Ikuti Kami

Kajian

Beberapa Amalan Sunnah untuk Menjaga Kebersihan Badan

amalan sunnah kebersihan badan
Source: Gettyimages.com

Bincang Muslimah.Com  – Islam merupakan agama yang sangat menganjurkan pemeluknya untuk selalu hidup bersih dan sehat. Dengan hidup bersih dan sehat, manusia bisa melaksanakan tugasnya dengan baik, karena mustahil kalau mereka sakit akan bisa melakukan tugasnya dengan efektif dan efisien. Islam sangat menganjurkan supaya pemeluknya menjaga kebersihan badan. Sebagaimana yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad saw. Berikut beberapa amalan sunnah untuk menjaga kebersihan badan:

Mencukur Kumis 

Arti kata al Qashshu adalah memotong sesuatu menggunakan alat khusus. Maksudnya, memotong rambut di atas bibir atau kumis tidak sampai akarnya. Selain itu, mencukur kumis dapat dilakukan sendiri atau dibantu orang lain, sehingga bagi yang tidak mampu mencukur kumisnya sendiri bisa meminta tolong kepada istri ataupun orang lain.

Memotong kumis lebih dianjurkan dimulai dari bagian kanan, baik memotong sendiri maupun dibantu orang lain. Memotong kumis dihukumi sunnah. Batas dari mencukur kumis menurut pendapat yang ada yakni memotongnya hingga terlihat ujung bibir tanpa mencukur habis. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa memotong kumis atau menipiskan kumis itu sama saja.

Memotong Kuku 

AlloFresh x Bincang Muslimah

Sudah jelas Rasulullah mensunnahkan memotong kuku bukan mencabut kuku, karena ketika mencabutnya pastinya akan menimbulkan sakit yang berlebih dan akan mengeluarkan darah. 

Anjuran Nabi ketika memotong kuku yakni di awali dari jari telunjuk tangan kanan, jari tengah, jari manis, jari kelingking lalu ibu jari. Dilanjut pada tangan kiri yang dimulai dari jari kelingking, jari manis sampai ibu jari, kemudian kaki sebelah kanan lalu kaki sebelah kiri.

Selain itu, memotong kuku merupakan salah satu tindakan pencegahan penyakit karena kuku yang panjang dan kotor akan mudah timbulnya penyakit dari kotoran-kotoran yang menumpuk di bawah kuku. Oleh karena itu, Nabi sangat menganjurkan untuk memotong kuku untuk pencegahan dari penyakit. 

Terkadang kuku yang panjang juga menghalangi air pada apa yang wajib disucikan. Dan apabila sedang beristinja’ menggunakan air yang mengalir dan lupa tidak mencuci tangan dan kukunya dengan baik, najis tersebut akan menyangkut di sela-sela kuku tersebut, sehingga menjadikan shalatnya dianggap tidak sah karena dianggap membawa najis.

Mencabut Bulu Ketiak 

Ketika bulu yang berada di ketiak tumbuh lebat dan panjang akan menimbulkan bau tidak sedap yang disebabkan oleh penumpukan kotoran akibat keringat yang terkumpul. Terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa bagi orang yang tidak mampu menahan rasa sakitnya mencabut bulu ketiak boleh dilakukan dengan mencukur. Hal ni pernah dilakukan oleh Imam Syafi’I yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim pada kitab Manaqib al-Syafi’I. 

Anjuran mencabut bulu ketiak ini bertujuan ketika bulu ketiak yang tumbuh selanjutnya agar  tipis. Berbeda jika dengan mencukurnya yang mengakibatkan bulu ketiak yang tumbuh akan tebal dan mempermudah munculnya bau tidak sedap. Namun antara mencukur dan mencabut bulu ketiak sama-sama menjadi sunnah karena tujuan dari dilaksanakannya sunnah tersebut adalah dari kebersihan diri.

Mencukur Bulu Kemaluan 

Menurut Abu al Abbas bin Suraij, bulu kemaluan yang sunnah dicukur adalah adalah rambut yang tumbuh disekitar lubang dubur. Sehingga dapat disimpulkan bahwa maksud dari mencukur bulu kemaluan ialah mencukur semua rambut baik di atas kemaluan maupun disekitar lubang dubur. Pada hal ini dalam mencukur bulu kemaluan boleh dilakukan dengan mencukur, mencabut atau menggunakan obat perontok. Namun, yang lebih dianjurkan dengan mencukur karena apabila dengan mencabut akan menimbulkan rasa sakit, terlebih lagi bagi perempuan. 

Menurut Ibnu Daqiq al Id berkata “sebagian ulama cenderung menguatkan mencukur bagi perempuan, karena apabila mencabutnya dapat mengendurkan tempat tumbuhnya rambut”. 

