Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Benarkah Cincin Tunangan Bid’ah dan Haram?

BincangMuslimah.Com – Cincin tunangan dan cincin kawin memiliki kisah yang sangat panjang sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Dikatakan bahwa awal mulanya hal ini dilakukan oleh para Fir’aun kemudian muncul pada masyarakat Yunani kuno.

Pendapat lainnya mengatakan bahwa hal tersebut diambil dari adat istiadat terdahulu, dimana ketika prosesi lamaran, tangan pemuda diletakkan pada tangan pemudi kemudian diikat dengan tali dari besi ketika keluar dari rumah ayah perempuan. Kemudian pemuda ini dinaikkan ke atas kudanya sedangkan si perempuan berjalan kaki di belakangnya dengan ikatan ini hingga keduanya sampai ke rumah pernikahan, terkadang jarak antara kedua rumah ini sangat jauh hingga menghabiskan beberapa hari. Setelah itu adat cincin ini turut diterapkan di seluruh dunia.

Menurut adat yang berlaku, cincin ini dipakaikan di jari manis pada tangan kiri karena diambil dari kepercayaan Yunani Kuno bahwa urat jantung melewati jari ini. Mereka memakaikannya pada kedua pihak dan akan menganggap sebagai pertanda buruk jika cincin itu dilepas atau dipakai tidak pada tempatnya.

Bagaimana agama Islam memandang adat ini? Sedangkan diterima atau tidak, kita juga mengikuti adat yang berlaku tersebut? Apakah kita dipandang mengikuti kebiasaan dan tradisi kaum kafir?

Memakai cincin pada dasarnya adalah boleh karena tidak ada nash yang menyatakan haram. Kecuali memakai cincin emas, maka bagi laki-laki adalah haram karena Nabi saw melarangnya:

نهى صلى الله عليه وسلم عن خاتم الذهب

“Nabi saw melarang cincin emas (bagi laki-laki)” (H.R Bukhari Muslim)

Dari hadis ini, sebagaimana disampaikan Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim, penggunaan emas bagi kaum laki-laki hukumnya haram berdasarkan Ijma’ ulama. Hal tersebut karena emas termasuk perhiasan untuk memperindah dan menghiasi seseorang, sedangkan laki-laki seharusnya tidak menyempurnakan dan disempurnakan dengan sesuatu yang di luar dari dirinya, melainkan sempurna dengan sesuatu yang terdapat di dalam dirinya.

Alasan lainnya, karena kaum laki-laki seharusnya mempunyai sifat maskulinitas sehingga tidak membutuhkan perhiasan untuk menghiasinya. Menurut ilmu kedokteran, atom pada emas dapat menembus ke dalam kulit melalui pori-pori dan masuk ke dalam darah manusia. Jika laki-laki menggunakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, dampak yang ditimbulkannya adalah terjangkit penyakit alzeimer.

Sedangkan bagi perempuan diperbolehkan memakai emas sebagai simbol keindahan dan kecantikan. Mengenai penyakit Alzeimer, perempuan tidak akan mengalaminya karena partikel berbahaya yang terdapat dalam emas dapat keluar dari tubuh perempuan melalui menstruasi di setiap bulan.
Rasulullah saw bersabda:

احل الذهب و الحرير لإناث أمتي وحرم على ذكورها

“Emas dan sutera dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria.” (H.R An-Nasa’i)

Jika menukar cincin dilakukan hanya sebagai simbol telah ditetapkannya suatu hubungan, maka hal tersebut diperbolehkan (bagi laki-laki tetap tidak diperkenankan memakai cincin emas dan dianjurkan memakai cincin dari bahan lain). Yang tidak boleh adalah ketika kita memakainya disertai keyakinan bahwa cincin tersebut memiliki pengaruh terhadap suatu hubungan, maka ini termasuk dalam kesyirikan dan hal ini dilarang oleh agama. Wallahu A’lam bis Shawab.

Avatar
Ditulis oleh

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat dan mahasiswa Pasca Sarjana UIN Jakarta Minat Kajian Tafsir dan Hadis Nabawi

Komentari

Komentari

Trending

Perempuan yang Mimpi Basah Juga Wajib Mandi Besar Perempuan yang Mimpi Basah Juga Wajib Mandi Besar

Apakah Perempuan yang Mimpi Basah Juga Wajib Mandi Besar?

Ibadah

bersetubuh saat azan bersetubuh saat azan

Hukum Menyetubuhi Istri yang Sedang Istihadah

Kajian

Tips Memiliki Tubuh Ideal Dari Sayyidah Aisyah

Muslimah Daily

Ini Lima Perbedaan Laki-Laki dan Perempuan dalam Hal Shalat

Ibadah

Nasihat Nabi untuk Suami yang Tergoda Wanita Lain Nasihat Nabi untuk Suami yang Tergoda Wanita Lain

Nasihat Nabi untuk Suami yang Tergoda Perempuan Lain

Keluarga

Hafshah binti Sirrin ; Ulama Hadis Perempuan dari Kalangan Tabiin yang Zuhud

Khazanah

perempuan berkulit hitam perempuan berkulit hitam

Kisah Nabi Saw. dan Perempuan Berkulit Hitam

Diari

Nasihat Nabi kepada Asma Nasihat Nabi kepada Asma

Punya Ibu Non Muslim, Rasulullah Tetap Perintahkan Asma Binti Abu Bakar Muliakan Ibunya

Keluarga

Rekomendasi

Bolehkah Janda Menikah Sebelum Habis Masa Iddah?

Kajian

Tafsir Surat Annisa Ayat 22-24: Siapa Saja Mahram yang Tidak Boleh Dinikahi?

Kajian

Hukum Foto Prewedding Sebelum Sah Menjadi Suami Istri

Muslimah Daily

Perempuan yang Menikah Lebih dari Sekali, di Surga Bersama Suami yang Mana?

Kajian

Rahasia Kata Khalaqa dan Ja’ala Pada Ayat Pernikahan

Kajian

agar rumah tangga tetap harmonis agar rumah tangga tetap harmonis

Lima Cara yang dilakukan Nabi agar Rumah Tangga Tetap Harmonis

Keluarga

masalah rumah tangga masalah rumah tangga

Cara Nabi Menyelesaikan Masalah Rumah Tangga (Seri 1)

Diari

pacaran sebagai ta'aruf pacaran sebagai ta'aruf

Bisakah Menganalogikan Pacaran Sebagai Ta’aruf?

Kajian

© 2019 Bincang Muslimah - All Right Reserved

Connect