Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Kapan Kita Dianjurkan Bertasbih?

BincangMuslimah.Com – Ada beberapa kalimat thayyibah (kalimat-kalimat yang baik untuk diucapkan) yang kita kenal, salah satunya adalah kalimat tasbih atau biasa kita menyebut dengan subhanallah. Sebenanrya apa makna kalimat tasbih dan dalam kondisi seperti apa kita dianjurkan mengucapkan kalimat tasbih?

Al-Imam Fakhruddin Al-Razi dalam kitabnya Mafatih al-Ghaib menyebutkan bahwa kalimat tasbih terkadang bermakna tanzih atau digunakan untuk mensucikan dzat Allah swt dari sifat-sifat yang meyerupai makhluk , selain itu kalimat tasbih juga bisa mengandung arti ta’ajjub atau kekaguman terhadap Allah swt atau makhluk ciptaanNya.

Dalam beberapa keadaan, Allah swt menyebutkan kalimat tasbih yang mengandung makna tanzih. Diantaranya adalah:

1. Ketika Allah menegaskan bahwa Dia adalah pengatur seluruh alam dan tidak ada yang mampu menandingiNya, Allah swt menyebutkan:

وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Mahasuci Allah Tuhan semesta Alam” (QS. An-Naml:8)

2. Allah swt terbebas atau bersih dari ucapan-ucapan orang yang dhalim, Allah swt menyebutkan:

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ

Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. (QS. Ash-Shaffaat; 180)

3. Allah swt Maha Kaya, ia tidak membutuhkan apapun dari selainNya,

فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (QS. Yasin; 83)

4. Allah menegaskan bahwa diriNya tidak mungkin memiliki anak, seraya berfirman:

سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ …

Maha Suci Allah dari mempunyai anak, (QS. An-Nisa; 171)

5. Allah menegaskan bahwa diriNya tidak mungkin memiliki sifat-sifat sebagaimana yang disebutkan oleh orang-orang yang menyekutukanNya seraya berkata

سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu). (QS. Yunus; 18)

Selain bermakna tanzih, kalimat tasbih juga mengandung makna ta’ajjub atau kekaguman akan sifat-sifat Allah atau kekaguman terhadap ciptaanNya. Berikut ini adalah contoh-contoh tasbih yang mengandung makna ta’ajjub :

1. Allah swt menegaskan keagunganNya bahwa hanya Dialah yang mampu menundukkan hewan-hewan yang memiliki sifat buas terhadap manusia yang lemah,

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ

“Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,” (QS. Az-Zukhruf; 13)

2. Allah menegaskan bahwa Dialah dzat yang menciptakan alam ini beserta seluruh isinya tanpa ada sedikitpun rasa lelah ataupun payah seraya berfirman:

سُبْحانَهُ إِذا قَضى أَمْراً فَإِنَّما يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (QS. Maryam; 35)

3. Allah swt bertasbih atas diriNya tatkala menceritakan bahwa Dia adalah dzat yang mampu menghapuskan dosa kemaksiatan yang dilakukan oleh hambaNya selama 70 tahun dengan pertaubatan yang dilakukan hambanya dalam sesaat, sebagaimana firmanNya:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِها

dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya (QS. Thaha; 130)

4. Allah swt menegaskan bahwa hanya Dialah dzat yang Maha mengetahui tanpa ada yang memberi tahu ataupun memberi petunjuk, seraya berfirman:

سُبْحانَكَ لا عِلْمَ لَنا إِلاَّ ما عَلَّمْتَنا

Mereka menjawab: “Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; (QS. Al-Baqarah; 32)

Selain yang tersebut dalam firman Allah swt dalam al-Qur’an, Nabi saw juga menyebutkan melalui sabdanya mengenai kapan kita dianjurkan untuk bertasbih. Al-Imam al-Nawawi dalam salah satu karyanya yaitu al-Adzkar menuliskan Bab Jawaz al-Ta’ajjub bi Lafdzi al-Tasbih wa al-Tahlil wa Nahwihima, yaitu bab yang membahas kebolehan mengucapkan kalimat tasbih dan tahlil saat melihat atau mendengar sesuatu yang mengagumkan. Salah satu hadis yang dikutip oleh al-Imam al-Nawawi dalam bab tersebut adalah:

عن أبي هريرة رضي الله عنه؛ أن النبيّ صلى الله عليه وسلم لقيه وهو جُنُب، فانسلَّ فذهبَ فاغتسلَ، فتفقَّده النبيّ صلى الله عليه وسلم، فلما جاء قال: “أيْنَ كُنْتَ يا أبا هُرَيْرَةَ؟! ” قال: يا رسول الله! لقيتني وأنا جُنُب فكرهتُ أن أُجالسَك حتى أغتسل، فقال: “سُبْحانَ اللَّه! إنَّ المُؤْمِنَ لا يَنْجُسُ”

Dari Abu Hurairah ra, suatu ketika Rasulullah saw menemui Abu Hurairah dan ia (Abu Hurairah) dalam keadaan junub, Abu Hurairah lantas mempercepat langkahnya dan meninggalkan Nabi untuk mandi, lalu Nabi saw mencarinya. Ketika Abu Hurairah datang Nabi bertanya: “Dari mana engkau wahai Abu Hurairah?”, Abu Hurairah kemudian menjawab “Wahai Rasulullah, engkau menemuiku sedang aku dalam keadaan junub, aku tidak suka jika duduk bersama engkau sedang aku dalam keadaan junub.”, Rasulullah saw kemudian bersabda: “Subhanallah, sesungguhnya orang mukmin tidaklah najis.”

Hadis di atas mengisahkan akan ta’ajjub dari Nabi saw atas sikap Abu Hurairah yang tak ingin menjumpai Nabi saw sedang ia dalam keadaan junub. Hal ini merupakan bentuk penghormatan Abu Hurairah kepada baginda Nabi saw. Dari beberapa contoh tasbih yang difirmankan oleh Allah swt dalam al-Quran ataupun sebagaimana yang disabdakan Nabi melalui hadis, maka dapat kita ambil pelajaran bahwa sangat dianjurkan bagi kita semua untuk bertasbih ketika kita bermaksud mensucikan dzat Allah dari sifat yang serupa dengan makhlukNya swt atau ketika melihat dan mendengar hal-hal yang membuat kita ta’jub. Wallahu a’lam

Rekomendasi

Avatar
Ditulis oleh

Penulis adalah Pengajar di International Institute for Hadits Sciences Jakarta, saat ini beliau mengasuh pengajian streaming kitab Shahih Bukhari di el-Bukhari Institute

Komentari

Komentari

Terbaru

Karakteristik Akhlak dalam Islam Karakteristik Akhlak dalam Islam

Karakteristik Akhlak (Etika) dalam Islam

Kajian

hal diperhatikan membaca filsafat hal diperhatikan membaca filsafat

Sepuluh Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Membaca Teks Filsafat

Muslimah Talk

Pemaksaan Jilbab Kebebasan Beragama Pemaksaan Jilbab Kebebasan Beragama

Pemaksaan Jilbab dan Hak Kebebasan Beragama

Muslimah Talk

regulasi busana lingkungan pendidikan regulasi busana lingkungan pendidikan

Komnas Perempuan: Regulasi Busana Berdasar Ajaran Salah Satu Agama di Lingkungan Pendidikan

Muslimah Talk

jin qorin menggoda manusia jin qorin menggoda manusia

Benarkah Jin Qorin Ada untuk Menggoda Manusia?

Kajian

Relasi Tasawuf Psikologi Agama Relasi Tasawuf Psikologi Agama

Relasi Tasawuf dengan Psikologi Agama

Kajian

rasulullah mengadili Thu’mah Ubayriq rasulullah mengadili Thu’mah Ubayriq

Telaah Kisah Rasulullah SAW. Mengadili Thu’mah bin Ubayriq

Khazanah

penyebab kekerasan seksual pesantren penyebab kekerasan seksual pesantren

Penyebab Terjadinya Kekerasan Seksual di Pesantren Menurut Komisioner Komnas Perempuan

Kajian

Trending

Bulan Haram 3 Berurutan Bulan Haram 3 Berurutan

Amalan yang Bisa Dilakukan di Awal Tahun Hijriah

Ibadah

rasulullah mengadili Thu’mah Ubayriq rasulullah mengadili Thu’mah Ubayriq

Memahami Makna I’jaz Al Qur’an

Kajian

Perempuan dalam Historiografi Islam Perempuan dalam Historiografi Islam

Perempuan dalam Historiografi Islam

Kajian

Sejarah Kurban Sebelum Islam Sejarah Kurban Sebelum Islam

Sejarah Kurban Sebelum Nabi Ibrahim

Kajian

Tempat Duduk jenis kekerasan Tempat Duduk jenis kekerasan

Efektifkah Pemisahan Tempat Duduk Penumpang Berdasarkan Jenis Kelamin untuk Menangkal Kekerasan Seksual?

Muslimah Talk

Rasulullah Disalip Emak-emak Rasulullah Disalip Emak-emak

Kisah Rasulullah Disalip Emak-emak

Khazanah

Tingkatan Cinta Ibnu Arabi Tingkatan Cinta Ibnu Arabi

Tingkatan Cinta Menurut Ibnu Arabi

Kajian

Kisah Ibnu Rusyd yang Pernah Ditolong oleh Yahudi

Kajian

Connect