Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Adab Santri Yang Mengagungkan Guru, Apakah Bid’ah?

BincangMuslimah.Com – Pesantren adalah lembaga pendidikan yang memberikan sumbangsih besar dalam dunia keilmuan. Di dalamnya diterapkan nilai-nilai kebaikan dan kebiasaan baik dan diharapkan menjadi habit bagi santri setelah keluar dari pesantren. Diajarkan nilai-nilai kesederhanaan, kesopanan, tapi juga tidak lepas dari perkembangan keilmuan di dunia luar. Selain itu, hal yang khas dari santri adalah adab santri yang mengagungkan gurunya.

Adapun beberapa kelompok yang membid’ahkan perilaku santri tentu tidaklah bisa dibenarkan. Mereka menganggap sikap-sikap santri yang mengagungkan gurunya dianggap sebagian pengkultusan murid terhadap guru. Padahal tidaklah demikian. Sikap sopan dan santun dari murid kepada guru adalah bentuk penghormatan kepada orang yang berjasa menyampaikan ilmu-ilmu Tuhan.

Adapun sikap fanatik terhadap guru juga tidak bisa dibenarkan dalam Islam. Sikap hormat terhadap guru seharusnya tidak sampai mengantarkan seseorang kepada sikap fanatik dan jumud atau menghilangkan sikap kritis. Bahkan dalam kisah-kisah interaksi antara Nabi sebagai guru dan para sahabat sebagai murid adalah kisah dialog yang hidup. Sahabat mengajukan pendapat, Nabi menjawab dan bahkan bertanya kembali.

Islam adalah agama yang mengajarkan pemeluknya untuk bersikap moderat, bersikap tengah-tengah dalam berbagai hal termasuk dalam beragama. Begitu juga dalam menghormati guru, murid tak boleh sampai bersikap berlebih-lebihan bahkan sampai membenci guru yang lain atau merendahkan guru yang lain. Sebagaimana firman Allah dalam surat al-Baqoroh ayat 143:

 وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا ۗ

Artinya: Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.

Ibnu Katsir dalam kitabnya Jami’ al-Bayan fii Ta`wil al-Qur`an memaknai “Awsatho” sebagai sikap tidak berlebiha-lebihan termasuk dalam beragama. Ia juga mendefinisikanya sebagai sikap adil, menempatkan sesuatu pada tempatnya. Sikap ini, dan yang populer dengan sikap moderat adalah anugerah dari Allah untuk umat Nabi Muhammad.

Adapun sikap mengormati guru adalah perintah Nabi yang dituturkan dalam beberapa hadisnya. Pertama hadis dari riwayat ‘Ubadah bin ash-Shamit:

ليس منَّا مَنْ لم يُجِلَّ كبيرَنا ، ويرحمْ صغيرَنا  ويَعْرِفْ لعالِمِنا حقَّهُ

Artinya: bukanlah bagian dari kami (umat Nabi) seseorang yang tidak menghormati orang tua, tidak menyayangi anak kecil, dan tidak mengetahui haknya orang alim. (HR. Ahmad berstatus hasan)

Begitu juga dalam hadis Nabi riwayat Abu Hurairah:

تعلموا العلمَ، وتعلموا للعلمِ السكينةَ والوَقارَ، وتواضعوا لمن تَعَلَّمون من

Artinya: pelajarilah ilmu dan pelajarilah ilmu ketenangan, dan bersikaplah tawadhu’ kepada orang yang kalian belajar ilmu darinya (guru). (HR. At-Thabrany).

Sikap tawadhu kepada guru jelas merupakan ajaran Nabi Muhammad yang juga tentunya adalah sikap yang luhur. Sikap tawadhu bukan berarti menumbuhkan sikap stagnasi pada diri santri. Sikap tawadhu melahirkan ketenangan dan mencerminkan penghormatan yang sesuai kepada guru. Ia tak sama sekali menghilangkan sikap kritis. Bahkan jika ingin menyampaikan suatu gagasan, tetaplah disampaikan dengan cara yang tawadhu.

Mengapa begitu penting murid menghormati guru sampai Rasulullah berkali-kali menyampaikannya?

Dalam al-Ad’iyyah wa al-Adzkar karya Abdullah Sirojuddin al-Husaini (W. 2002) menyebutkan alasan Nabi memeirntahkan umatnya agar bersikap hormat dan tawadhu adalah karena majlis ilmu selalu penuh dengan manfaat. Hadir di dalamnya menumbuhkan ketakwaan dan iman. Selain itu, di dalamnya juga terpecahkan berbagai permasalahan umat yang dirumuskan bersama.

