Ikuti Kami

Kajian

Hukum Jual Beli ASI

BincangMuslimah.Com – Dewasa ini, kerap kali kita jumpai iklan produk air susu ibu (ASI). Tidak hanya memudahkan wanita karier yang memiliki jam sangat padat, produk ini juga bisa membantu para ibu yang memiliki masalah dengan ASI miliknya agar tetap bisa memenuhi kebutuhan nutrisi sang buah hati. Namun, bagi wanita seperti kita, apakah kita pernah berpikir bagaimana status jual beli ASI dalam syariat Islam? Sangat penting membahas hal ini karena dapat menentukan apakah anak kita mengonsumsi ASI yang halal atau haram.

Secara umum, ulama berbeda pendapat mengenai hal ini. Ada ulama yang membolehkan dan ada juga ulama yang melarang. Lebih lengkapnya, simak pembahasan berikut!

Pendapat yang Membolehkan

Di antara mazhab yang membolehkan jual beli ASI adalah mazhab Syafi’i, Maliki, dan pendapat masyhur mazhab Hambali. Imam Al-Mawardi, salah satu ulama Syafi’iyah, menjelaskan mengapa memperbolekan hal ini.

“وَدَلِيلُنَا رِوَايَةُ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّه صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى إِذَا حَرَّمَ شَيْئًا حَرَّمَ ثَمَنَهُ وَرُوِيَ إِذَا حَرَّمَ أَكْلَ شَيْءٍ حَرَّمَ ثَمَنَهُ، فَكَانَ دَلِيلُهُ أَنَّ مَا لَمْ يَحْرُمْ أَكْلُهُ لَمْ يَحْرُمْ ثَمَنُهُ”

Artinya: Dalam permasalahan ini, dalil yang kita gunakan adalah hadis riwayat Abu Hurairah bahwasanya Rasullah bersabda: Sesungguhnya, ketika Allah mengharamkan sesuatu, maka Allah juga mengharamkan nilai transaksinya. Dalam redaksi lain berbunyi: ketika Allah mengharamkan sesuatu untuk dimakan, maka Allah juga mengharamkan nilai transaksinya. Dari hadis ini bisa dipahami bahwa ketika ada barang yang halal untuk dimakan, maka nila transaksinya pun juga halal. “Al-Hawi Al-Kabir, juz 5 halaman 333”

Masih dalam kitab yang sama, Imam Al-Mawardi menambahkan dalil lain yang mendukung kebolehan jual beli ASI. Beliau menganalogikan ASI dengan air susu hewan ternak yang mana boleh mengonsumsi dan memperjualbelikan. Oleh karena halal mengonsumsi ASI, maka juga halal mentransaksikannya. Beliau juga menjelaskan bahwa ASI sejatinya memang diciptakan untuk dikonsumsi baik dari sudut pandang syariat atau adat istiadat. Dengan ini, beliau membolehkan transaksinya sama halnya dengan air putih.

Baca Juga:  Pakaian Perempuan di Masa Rasulullah, Edisi Penutup Badan

Pendapat yang Tidak Membolehkan

Mazhab yang melarang jual beli ASI adalah mazhab Hanafi. Dalam kitabnya, Imam Ala’uddin menyatakan dengan jelas bahwa tidak bisa menganggap ASI sebagai harta benda yang menyebabkan tidak bisa pula mentransaksikan. Selain itu beliau juga memiliki analogi mengapa tidak membenarkan jual beli ASI.

” لِأَنَّهُ لَا ‌يُبَاحُ ‌الِانْتِفَاعُ ‌بِهِ ‌شَرْعًا ‌عَلَى الْإِطْلَاقِ بَلْ لِضَرُورَةِ تَغْذِيَةِ الطِّفْلِ، وَمَا كَانَ حَرَامٌ الِانْتِفَاعُ بِهِ شَرْعًا إلَّا لِضَرُورَةٍ لَا يَكُونُ مَالًا كَالْخَمْرِ، وَالْخِنْزِيرِ”

Artinya: Secara syariat, ASI merupakan barang yang tidak bisa diambil manfaatnya dalam keadaan mutlak melainkan hanya dalam keadaan darurat yaitu memberi makan bayi. Maka dari itu, ketika ada barang yang hanya boleh diambil manfaatnya dalam keadaan darurat, benda tersebut tidak bisa dianggap sebagai harta seperti halnya minuman keras dan babi. “Al-Bada’i’ As-Shona’i’, juz 5 halaman 145”

Menukil dari kitab karangan Imam Nawawi, beliau menjelaskan alasan dari ulama yang melarang transaksi ini.

“وَاحْتَجَّ المَانِعُوْنَ ‌بِأَنَهُ ‌لَا ‌يُبَاعُ ‌فِيْ ‌العَادَةِ ‌وَبِأَنَّهُ ‌فَضلَةُ ‌آدَمِيٍ ‌فَلَمْ ‌يَجُزْ ‌بَيْعُهُ كَالدِمَعِ وَالعَرَقِ وَالمَخَاطِ”

Artinya: Ulama yang melarang jual beli ASI memiliki alasan bahwa ASI merupakan benda yang tidak dijual belikan secara adat. Selain itu, ASI juga merupakan benda yang keluar dari tubuh manusia seperti air mata, keringat, dan ingus. “Al-Majmu’ syarah Al-Muhadzab, juz 9 halaman 254”

Dari keterangan di atas, kita bisa mengetahui bahwa ada yang membolehkan dan melarang transaksi ASI. Dengan melihat mazhab mayoritas di Indonesia adalah mazhab Syafi’i, maka kita bisa menerapkan pendapat mazhab Syafi’i dengan benar dan tepat atas kebolehan jual beli ASI.

Rekomendasi

Menerima asi non muslim Menerima asi non muslim

Hukum Menerima Donor ASI Untuk Bayi dari Perempuan Non Muslim

Menerima asi non muslim Menerima asi non muslim

Pekan ASI Sedunia: Ayah Perlu Jadi Support System untuk Ibu

Ditulis oleh

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Connect