Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Arti Keselamatan Bagi Kaum Muslim Puritan dan Moderat dalam Perspektif Khaled Abou El Fadl

keselamatan muslim puritan moderat

BincangMuslimah.Com – Khaled Abou El Fadl memakai Puritan mempunyai arti yang sama dengan ekstrimis, fundamentalis, radikal, jihadis, militan, dan fanatik. Namun, Abou El Fadl lebih cenderung menggunakan istilah Puritan. Menurutnya, kelompok ini bercirikan intoleransi, reduksionisme fanatik, literalisme, dan mempertimbangkan realitas multidimensi sebagai bentuk pencemaran kebenaran. Bagi Khaled, apa yang disebut sebagai gerakan Puritan ini dapat ditelusuri kembali ke latar belakang sejarah tahun 1970-an. Sebab pada tahun itu, umat muslim menyaksikan kebangkitan Islam. Memiliki identitas keislaman yang asli melalui penerapan syariat Islam.

Islam Puritan menghidupkan Islam secara ketat daripada dinamis. Dia berusaha untuk kembali ke keadaan yang adil dan sempurna yang diciptakan oleh Muhammad selama zaman keemasan Islam. Menurut Puritan, kita harus kembali kepada Islam yang lurus dan bersahaja. Itu hanya dapat dicapai dengan kembali ke perintah Nabi dan penerapan Sunnah secara literal  dan mengikuti praktik ritual. Pandangan Puritan juga memandang bentuk pemikiran moral yang tidak hanya teks sebagai bentuk pendewaan diri, dan bidang pengetahuan humanistik seperti teori sosial, filsafat, serta pemikiran spekulatif lainnya sebagai “ilmu menyimpang”.

Epistemologi yang dibangkitkan oleh Islam Puritan percaya bahwa Islam telah sampai pada kesanggupan penuhnya dalam periode sejarah tertentu, yakni generasi awal. Oleh sebab itu, agar benar-benar modern di mata Islam Puritan, umat Islam harus mengambil  kembali masa lampau dengan mencontoh serta melakukan simulasi di era modern. Dia berpendapat bahwa menyingkirkan pendekatan analitis atau historis guna memaknai Islam. Serta menganggap Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dapat menyelesaikan semua tantangan modernitas.

Islam Moderat 

Dari perspektif Khaled Abou El Fadl, istilah moderat sesuai dengan istilah reformis, modernis, dan progresif. Baginya, istilah modernis merujuk pada suatu kelompok yang berupaya menghadapi tantangan modernitas, merupakan masalah modern. Muslim moderat percaya pada Islam sebagai kepercayaan yang benar, meyakini lima rukun Islam, mengamalkan, merangkul warisan tradisi Islam, disisi lain juga melakukan variasi aspek tertentu guna mencapai tujuan moral inti dari kepercayaan di zaman modern saat ini. 

Kaum moderat percaya pada Islam, menghargai kewajiban terhadap Tuhan, dan yakin bahwa Islam itu sempurna setiap waktu pada usia berapa pun. Mereka tidak menggunakan agama sebagai tonggak kaku, tetapi memperlakukannya dalam kerangka keagamaan yang dinamis dan hidup. Alhasil, Muslim Moderat mengapresiasi prestasi sesama Muslim di masa lalu, namun mereka masih hidup hingga saat ini.

Muslim moderat melihat bahwa Al-Qur’an benar-benar memberikan keputusan khusus tentang isu-isu tertentu, dan keputusan khusus tersebut harus dipahami dalam konteksnya. Keputusan-keputusan tertentu dalam Al-Qur’an dikatakan muncul sebagai tanggapan atas masalah-masalah tertentu yang dialami oleh umat Islam pada masa Nabi. Makna dari pilihan-pilihan khusus dan konkrit yang ada dalam Al-Qur’an tidak tujuan itu sendiri, tetapi pilihan-pilihan yang terungkap pada saat itu adalah tujuan-tujuan moral Al-Qur’an diantaranya; keseimbangan, keadilan, kasih sayang, persamaan, keadilan dan kebajikan.

Keselamatan Perspektif Islam Puritan 

Pandangan Khaled Abou El-Fadl, filosofi keselamatan Islam Puritan sangat lugas dan apa adanya. Puritan berpendapat bahwa muslim yang tidak mengadopsi keyakinan dan praktik yang tepat seperti yang didefinisikan oleh Puritan. Maka, mustahil akan memperoleh keselamatan. Bagi Puritan, perbedaan paling dasar antara Muslim yang berdosa atau mengerjakan bid’ah ialah neraka yang akan diberikan kepada mereka. 

 Puritan mengklaim bahwa hanya orang Muslim yang mendapatkan keselamatan didasarkan pada pijakan bahwa mereka merasa lebih baik. Mereka yakin jika hanya mereka punya kebenaran istimewa, sedangkan segala sesuatu yang lain akan merugi.

Memang banyak agama menerangkan jika orang yang tidak percaya pada ajarannya, maka mendapat hukuman dengan banyak cara. Namun yang membedakan yaitu sikap negatif Puritan terhadap kehidupan di planet ini. Ia juga menjelaskan pola hubungan dengan kelompok non-Islam dan penolakan terhadap pluralisme agama, mempunyai acuan historis maupun normatif. Sebagaimana dinyatakan dalam Surah al- Maidah : 48. Puritan mengakui praktik tradisional bernama status Dzimmah. Kaum non-Islam yang tinggal di wilayah Islam tanpa syarat atau tanpa revisi. Sesuai aturan status Dzimmah non-Muslim harus menyelesaikan pajak dengan imbalan perlindungan dari Islam dan hak untuk menetap di kawasan Islam.

