tuhan mewujud ke dalam tarian-tarian sufi ciptaannya yang bergerak indah dan memiliki nilai filosofis yang dahsyat. Sebelum menjadi seorang pecinta sejati, Rumi adalah seorang guru agama yang dihormati warga, murid, dan pengikutnya.

Abdul Hadi W.M. menuliskan dalam Hermenutika, Estetika, dan Religiusitas, bahwa perjalanan ruhaniah Jalaludin Rumi dalam mencari kekuatan tersembunyi di dalam diri bermula dari pertemuannya dengan seorang tokoh sufi bernama Syamsiddin al-Tabrizi.

Suatu ketika, pada tahun 1244-1245 M Rumi berjumpa Syamsiddin al-Tabrizi. Ia adalah seorang ulama sufi dari Tabriz (Ibukota Daulah Ilkhan Mongol di Persia pada masa itu) yang senang mengembara mencari makna hidup. Ulama agung ini juga adalah seorang fakir yang tak memikirkan harta. Tak terlihat rasa takut di dalam dirinya meskipun saat itu sedang marak peperangan di tempat yang dilaluinya.

Isi ceramah Syamsiddin al-Tabrizi saat khutbah ternyata memikat Rumi untuk mengagumi kepribadiannya. Ajaran yang disampaikan Syamsi Tabriz pun mengobati rasa putus asa umat Islam saat itu yang sedang berada dalam kekacauan akibat perang.

Kekuatan cinta Ilahi adalah inti ajaran Syamsi Tabriz. Ia juga mengajarkan bahwa dalam mengubah nasib, manusia harus berikhtiar dengan mengoptimalkan kekuatan cinta Ilahi. Ulama agung ini, juga mengajarkan agar senantiasa menyingkirkan kelemahan dan kebodohan di dalam diri. Umat Islam tidak boleh terjebak pada keyakinan pasif, yang memasrahkan diri kepada takdir sehingga tidak dapat melakukan perubahan.

Ternyata ajarannya itu memikat hati Jalaluddin Rumi untuk mengubah total kehidupannya. Sejak saat itu Rumi tak pernah berpisah dari guru panutannya itu. Kemanapun Syamsi Tabriz pergi, Rumi muda selalu mengikutinya.

Singkat cerita, dengan keintiman yang sedemikian melekat antara Rumi dan Syamsi Tabriz banyak menimbulkan kecemburuan dari masyarakat dan muridnya. Akibatnya, guru dan murid itu harus berpisah.

Abdul Hadi menuliskan dalam artikel bertajuk Pesan Profetik “Matsnawi Jalaluddin Rumi, pengalaman hidup yang ditimba dari Syamsi Tabriz inilah yang membuat bakatnya sebagai penyair hidup kembali. Ketika ia berumur 37 tahun lahirlah syair-syair yang indah bertemakan cinta dan kerinduan mistikal. Ini sesuai dengan yang dikatakan Syamsi Tabriz, bahwa kekuatan cinta dapat mentransformasikan jiwa seseorang menjadi lain. Rumi bukan saja mengalaminya, tapi melakukannya dengan sadar.

Perjalanan Rumi itu merupakan wujud dari laku yang didasari kekuatan cinta Ilahi. Maka, sejak itu Rumi bukan saja masyhur sebagai ahli tasawuf dan guru keruhanian, melainkan juga sebagai sastrawan agung dan budayawan terkemuka di seantero dunia Islam.

Ada yang suka menelaah karya sasta, akan menemukan semangat kenabian dalam puisi-puisinya. Sementara itu bagi seorang seniman yang menyenangi gerak estetik tubuh, bisa menyaksikan putaran-putaran transendental tarian suci Rumi.

Hikmah yang dapat kita petik dari kisah perjalanan ruhani Rumi adalah kekaguman atas kepribadian seseorang bisa mengubah keyakinan dan perilaku. Hebatnya lagi, Rumi mendapatkan ilmu yang tak terkira dari pergaulannya dengan sahabat sekaligus gurunya, Syamsiddin Tabriz.

