Ikuti Kami

Kajian

Beberapa Cara Agar Terhindar dari Sikap Fanatik Menurut Alquran

rasulullah mengadili Thu’mah Ubayriq
Source: Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Fanatisme adalah sikap atau ideologi yang menggambarkan ketertarikan secara berlebihan atas sesuatu yang melekat pada dirinya, baik suku, agama, atau komunitas. Menjadi fanatik adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam. Maka terdapat beberapa cara untuk kita semua agar terhindar dari sikap fanatik dalam Alquran.

Secara garis besar, ada tiga sifat negatif yang ditimbulkan dari fanatisme, antara lain; rasisme (doktrin yang menganggap suku atau etnis tertentu lebih mulia dari suku lainnya), xenophobia (sikap merasa ketakutan ketika melihat orang baru), dan stereotip (sikap menggeneralisasikan suatu kelompok). Fanatisme tidak dikenal dalam Islam dan tidak diajarkan kepada umat Islam. Sebab moral buruk dapat ditimbulkan dari sikap fanatisme. Oleh karena itu, perlu adanya solusi pencegahan sikap fanatisme diantaranya meliputi;

Pertama, kesadaran akan kesamaan derajat manusia disisi Allah SWT. Agama Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang memuat ajaran luhur yang dijadikan pedoman bagi umat manusia seluruhnya. Islam tidak pernah mengajarkan umat manusia untuk membeda-bedakan derajat antara manusia satu dengan manusia lainnya, kecuali kadar ketaqwaan mereka. Konsep kesamaan derajat ini telah Allah SWT singgung dalam firmanNya surat al-Hujurat ayat 13 ; 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal“. 

Kedua, bersatu mempererat tali persaudaraan. Merupakan anjuran dalam Al-Qur’an kepada umat manusia untuk pencegahan sikap fanatisme. Suatu masyarakat tidak akan rukun apabila warganya tidak mau menjalin persaudaraan. Namun, persaudaraan tidak akan terjalin apabila tidak ada rasa saling kerjasama dan saling menyayangi. Apabila tidak, maka cita-cita bersama tidak akan tercapai. Bentuk persaudaraan yang dianjurkan dalam Al-Qur’an tidak hanya dengan yang satu akidah, tetapi juga dengan yang berbeda akidah. Sebagaimana dalam surah al-Hujurat ayat 10 ; 

Baca Juga:  Bolehkah Ayah Biologis Menikahi Putrinya dari Hasil Zina?

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat”

Abdullah Yusuf Ali mengatakan bahwa ada korelasi antara ayat ke 10 surat al-Hujurat dengan dua ayat setelahnya yang menjelaskan tentang kode etik seorang muslim dalam pencegahan konflik akibat sikap fanatik. Kedua ayat tersebut memerintahkan agar manusia tidak saling melecehkan atau menghina, sebab bisa jadi yang dilecehkan lebih baik daripada yang melecehkan. 

Ketiga, mewujudkan keadilan sosial yang merata. Keadilan ditinjau dari asal katanya berasal dari kata “adl” diambil dari kata kerja adalah yang memiliki dua makna yang saling bertolak belakang yaitu, “lurus dan sama”, “bengkok dan berbeda”. Persamaan ini menjadikan seorang yang adil tidak berpihak pada yang salah. Dalam KBBI, keadilan adalah sikap atau perilaku yang tidak berat sebelah, tidak pandang bulu, dan tidak memihak dalam mengambil keputusan.

Ajaran agama Islam mengajarkan bahwa keadilan adalah suatu keniscayaan dalam membentuk tatanan masyarakat yang ideal, masyarakat yang jauh dari sifat fanatisme. Dikarenakan sikap adil adalah salah satu sikap yang dekat dengan takwa. Sebab seorang muslim tidak akan mengetahui mana yang dibenarkan dan dilarang dalam syariat Islam, jika tanpa ketakwaan dan pengetahuan tentang syariat tersebut. Mengenai siapa saja yang wajib berlaku adil, al-Qur’an menjelaskan dalam surat an-Nisa ayat 135 ;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ بِٱلْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمْ أَوِ ٱلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ ۚ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَٱللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلْهَوَىٰٓ أَن تَعْدِلُوا۟ ۚ وَإِن تَلْوُۥٓا۟ أَوْ تُعْرِضُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Baca Juga:  Tata Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan“. 

Dalam surat ini, secara umum memerintahkan kepada manusia untuk berlaku adil pada dirinya sendiri. Namun, secara tersirat Allah SWT membebankan urusan keadilan kepada pemimpin dan penegak keadilan (hakim). Hal ini dikarenakan hanya seorang pemimpin dan hakim saja yang bisa mengambil keputusan saat permasalah berkaitan dengan orang kaya atau miskin. Sebab, konsep keadilan yang merata bisa mencegah sifat fanatisme tumbuh dalam jiwa manusia.