Keselamatan Perspektif Islam Moderat 

Islam moderat tidak membenarkan logika dari Islam Puritan karena tidak sejalan dengan kehendak Tuhan. Orang moderat menganggap bahwa al-Qur’an bukan hanya menyetujui, akan tetapi menanti keabsahan perbedaan serta keberagaman sosial manusia. Hal tersebut mengacu pada surat al-Hujurat : 13.

Untuk mendalami konsep keselamatan ini, pemikiran moderat berdasarkan pada tiga prinsip di antaranya; satu, hanya Tuhan sebagai satu-satunya Raja Hari Akhir, dan oleh karena itu, seperti Firman Tuhan dalam Surah al-Imran : 128-129, kebijaksanaan Tuhan tidak ada batasnya. Dua, Tuhan membebankan kewajiban kepada manusia mengenai akibat dari keyakinan dan perilakunya. Sebagaimana dinyatakan dalam surat al-Hajj : 67-69. Tiga, Al-Qur’an tidak seutuhnya menyisihkan kemungkinan bahwa masih ada jalan lain menuju keselamatan. Salah satu elemen dari pertanyaan ini adalah Surah al-Anbiya : 107, sehubungan dengan siapa yang berhak atas rahmat Tuhan.

Hanya Tuhan yang berhak menentukan siapa yang bakal memperoleh rahmat-Nya, baik ketika masih di dunia hingga di akhirat. Maka, umat manusia yang mencoba membuat perkiraan terkait siapa saja yang pantas dan tidak memdapat pertolongan dari Tuhan, dianggap telah melakukan kesalahan fatal. Seperti dijelaskan dalam Surah al-Baqarah : 105.

Rekomendasi

alissa wahid moderasi beragama alissa wahid moderasi beragama

Konferensi Internasional Moderasi Beragama, Alissa Wahid: Moderasi Beragama Ada untuk Inklusifitas

Khaled Abou Hadis Misoginis Khaled Abou Hadis Misoginis

Interpretasi Khaled Abou El Fadl Terhadap Hadis Misoginis

Khaled Abou Hadis Misoginis Khaled Abou Hadis Misoginis

Konsep Kekhalifahan Manusia Sebagai Wakil Tuhan Perspektif Khaled Abou El Fadl

Literasi Agama ulama taliban Literasi Agama ulama taliban

Prof. Musdah Mulia: Pentingnya Membangun Literasi Agama untuk Ulama Taliban

Dian Annisa
Ditulis oleh

Komentari

Komentari

Terbaru

ajaran Islam pembagian nafkah ajaran Islam pembagian nafkah

“Uangku Adalah Uangku, Uang Suamiku Adalah Milikku”, Begini Ajaran Islam Tentang Pembagian Nafkah

Kajian

Berikut artikel terkait perjanjian damai Sulaiman Al-Qanuni dengan Perancis, umat Kristen diperbolehkan melaksanakan Ibadah. Berikut artikel terkait perjanjian damai Sulaiman Al-Qanuni dengan Perancis, umat Kristen diperbolehkan melaksanakan Ibadah.

Perjanjian Damai Sulaiman Al-Qanuni dengan Perancis: Umat Kristen Diperbolehkan Melaksanakan Ibadah

Khazanah

Perempuan Mengeraskan Bacaan "Amin" Perempuan Mengeraskan Bacaan "Amin"

Hukum Perempuan Mengeraskan Bacaan “Amin” Saat Shalat Berjamaah

Kajian

mani madzi wadi fikih mani madzi wadi fikih

Perbedaan Mani, Madzi, dan Wadi dan Hukumnya dalam Fikih

Kajian

balap liar hukumnya Islam balap liar hukumnya Islam

Marak Balap Liar, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Kajian

Karakteristik Akhlak dalam Islam Karakteristik Akhlak dalam Islam

Karakteristik Akhlak (Etika) dalam Islam

Kajian

hal diperhatikan membaca filsafat hal diperhatikan membaca filsafat

Sepuluh Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Membaca Teks Filsafat

Muslimah Talk

Pemaksaan Jilbab Kebebasan Beragama Pemaksaan Jilbab Kebebasan Beragama

Pemaksaan Jilbab dan Hak Kebebasan Beragama

Muslimah Talk

Trending

Bulan Haram 3 Berurutan Bulan Haram 3 Berurutan

Amalan yang Bisa Dilakukan di Awal Tahun Hijriah

Ibadah

rasulullah mengadili Thu’mah Ubayriq rasulullah mengadili Thu’mah Ubayriq

Memahami Makna I’jaz Al Qur’an

Kajian

Perempuan dalam Historiografi Islam Perempuan dalam Historiografi Islam

Perempuan dalam Historiografi Islam

Kajian

Rasulullah Disalip Emak-emak Rasulullah Disalip Emak-emak

Kisah Rasulullah Disalip Emak-emak

Khazanah

Tingkatan Cinta Ibnu Arabi Tingkatan Cinta Ibnu Arabi

Tingkatan Cinta Menurut Ibnu Arabi

Kajian

Berikut artikel terkait perjanjian damai Sulaiman Al-Qanuni dengan Perancis, umat Kristen diperbolehkan melaksanakan Ibadah. Berikut artikel terkait perjanjian damai Sulaiman Al-Qanuni dengan Perancis, umat Kristen diperbolehkan melaksanakan Ibadah.

Kisah Ibnu Rusyd yang Pernah Ditolong oleh Yahudi

Kajian

suami ateis istri cerai suami ateis istri cerai

Hukum Suami Menjadi Ateis, Bolehkah Istri Menuntut Cerai?

Kajian

Makna Filosofis Rangkaian haji Makna Filosofis Rangkaian haji

Makna Filosofis Rangkaian Ibadah Haji

Kajian

Connect