Ikuti Kami

Subscribe

Ibadah

Gerakan Wudhu yang Boleh Ditinggalkan

gerakan wudhu

BincangMuslimah.Com – Layaknya shalat, wudhu juga memiliki rangkaian panjang yang harus diselesaikan mulai dari mencuci tangan sampai membasuh kaki. Namun tahukah kalian, beberapa gerakan ini adalah gerakan-gerakan pelengkap (sunnah) yang boleh ditinggalkan ketika berwudhu dan tetap menjadi keabsahan wudhu. Apakah saja itu.

Pertama, mencuci tangan sampai ke pergelangan tangan. Gerakan ini merupakan gerakan awal yang dilakukan sebelum melaksanakan gerakan yang lain.

Kedua, berkumur. Setelah mencucui kedua tangan, biasanya umat muslim berkumur untuk mengilangkan sisa-sisa makanan yang ada di mulut. Namun ini sejatinya bersifat sunnah dan boleh ditinggalkan

Ketiga, membasuh hidung (istinsyaq dan istinsyar). Oleh karena Islam adalah agama yang mencintai kebersihan, membasuh hidung menjadi salah satu gerakan yang biasanya dilakukan meskipun sama halnya dengan sebelumnya bersifat sunnah

Keempat, mengusap telinga. Tidak banyak diketahui bahwa sejatinya gerakan ini juga bagian dari yang boleh ditinggalkan

Apa buktinya? Para ulama’ sepakat bahwa kewajiban gerakan wudhu yang tidak boleh ditinggalkan terdapat dalam QS. Al-Maidah ayat 4, yaitu

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah datang waktu kalian menegakkan sholat, maka basuhlah wajah kalian, dan kedua tangan kalian sampai ke siku-siku, dan usaplah (sebagian) rambut kalian dan basuhlah kaki kalian sampai ke mata kaki.

Selain gerakan dalam ayat di atas, ulama’ juga memasukkan niat dan tertib sebagai rangkaian wudhu yang wajib dilaksanakan. Jadi, apabila teman-teman sedang krisis air atau memiliki waktu terbatas untuk berwudhu, atau karena satu dan sebab lainnya, maka cukuplah melaksanakan rangkaian wudhu yang wajib karena itu sudah cukup.

Namun demikian, apabila memiliki sumber air yang banyak, dan keleluasaan untuk melengkapi sunnah-sunnah wudhu, maka itu lebih baik dilakukan untuk mendapatkan keutamaan berwudhu.

Wallahu A’lam bis shawab

Qurrota A'yuni
Ditulis oleh

Penulis adalah konten writer program Cariustadz.id Pusat Studi Al-Quran, dan kandidat magister pengkajian Islam dalam bidang dakwah dan komunikasi UIN Jakarta. Beliau merupakan alumni Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

Komentari

Komentari

Trending

Hukum Penetapan Nasab dalam Agama Islam Hukum Penetapan Nasab dalam Agama Islam

Cara Nabi Memuliakan Ibu Asuhnya

Keluarga

Shalat Tanpa Mukena? Perhatikan Lima Prinsip Ini Agar Shalat Tetap Sah

Ibadah

Nikah Siri Sah dalam Islam? Ini Kata Pakar Perbandingan Mazhab Fikih

Keluarga

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Mariyah Al-Qibtiyah: Istri Nabi yang Berdarah Romawi

Muslimah Talk

Ini Lima Skincare Aman dan Halal yang Cocok Untuk Para Muslimah

Muslimah Daily

Riwayat Uwais Al-Qarni: Menjadi Penghuni Langit karena Memuliakan Ibu

Keluarga

Cerai daripada poligami Cerai daripada poligami

Tafsir An-Nisa Ayat 128-130: Pilihan Cerai Daripada Poligami?

Kajian

Rekomendasi

Tiga Bagian Anggota Wudhu yang Sering Disepelekan Muslimah

Ibadah

© 2019 Bincang Muslimah - All Right Reserved

Connect