Keempat, bermusyawarah mencari solusi yang dilandasi sikap kasih sayang. Pengertian musyawarah dalam KBBI adalah perundingan bersama untuk mencari solusi dari sebuah permasalahan. Sedangkan, menurut Quraish Shihab musyawarah dari bahasa Arab merupakan bentuk isim masdar dari kata “syawara” yang artinya ialah mengeluarkan madu dari sarang lebah. Makna ini kemudian berkembang sehingga mencakup sesuatu yang dapat diambil dari sesuatu, termasuk didalamnya pikiran. Salah satu ayat yang memerintahkan untuk bermusyawarah yaitu surat ali Imran ayat 159 ;

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya“. 

Baca Juga:  Rahasia Laut dalam Al-Qur’an

Dalam ayat ini terdapat frase “wa syawirhum fi al-amr” yang artinya maka ajaklah mereka bermusyawarah dalam urusan itu. Maksud frase ini ialah memerintahkan manusia untuk selalu bermusyawarah apabila mereka menemukan permasalahan atau konflik dalam hidup mereka. Maka jelas jika perintah bermusyawarah merupakan sebuah solusi dan kewajiban bagi umat Islam. Cara ini dapat kita terapkan sebagai solusi pencegahan dan penanganan sikap fanatik serta penyelesaian konflik karena fanatisme.

Sumber:

Nurdin, Ali. 2006. Qur’anic Society : Menelusuri Konsep Manusia Ideal Dalam Al-Qur’an. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hamka. 2015. Keadilan Dalam Konsep Islam. Jakarta: Gema Insani.

Binjai, Abdul Halim Hasan. 2006. Tafsir Al-Ahkam. Jakarta: Penerbit Kencana.

Lubis, Ridwan. 2017. Agama dan Perdamaian: Landasan, Tujuan, dan Realitas Kehidupan Beragama di Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rekomendasi

beberapa Dimakruhkan Membaca Alquran beberapa Dimakruhkan Membaca Alquran

Beberapa Tempat dan Keadaan yang Dimakruhkan Membaca Alquran

Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Tafsir Al-Baqarah 187: Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga menurut Islam

Hikmah puasa Turunnya Alquran Hikmah puasa Turunnya Alquran

Hikmah Disyariatkannya Puasa di Bulan Turunnya Alquran

berjilbab kasih sayang Allah berjilbab kasih sayang Allah

Ajaran Berjilbab, Bentuk Kasih Sayang Allah kepada Perempuan

Ditulis oleh

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam

2 Komentar

2 Comments

Komentari

Terbaru

keistimewaan umat nabi muhammad keistimewaan umat nabi muhammad

Delapan Keistimewaan Umat Nabi Muhammad

Kajian

Mencintai Saudara Sesama Muslim Mencintai Saudara Sesama Muslim

Pelajaran dari Kaum Anshar: Mencintai Saudara Sesama Muslim

Khazanah

Resensi Buku Feminisme Muslim di Indonesia

Diari

Sayyidah Aisyah Sayyidah Aisyah

Belajar dari Fitnah yang Menimpa Sayyidah Aisyah  

Muslimah Daily

Empat Karakteristik Kebudayaan Islam yang Dibawa Rasulullah

Kajian

Shafiyyah huyay istri nabi Shafiyyah huyay istri nabi

Shafiyyah binti Huyay, Perempuan Yahudi yang Masuk Islam dan Jadi Istri Nabi

Khazanah

Makna Tawakkal atau Berserah Diri kepada Allah

Ibadah

tiga peneliti sufi perempuan tiga peneliti sufi perempuan

Kisah Tiga Peneliti tentang Sufi Perempuan  

Diari

Trending

Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Tafsir Al-Baqarah 187: Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga menurut Islam

Kajian

Empat Karakteristik Kebudayaan Islam yang Dibawa Rasulullah

Kajian

perempuan titik nol arab perempuan titik nol arab

Resensi Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal el-Saadawi

Diari

Yoga gerakan ibadah hindu Yoga gerakan ibadah hindu

Yoga Dianggap Menyerupai Gerakan Ibadah Hindu, Haramkah Menurut Islam?

Kajian

malaikat melaknat istri menolak malaikat melaknat istri menolak

Benarkah Malaikat Melaknat Istri yang Menolak Ajakan Suami untuk Berhubungan Badan?

Kajian

Laksminingrat tokoh emansipasi indonesia Laksminingrat tokoh emansipasi indonesia

R.A. Lasminingrat: Penggagas Sekolah Rakyat dan Tokoh Emansipasi Pertama di Indonesia

Muslimah Talk

alasan fatimah julukan az-zahra alasan fatimah julukan az-zahra

Sayyidah Sukainah binti Al-Husain: Cicit Rasulullah, Sang Kritikus Sastra

Kajian

Nyai Khoiriyah Hasyim mekkah Nyai Khoiriyah Hasyim mekkah

Nyai Khoiriyah Hasyim dan Jejak Perjuangan Emansipasi Perempuan di Mekkah

Kajian

Connect