Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Poligami Berbagi Surga?

poligami

BincangMuslimah.Com – Pada umumnya, poligami sering dianggap oleh banyak umat sebagai bagian dari ibadah yang mendatangkan pahala jika dilakukan, bahkan kerap dianggap sebagai ibadah yang berhukum sunnah dan cara cepat nikmat bermuara surga. Padahal sejatinya, tak semua bentuk poligami bisa dihukumi sunnah. Masih layakkah dari poligami berbagi surga?

Poligami memiliki pengertian multi-hukum, tergantung bagaimana aspek kondisi, keilmuan, kebutuhan, hingga kemaslahatan banyak pihak yang bersangkutan (klik di sini). Kondisi, keilmuan, kebutuhan, serta pertimbangan kemaslahatan banyak pihak tentang poligami inilah yang kadang sering diabaikan oleh pelaku poligami dalam mengambil keputusan.

Padahal, tak sedikit mudharat akibat poligami yang dilakukan tanpa melalui proses-proses dan pertimbangan yang benar. Dari sekian banyak amalan ibadah yang ada dalam Islam, mengapa hanya poligami yang seakan jadi primadona bagi kaum Adam? Padahal ganjarannya belum tentu berpahala sunnah.

Rujukan para pemburu poligami selalu berkedok meniru Rasulullah, namun kerap kali alpa menelaah lagi bagaimana kondisi dan pertimbangan kemaslahatan yang dilakukan Rasul. Seperti ketika Rasul hanya menikahi janda-janda yang renta, wanita cerdas seperti Sayidah Aisyah yang maksud dan tujuannya adalah untuk regenerasi tonggak peradaban Islam, dan proses komunikasi yang dilakukan terhadap istri-istrinya jikalau ingin mengambil istri kembali. Belum lagi bagaimana sikap adil yang Rasul terapkan pada istri-istrinya, yang besar kemungkinan sulit untuk ditiru oleh manusia biasa seperti kita.

Barangkali, perintah poligami dari Allah terhadap Rasul adalah kasus khusus yang hanya datang pada masanya.

Dan perlu dicatat, selama Rasulullah berumah tangga bersama Ummul Mukminin Sayidah Khadijah, Rasulullah tak pernah berpoligami sampai Sayidah Khadijah meninggal dunia. Padahal ketika itu budaya poligami di Arab sudah maklum dan lazim bagi tiap laki-laki. Namun Rasul tetap memilih satu istri saja yang kala itu sangat setia dan mendukung perjuangan dakwah Rasul. Sosok Sayidah Khadijah dianggap Rasulullah sangat berjasa terhadap pribadi dirinya dan juga perkembangan dakwah Islam.

Perintah poligami yang tertuang pada ayat Alquran kepada Rasulullah saat itu tak serta merta bisa disamakan oleh kondisi dan konteks sosial saat ini, di mana tiap individu dari kaum Adam memiliki permasalahan berbeda dari urgensi poligami Rasul dulu. Yang terjadi saat ini, syarat-syarat berpoligami yang Rasul tunjukkan ditabrak demi urgensi nafsu birahi. Setidaknya sampai tulisan ini ditulis, penulis belum pernah melihat ada seorang laki-laki muda mempoligami nenek janda miskin yang renta. Yang ada, umumnya istri muda selalu terlihat lebih memikat dari istri tuanya.

Alih-alih berburu pahala dan surga dari poligami yang hukumnya masih dipertanyakan, dampak sosial yang negatif dalam keluarga akibat poligami kerap terjadi. Seperti keadilan baik hati maupun harta, psikologis anak, serta efektifitas pernikahan yang notabene merupakan sebuah ibadah masih dipertanyakan. Berpoligami hari ini merupakan sebuah fantasi birahi yang berkedok ibadah.

Surga, sebagaimana yang dikatakan filsuf Islam Maulana Jalaludin Rumi, adalah tempat di mana seseorang dapat berjalan bersama-sama dengan Allah dalam laku kesehariannya. Surga bukan perihal nanti, tapi hari ini. Di mana kita dapat menjalankan segala yang diperintahkannya tulus ikhlas karenaNya. Meninggalkan segala yang batil beserta mudharatnya demi Allah semata.

Di tengah sunnah Rasul yang banyak berserakan berhamparan di sekeliling kita, untuk apa memilih poligami yang ganjarannya belum tentu mendapat pahala sunnah? Semoga kita selalu menjadi pribadi yang selalu bisa menjauh dari hal-hal mudharat yang dapat merusak ibadah. Amin ya Rabbal-alamin.

Wallahu a’lam

Artikel ini pernah dipublikasikan oleh BincangSyariah.Com

Rekomendasi

Moment Saat Nabi Perhatian kepada Istrinya; Shafiyyah Moment Saat Nabi Perhatian kepada Istrinya; Shafiyyah

Enam Hal Penting yang Perlu Digarisbawahi Tentang Poligami Rasulullah

Bincang Nikah: Benarkah Poligami Berpahala Surga?

Refleksi Lagu Bang Toyib dan Bang Jono dalam Kisah Pewayangan

tidak adil dalam berpoligami tidak adil dalam berpoligami

Sabda Rasulullah: Yang Tidak Adil dalam Berpoligami di Hari Kiamat Jalannya Miring Sebelah

Imas Damayanti
Ditulis oleh

Penulis adalah wartawan di Koran Harian Nasional Republika

Komentari

Komentari

Terbaru

Hukum Memberi Nafkah Terhadap Kerabat

Kajian

Keluarga Islami watak alamiah perempuan Keluarga Islami watak alamiah perempuan

Pentingnya Memahami Watak Alamiah Perempuan dalam Sabda Rasul

Kajian

Antara Islam dan Kebebasan Menurut Syeikh Mutawalli al-Sya’rawi

Kajian

berbuat baik pada perempuan berbuat baik pada perempuan

Hukum-hukum Rujuk dalam Islam

Kajian

Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi Zainab binti Jahsy Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Zainab binti Jahsy, Perempuan yang Dinikahi Nabi Saw atas Wahyu Allah

Kajian

Tidak Datang ke Pernikahan Teman Tidak Datang ke Pernikahan Teman

Hukum Tidak Datang Ketika Diundang ke Pernikahan Teman

Ibadah

melamar perempuan iddah melamar perempuan iddah

Bolehkah Melamar Perempuan Iddah dengan Sindiran?

Kajian

Keutamaan Melaksanakan Shalat Dhuha Setiap Hari

Ibadah

Trending

Tiga Wasiat Terakhir Sayyidah Fatimah Kepada Sang Suami

Keluarga

Tengku Fakinah, Ulama Perempuan Hebat dari Tanah Rencong

Muslimah Talk

Toleransi: Perjumpaan Islam dengan Nasrani dan Romawi

Kajian

The Queen’s Gambit: Representasi Diskriminasi pada Perempuan

Muslimah Daily

melamar perempuan iddah melamar perempuan iddah

Ini Lima Hal yang Patut Diketahui Muslimah sebelum Menerima Pinangan

Ibadah

Perempuan dalam Perspektif Tafsir Klasik dan Kontemporer

Kajian

hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran hukum menikah - Pernikahan tanpa pacaran

Tidak Hanya Laki-laki, Perempuan Juga Berhak Memilih Calon Suaminya!

Kajian

Hukum Tayamum bagi Istri yang Dilarang Bersuci Menggunakan Air oleh Suami

Ibadah

Connect