Maka Syekh Sirojuddin, ulama berkebangsaan Suriah ini menganjurkan kita agar sering mendatangi majlis ilmu. Agar senantiasa dekat dengan orang-orang alim, orang-orang shaleh, dan orang-orang yang mengantarkan kita pada takwa. Sebagaimana firman Allah dalam surat at-Taubah ayat 119:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.

Perintah ini juga mengarahkan kita untuk selalu memilah pergaulan. Bukan berarti bersifat eksklusif, dalam pertemanan yang lebih erat Allah memerintahkan kita untuk senantiasa bersama orang-orang yang baik dan mengantarkan kita pada kebaikan.

Maka tuduhan sebagian kelompok terhadap santri yang bersikap mengagungkan guru tidaklah dibenarkan. Penghormatan yang wajar dan sikap tawadhu yang tidak disertai fanatik dan kejumudan adalah hal yang dimaksudkan oleh Allah dan RasulNya.

 

Rekomendasi

peran santri moderasi beragama peran santri moderasi beragama

Dua Alasan Mengapa Pesantren Masih Menjadi Tempat Belajar Terbaik

peran santri moderasi beragama peran santri moderasi beragama

Corak Pesantren di Indonesia

peran santri moderasi beragama peran santri moderasi beragama

Historiografi Pesantren di Indonesia, Apa Pesantren Pertama yang Berdiri di Indonesia?

murid melanggar peraturan dihukum murid melanggar peraturan dihukum

Mengapa Murid yang Melanggar Peraturan Selalu Dihukum?

Zahrotun Nafisah
Ditulis oleh

Sarjana Studi Islam dan Redaktur Bincang Muslimah

Komentari

Komentari

Terbaru

istri Meminta Barang Mewah istri Meminta Barang Mewah

Hukum Istri Meminta Barang Mewah

Kajian

nama anak kakek buyutnya nama anak kakek buyutnya

Memberi Nama Anak dengan Nama Kakek Buyutnya dalam Tradisi Islam

Kajian

sosok maryam dalam alquran sosok maryam dalam alquran

Sosok Maryam Bunda Isa dalam Alquran

Khazanah

Hukum Sharenting dalam Islam Hukum Sharenting dalam Islam

Hukum Sharenting dalam Islam

Kajian

perempuan hak memilih pasangan perempuan hak memilih pasangan

Dalam Islam, Perempuan Punya Hak untuk Memilih Pasangan

Kajian

Mu’asyarah bil Ma’ruf husein Mu’asyarah bil Ma’ruf husein

Tafsir Mu’asyarah bil Ma’ruf Menurut Kyai Husein Muhammad

Kajian

Bantuan dari Non Muslim Bantuan dari Non Muslim

Hukum Menerima Bantuan dari Non Muslim Saat Bencana

Kajian

istighfar imam penjual roti istighfar imam penjual roti

Keajaiban Istighfar; Kisah Imam Ahmad dan Penjual Roti

Kajian

Trending

Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka

Hukum Meletakkan Al-Qur’an dalam Keadaan Terbuka

Ibadah

Forum R20 Pemimpin Agama Forum R20 Pemimpin Agama

Forum R20: Perkumpulan Pemimpin Agama dalam Mengatasi Konflik

Muslimah Talk

Doa Hendak Masuk Pasar Doa Hendak Masuk Pasar

Doa Saat Hendak Masuk Pasar

Ibadah

Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan

Bahaya Anal Seks Perspektif Hukum Islam dan Kesehatan

Kajian

Amalan Sunnah Hari Jumat Amalan Sunnah Hari Jumat

3 Amalan Sunnah di Hari Jumat

Kajian

Sujud Syukur Pemain Bola Sujud Syukur Pemain Bola

Hukum Sujud Syukur bagi Pemain Bola Setelah Mencetak Gol

Kajian

Berhubungan Badan Sebelum Mandi Berhubungan Badan Sebelum Mandi

Bolehkah Berhubungan Badan Sebelum Mandi Wajib Pasca Haid?

Kajian

Cemburu Ibnu Qoyyim Al-Jauzi Cemburu Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Makna Cemburu Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauzi

Khazanah

Connect