Lagi-lagi, persahabatan Rumi dengannya tidak disukai orang banyak, yang mengakibatkan sahabat sekaligus gurunya itu meninggalkan Rumi sendirian. Ia kecewa, tapi tidak serta-merta menjadi seorang manusia tak berguna. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw., bahwa cinta dan kasih sayang yang murni dan suci merupakan “cerminan” (emanasi) dari cinta dan kasih sayang Allah Yang Mahaluas.

Uraian di atas mencoba memberi pemahaman pada kita bahwa mencari seorang guru dan sahabat yang bisa menghidupkan kekuatan cinta di dalam diri adalah keniscayaan yang tidak nisbi. Ketika anda ingin mengasah diri untuk menjadi seorang hamba yang meniti jalan cinta untuk mendekati-Nya, kehadiran kawan atau seorang ahli dalam bidangnya bisa mewujudkan keinginanmu. Jadi, inti dari menjalani kehidupan ini adalah untuk mencari kekuatan tersembunyi yang bisa menyemangatimu untuk terus melakukan perubahan ke arah lebih baik.

Ketika Rumi berputar-putar menari di jalanan adalah wujud cinta kreatif pada sang Guru dan Tuhan sehingga melahirkan tarian sufi yang indah dan menawan. Lantas, sudahkan kita mencipta karya sebagai bentuk kecintaan pada seseorang atau kepada Tuhan Yang Mahaesa dan menyukai keindahan karya manusia?

Rekomendasi

menolak dijodohkan menolak dijodohkan

Lima Bahasa Cinta: Suami Istri Perlu Tahu

Sepuluh Tingkatan Cinta Menurut Ibn Qayyim al-Jauziyyah

Dear Muslimah, Inilah Cara Menyikapi Datangnya Rasa Cinta Dengan Bijaksana

nasehat Ibnu Jauzi tentang cinta nasehat Ibnu Jauzi tentang cinta

Semangat Cinta Abadi dari “Symposium” Plato  

Miratul Izzatillah
Ditulis oleh

Penulis Buku “NW Studies II” dan “Senandung Aforisme, Catatan Ruang Waktu Etika dan Cinta Si Gadis”. Saat ini sedang menyelesaikan gelar Magister Aqidah dan Filsafat Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Komentari

Komentari

Terbaru

berbuat baik pada perempuan berbuat baik pada perempuan

Hukum-hukum Rujuk dalam Islam

Kajian

Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Zainab binti Jahsy, Perempuan yang Dinikahi Nabi Saw atas Wahyu Allah

Kajian

Tidak Datang ke Pernikahan Teman Tidak Datang ke Pernikahan Teman

Hukum Tidak Datang Ketika Diundang ke Pernikahan Teman

Ibadah

melamar perempuan iddah melamar perempuan iddah

Bolehkah Melamar Perempuan Iddah dengan Sindiran?

Kajian

Keutamaan Melaksanakan Shalat Dhuha Setiap Hari

Ibadah

Beberapa Hal Yang Patut Diketahui Perempuan Ketika Mengalami Nifas

Muslimah Daily

menolak dijodohkan menolak dijodohkan

Lima Bahasa Cinta: Suami Istri Perlu Tahu

Diari

An-Nur 32 An-Nur 32

Tidak Menyebutkan Jumlah Mahar, Sahkah Akad Nikah?

Kajian

Trending

Tiga Wasiat Terakhir Sayyidah Fatimah Kepada Sang Suami

Keluarga

Tengku Fakinah, Ulama Perempuan Hebat dari Tanah Rencong

Muslimah Talk

Toleransi: Perjumpaan Islam dengan Nasrani dan Romawi

Kajian

The Queen’s Gambit: Representasi Diskriminasi pada Perempuan

Muslimah Daily

melamar perempuan iddah melamar perempuan iddah

Ini Lima Hal yang Patut Diketahui Muslimah sebelum Menerima Pinangan

Ibadah

Perempuan dalam Perspektif Tafsir Klasik dan Kontemporer

Kajian

hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran

Tidak Hanya Laki-laki, Perempuan Juga Berhak Memilih Calon Suaminya!

Kajian

Hukum Tayamum bagi Istri yang Dilarang Bersuci Menggunakan Air oleh Suami

Ibadah

Connect