Ikuti Kami

Kajian

Hal yang Makruh Dilakukan Saat Berpuasa

puasa syawal kurang enam
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Di bulan suci Ramadan, setiap muslim di seluruh dunia berlomba-lomba untuk mendapat pahala sebanyak-banyaknya. Salah satunya dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah. 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan (ibadah fardhu) pada bulan lainnya. Dan, barang siapa yang melakukan ibadah fardhu pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari ibadah wajib yang dilakukannya pada bulan lain. Dan sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan.”

Selain dengan melaksanakan ibadah fardhu dan sunnah, sebenarnya kita juga bisa mendapat pahala berlipat dengan meninggalkan perkara-perkara makruh. Makruh sendiri merupakan suatu perbuatan yang dinilai pahala jika ditinggalkan, dan jika dilakukan tidak menimbulkan dosa dan tidak membatalkan puasa. Maka dari itu, ada baiknya jika kita meninggalkan perkara-perkara makruh tersebut untuk mendapat pahala-pahala yang dilipatgandakan. Nah, agar puasa kita lebih maksimal, yuk kita simak hal-hal yang makruh dilakukan saat berpuasa.

Pertama, berlebihan saat berkumur dan menghirup air dari hidung ketika berpuasa. Rasulullah Saw. pernah berkata, 

بَالِغْ فِي الاِسْتِنْشَاقِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ صَائِمًا

“Bersungguh-sungguh lah saat berkumur dan memasukkan air ke hidung kecuali saat engkau berpuasa.” HR. At-Tirmidzi.

Berkumur dan menghirup air dari hidung dimakruhkan sebab khawatir air tersebut masuk ke kerongkongan dan berakibat membatalkan puasa. Sebagaimana yang kita tahu, benda apa saja yang masuk ke kerongkongan sebagai jalur pencernaan dapat membatalkan ibadah puasa seseorang.

Kedua, mencicipi makanan tanpa ada hajat. Hukum mencicipi makanan bagi orang yang berpuasa sendiri tidaklah membatalkan puasa. Dengan catatan, makanan hanya sampai ke lidah dan setelahnya langsung diludahkan supaya tidak sampai masuk ke kerongkongan.

Baca Juga:  Benarkah Puasa Dapat Memperlambat Penuaan?

Sehingga jika seseorang menyiapkan makanan berbuka lalu mencicipi rasa makanannya, hukumnya diperbolehkan sebab ada hajat. Itu pun harus dilakukan dengan sangat berhati-hati. Hingga dipastikan tidak ada makanan yang sampai masuk ke kerongkongan. Sedangkan bagi orang-orang yang tidak ada hajat untuk mencicipi, maka hukum mencicipinya menjadi makruh.

Ketiga, mencium seseorang yang berpotensi menimbulkan syahwat. Termasuk juga berpegangan dengan lawan jenis yang dapat memicu syahwat hingga berakibat keluarnya mani. Hal ini tidak dimakruhkan hanya kepada pasangan di luar pernikahan. Sepasang suami-istri pun makruh hukumnya bermesraan yang dapat memicu keluarnya mani. Sebab salah satu yang bisa membatalkan puasa adalah keluarnya mani di siang hari ketika puasa. Maka menjauhi hal-hal yang dapat memicu keluarnya mani pun dihukumi makruh.

Keempat, bekam. Bekam sendiri merupakan aktivitas mengeluarkan darah dari dalam tubuh dengan cara-cara tertentu. Ia menjadi salah satu perkara yang dimakruhkan saat berpuasa, karena dapat menguras energi orang-orang yang berpuasa. Menahan makan dan minum saja sudah cukup membuat tubuh mereka lemas, apalagi ditambah dengan bekam. Padahal di bulan suci Ramadhan mestinya mereka berlomba-lomba melakukan kebajikan untuk memperoleh sebanyak-banyaknya  pahala. 

Kelima, bersiwak atau menggosok gigi di atas dhuhur. Sekalipun yang menghukumi makruh hanya mazhab Syafi’i dan sebagian Hambali, tidak ada salahnya kita tetap menghindari menggosok gigi di atas waktu dhuhur. Sebab khawatir pasta giginya bisa masuk secara tidak sengaja ke tenggorokan dan menjadikan puasa kita batal.

Keenam, khusus mazhab Maliki menambahkan beberapa hal hukumnya makruh dilakukan saat berpuasa. Yaitu, mencium wangi-wangian di siang hari, terlalu banyak tidur di siang hari, dan berlebihan berbicara dan beraktifitas.

Itulah beberapa hal yang dimakruhkan bagi orang-orang yang tengah menjalankan ibadah puasa. Supaya mendapat ganjaran berlipat-lipat ganda, mari kita sempurnakan puasa kita dengan menghindari perbuatan-perbuatan makruh agar tidak dilakukan saat berpuasa.

Baca Juga:  Tata Cara Membayar Fidyah Ramadhan

Editor: Zahrotun Nafisah

Rekomendasi

Tafsir Surah an-Nisa Ayat 4: Hukum dan Ketentuan Mahar dalam Pernikahan Tafsir Surah an-Nisa Ayat 4: Hukum dan Ketentuan Mahar dalam Pernikahan

Hikmah Disyariatkannya Puasa di Bulan Turunnya Alquran

alat bantu pernapasan puasa alat bantu pernapasan puasa

Apakah Menggunakan Alat Bantu Pernapasan Membatalkan Puasa?

tantangan menjalani i'tikaf ramadhan tantangan menjalani i'tikaf ramadhan

Tantangan dan Solusi Menjalani I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan

makna lailatul qadar makna lailatul qadar

Tiga Makna Lailatul Qadar Menurut Al-Razi

Ditulis oleh

Tanzila Feby Nur Aini, mahasiswi Universitas al-Azhar, Kairo di jurusan Akidah dan Filsafat. MediaI sosial yang bisa dihubugi: Instagram @tanzilfeby.

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect