Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Bagaimana Pelaksanaan Haji Sebelum Islam?

bagaimana pelaksanaan haji sebelum

BincangMuslimah.Com – Ritual ibadah haji sebenarnya sudah ada sebelum Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad datang. Kakbah sejak dulu sudah menjadi tempat yang dikultuskan oleh penduduk dunia. Menjadi tempat bangsa Arab Jahiliah untuk meletakkan berhala mereka dan melakukan sesembahan di sana. Setelah Islam datang, Kakbah dibersihkan dari berhala-berhala mereka itu. Lalu jika sudah dilaksanakan sejak dahulu, bagaimana pelaksanaan haji sebelum Islam datang?

Ibadah haji adalah ibadah yang dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim. Ibadah ini bertujuan untuk mengakui adanya Allah sebagai Tuhan seluruh makhluk. Tercantum dalam surat al-Hajj ayat 26-27:

وَإِذۡ بَوَّأۡنَا لِإِبۡرَٰهِيمَ مَكَانَ ٱلۡبَيۡتِ أَن لَّا تُشۡرِكۡ بِي شَيۡ‍ٔٗا وَطَهِّرۡ بَيۡتِيَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلۡقَآئِمِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ ٢٦ وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَجِّ يَأۡتُوكَ رِجَالٗا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٖ يَأۡتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٖ ٢٧

Artinya: 26. Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku´ dan sujud 27. Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh

Ayat ini diarahkan kepada Nabi Ibrahim dan diperintahkan untuk umatnya agar melaksanakan haji dengan mengunjungi baitullah sebagai pengakuan atas Ketuhanan Allah.

Namun seiring berjalannya waktu, ibadah haji menjadi ternodai. Ia tak lagi menjadi ibadah yang mengakui Allah sebagai Tuhan, tetapi justru menjadi bentuk kemusyrikan yang dilakukan oleh orang-orang Arab Jahiliyah. Kaum Quraisy dan orang-orang sekitarnya memang mengkultuskan Kakbah dan melakukan haji, tapi dalam bentuk dan wujud kemusyrikan, menyekutukan Allah.

Setelah Nabi Muhammad diutus oleh Allah sebagai utusanNya, ibadah haji kemudian disyariatkan menjadi kewajiban umat Islam dengan menghilangkan beberapa ritual yang dilaksanakan oleh umat sebelumnya dan mempertahankan sebagian lainnya. Sebagian ritual dalam ibadah haji yang diubah adalah tentang pelaksanakaan wuquf:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ قُرَيْشٌ وَمَنْ دَانَ دِينَهَا يَقِفُونَ بِالْمُزْدَلِفَةِ وَكَانُوا يُسَمَّوْنَ الْحُمْسَ وَكَانَ سَائِرُ الْعَرَبِ يَقِفُونَ بِعَرَفَةَ فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْتِيَ عَرَفَاتٍ فَيَقِفَ بِهَا ثُمَّ يُفِيضَ مِنْهَا فَذَلِكَ قَوْلُهُ عَزَّ وَجَلَّ { ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ }

Artinya: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Yahya] telah mengabarkan kepada kami [Abu Mu’awiyah] dari [Hisyam bin Urwah] dari [bapaknya] dari [Aisyah] radliallahu ‘anha, ia berkata; Kaum quraisy dan orang-orang mengikuti ajarannya, mereka melakukan wuquf di Muzdalifah, dan mereka menamakannya Al Hums. Adapun seluruh kabilah Arab, mereka semua melakukan wuquf di Arafah, dan ketika agama Islam datang, Allah ‘azza wajalla menyuruh NabiNya untuk mendatangi arafah dan melakukan wuquf padanya, lalu keluar darinya dengan segera. Dan itulah yang ditunjukkan firman ‘azza wajalla; “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) …”.

Bahkan, haji sebelum Islam datang dilaksanakan dengan ritual yang bodoh dan sangat keji. Seperti pelaksanaan Thawaf dengan telanjang dan pembedaan kelas manusia dengan pemberian baju hanya bagi orang-orang tertentu. Lalu Islam adalah agama yang mengajarkan umatnya untuk tak membedakan kelompok manapun dan mengajarkan untuk bersikap menghargai perbedaan. Ibadah haji mengajarkan umatnya untuk tidak bersikap rasis.

Tercatat dalam sebuah hadis Nabi:

حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ عُرْوَةُ كَانَ النَّاسُ يَطُوفُونَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ عُرَاةً إِلَّا الْحُمْسَ وَالْحُمْسُ قُرَيْشٌ وَمَا وَلَدَتْ وَكَانَتْ الْحُمْسُ يَحْتَسِبُونَ عَلَى النَّاسِ يُعْطِي الرَّجُلُ الرَّجُلَ الثِّيَابَ يَطُوفُ فِيهَا وَتُعْطِي الْمَرْأَةُ الْمَرْأَةَ الثِّيَابَ تَطُوفُ فِيهَا فَمَنْ لَمْ يُعْطِهِ الْحُمْسُ طَافَ بِالْبَيْتِ عُرْيَانًا وَكَانَ يُفِيضُ جَمَاعَةُ النَّاسِ مِنْ عَرَفَاتٍ وَيُفِيضُ الْحُمْسُ مِنْ جَمْعٍ قَالَ وَأَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ هَذِهِ الْآيَةَ نَزَلَتْ فِي الْحُمْسِ ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Farwah bin Abu Al Maghra telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Mushir dari Hisyam bin ‘Urwa ,’Urwah berkata: “Pada masa Jahiliyah orang-orang melakukan thawaf dengan telanjang kecuali Al Humus dan istilah Al Humus adalah orang-orang Quraisy dan keturunan mereka. Dahulu Al Humus membeda-bedakan manusia, diantara kaum lelakinya ada yang memberi pakaian kepada kaum lelaki sehingga dia thawaf mengenakan pakaian, begitu juga diantara wanitanya memberi pakaian kepada para wanita sehingga dia thawaf dengan pakaian itu. Sedangkan bagi orang yang tidak diberi pakaian oleh Al Humus (quraisy) maka dia thawaf dengan telanjang. Rambongan orang-orang biasanya bertolak dari ‘Arafah sedangkan Al Humus (quraisy) dari Jama’, atau Muzdalifah. Dia berkata; bapakku telah mengabarkan kepada saya dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha[ bahwa ayat ini (QS Al Baqarah ayat 199) turun tentang Al Humus (yang artinya): (“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang banyak”). ‘Urwah berkata: “Awalnya mereka selalu bertolak dari Jama’, kemudian diperintahkan bertolak dari ‘Arafah”. (HR. Bukhari)

Setelah Islam datang, haji kemudian menjadi ibadah yang murni ditujukan kepada Allah dan tanpa pembedaan kelas manusia. Tidak ada lagi tradisi-tradisi yang tidak mencerminkan kemanusiaan dan mencerminkan hal-hal tabu. Islam adalah agama yang membawa nilai-nilai luhur bagi pemeluknya dan bahkan bukan pemeluknya.

 

Rekomendasi

syarat wajib haji syarat wajib haji

Macam-macam Denda yang Wajib Dibayar saat Haji

Tata Cara Tahallul, Salah Satu Rukun Haji: Lengkap dengan Zikir dan Artinya

Doa Melapas dan Menyambut Doa Melapas dan Menyambut

Doa Melepas dan Menyambut Jamaah Pulang dari Ibadah Haji

Doa Melapas dan Menyambut Doa Melapas dan Menyambut

Tata Cara Melakukan Sa’i, Salah Satu Rukun dalam Haji

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

apakah dakwah wajib bagi apakah dakwah wajib bagi

Apakah Dakwah Wajib bagi Setiap Muslim?

Kajian

Perempuan Hidup di Palestina Perempuan Hidup di Palestina

Membayangkan Menjadi Perempuan yang Hidup di Palestina

Muslimah Talk

Keutamaan Dimiliki Bulan Dzulqa’dah Keutamaan Dimiliki Bulan Dzulqa’dah

Empat Keutamaan Bulan Dzulqa’dah

Kajian

Trend Lamaran Masa Kini Trend Lamaran Masa Kini

Trend Lamaran Masa Kini, Bagaimana Pandangan dalam Islam?

Kajian

Tako’ Sangkal: Mitos Menolak Tako’ Sangkal: Mitos Menolak

Tako’ Sangkal: Mitos Menolak Lamaran pada Masyarakat Madura

Khazanah

Ketentuan Fasakh yang Wajib Ketentuan Fasakh yang Wajib

Ketentuan Fasakh yang Wajib Dipenuhi Menurut Ulama

Kajian

Belum Akikah Tapi Hendak Belum Akikah Tapi Hendak

Belum Akikah Tapi Hendak Berkurban, Bolehkah?

Kajian

Ayat Waris Menjadi Salah Ayat Waris Menjadi Salah

Ayat Waris Menjadi Salah Satu Bukti Islam Memuliakan Perempuan

Kajian

Trending

hutang puasa ramadhan hutang puasa ramadhan

Melunasi Qadha Puasa Ramadhan Dulu atau Puasa Syawal Dulu?

Ibadah

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Bolehkah Perempuan Pergi Haji dan Umrah Tanpa Disertai Mahram?

Ibadah

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Definisi Mampu Pergi Haji dan Umrah Bagi Perempuan

Ibadah

Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha

Ibadah

Bolehkah Puasa Syawal pada Hari Jum’at?

Ibadah

Muslim Pancasilais: Karakter Pembebas Diskriminasi

Muslimah Daily

niat haji untuk orang lain niat haji untuk orang lain

Bolehkah Perempuan yang Haid Tetap Melaksanakan Thawaf Ifadhah?

Ibadah

syarat wajib haji syarat wajib haji

Macam-macam Denda yang Wajib Dibayar saat Haji

Ibadah

Connect