Ada perbedaan dampak antara mencukur dan mencabut.  Jika dibandingkan dampak dari mencukur dan mencabut rambut pada tubuh, lebih besar mencabut daripada mencukur karena penyakit yang ditimbulkan ketika mencabut rambut dapat menyebabkan infeksi terhadap kulit yang disebut dengan folikulitis. Folikulitis merupakan peradangan pada tempat tumbuh rambut atau dalam bahasa medis folikel rambut yang disebabkan oleh jamur, virus dan bakteri. 

Jadi, dalam pelaksanaan kesunnahan ini, apabila pelaksanaannya disunnahkan untuk dicabut, seperti bulu ketiak. Maka, usahakan alat dan kondisi kulit dalam keadaan bersih sehingga tidak menimbulkan penyakit folikulitis pada kulit. Begitu juga pelaksanaan mencukur maka tetap harus menjaga kebersihan alat cukur sehingga tidak terjadinya infeksi terhadap kulit.

Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa ada empat amalan sunnah untuk menjaga kebersihan badan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. yaitu, mencukur kumis, memotong kuku, mencabut atau mencukur bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan.

Sumber:

Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq.

Kalian bisa kolaborasi buat bantu BincangMuslimah.com terus menyajikan artikel-artikel yang bermanfaat dengan berbelanja minimal 150.000 di Allofresh. Dapatkan rangkaian cashback dengan download aplikasinya disini dan masukan kode AFBS12 saat berbelanja

Rekomendasi

Dua Jenis Mahram Islam Dua Jenis Mahram Islam

Dua Jenis Mahram dalam Islam yang Harus Kamu Ketahui

air kencing bayi laki-laki air kencing bayi laki-laki

Alasan Mengapa Cara Membersihkan Air Kencing Bayi Laki-laki Berbeda dengan Perempuan

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Doa Setelah Mendengar Azan dan Keutamaannya

ulama memiliki hafalan kuat ulama memiliki hafalan kuat

Dialog Imam Malik dan Imam Syafi’i tentang Makna Rezeki

Ditulis oleh

Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam

2 Komentar

2 Comments

    Komentari

    Terbaru

    Maqashid al-Syari’ah dasar HAM Maqashid al-Syari’ah dasar HAM

    Maqashid al-Syari’ah sebagai dasar penegakan HAM

    Kajian

    Alquran Hadis Tindak Korupsi Alquran Hadis Tindak Korupsi

    Hari Anti Korupsi: Alquran dan Hadis Kecam Tindak Korupsi

    Khazanah

    Nama Lain Surat Al-Ikhlas Nama Lain Surat Al-Ikhlas

    Nama Lain Surat Al-Ikhlas

    Ibadah

    Daily Dose of Sunshine: Daily Dose of Sunshine:

    Daily Dose of Sunshine: Gangguan Kesehatan Mental Bukan Aib

    Muslimah Talk

    Sujud Tilawah Perempuan Haid Sujud Tilawah Perempuan Haid

    Hukum Sujud Tilawah bagi Perempuan Haid dan Nifas

    Kajian

    please look after me please look after me

    Please Look After Mom (Ibu Tercinta): Kisah Penyesalan Usai Ibu Menghilang

    Resensi

    Erupsi gunung marapi Erupsi gunung marapi

    Erupsi Marapi Menakutkan, Namun Letusan Gunung Hari Kiamat Lebih Mengerikan

    Kajian

    maksud dari cahaya dua Parenting Islami maksud dari cahaya dua Parenting Islami

    Parenting Islami: Bentuk Partisipasi Orang Tua kepada Anak

    Keluarga

    Trending

    Nama Lain Surat Al-Ikhlas Nama Lain Surat Al-Ikhlas

    Nama Lain Surat Al-Ikhlas

    Ibadah

    Najis Ainiyah Hukmiyah Najis Ainiyah Hukmiyah

    Najis Ainiyah dan Hukmiyah; Perbedaan Serta Cara Mensucikannya

    Ibadah

    Hukum Berhubungan Intim saat Belum Mandi Wajib Hukum Berhubungan Intim saat Belum Mandi Wajib

    Hukum Berhubungan Intim saat Belum Mandi Wajib

    Kajian

    cara mengingatkan imam lupa Bacaan keras lirih shalat cara mengingatkan imam lupa Bacaan keras lirih shalat

    Cara Makmum Perempuan Mengingatkan Imam yang Lupa

    Ibadah

    Hukum Masturbasi dalam Islam Hukum Masturbasi dalam Islam

    Hukum Masturbasi dalam Islam dan Cara Mengatasinya

    Kajian

    Ajaran Alquran tentang Toleransi Ajaran Alquran tentang Toleransi

    Ajaran Alquran tentang Toleransi dalam Surat Yunus

    Kajian

    gerakan shalat muslimah pembagian waktu shalat maghrib gerakan shalat muslimah pembagian waktu shalat maghrib

    Gerakan Shalat yang Benar Bagi Muslimah

    Ibadah

    Hukum Istri Menafkahi Suami Hukum Istri Menafkahi Suami

    Hukum Istri Menafkahi Suami

    Kajian

    Connect