Ikuti Kami

Ibadah

3 Cara Mensyukuri Nikmat Allah  

3 Cara Mensyukuri Nikmat
Source: gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Allah Swt. telah menciptakan manusia dalam bentuk yang amat sempurna dilengkapi dengan akal. Kemudian Allah juga menyediakan dan menundukkan alam semesta untuknya agar bisa digunakan sebaik-baiknya untuk pencapaian kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Semuanya itu Allah berikan kepada manusia secara cuma-cuma, gratis, dan tidak dipungut biaya. Oleh karena itu, umat muslim wajib mensyukuri atas segala nikmat yang telah Allah berikan.

Allah Swt. berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7, yang berbunyi:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih

Allah memerintahkan agar seluruh umat muslim bersyukur kepada-Nya. Perintah ini tidak berarti bahwa Allah membutuhkan ungkapan syukur dari manusia. Tanpa manusia bersyukur kepada-Nya, Allah tetaplah Tuhan yang Maha Kaya, Terpuji dan Berkuasa atas seluruh alam ini.  Perintah syukur itu sesungguhnya untuk kepentingan dan kebaikan manusia itu sendiri, sebab Allah akan menambah nikmat-Nya kepada setiap orang yang selalu bersyukur kepada-Nya.

Jika kita ingkar atas nikmat-Nya, maka Allah akan memberikan adzab yang pedih atau sanksi yang berat.  Adzab dari Allah bisa berupa siksaan di neraka kelak. Bisa juga berupa guncangan mental yang dapat membuat hidup kita di dunia ini tidak tenang.

Tentunya dapat kita saksikan dan rasakan bagaimana orang-orang yang tidak bersyukur kepada Allah. Mereka lebih mudah merasa iri atas nikmat yang diterima orang lain. Mengeluh dan merasa tidak puas dengan apa yang telah mereka punya. Hal seperti ini sudah pasti membuat mereka hidup dalam ketidak tenteraman. Oleh sebab itu, penting bagi setiap muslim untuk bersyukur karena jika seorang hamba mensyukuri nikmat dan karunia yang sudah diberikan oleh Allah kepadanya. Maka Allah pasti akan menambah nikmat-nikmat yang lain kepadanya, begitu juga sebaliknya.

Baca Juga:  Kapan Sebaiknya Waktu Berbulan Madu?

Amir An-Najar, dalam Psikoterapi Sufistik dalam Kehidupan Modern menuliskan secara bahasa syukur adalah pujian kepada yang telah berbuat baik atas apa yang dilakukan kepadanya. Syukur adalah kebalikan dari kufur. Hakikat syukur adalah menampakkan nikmat, sedangkan hakikat ke-kufur-an adalah menyembunyikannya. Menampakkan nikmat antara lain berarti menggunakannya pada tempat dan sesuai dengan yang dikehendaki oleh pemberinya, juga menyebut-nyebut nikmat dan pemberinya dengan lisan.

Menurut sebagian ulama, syukur berasal dari kata “syakara”, yang artinya membuka atau menampakkan. Jadi, hakikat syukur adalah menampakkan nikmat Allah yang dikaruniakan pada-Nya, baik dengan cara menyebut nikmat tersebut atau dengan cara mempergunakannya di jalan yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Selain itu, Allah juga memerintahkan umat muslim untuk bersyukur, yakni pada surat Al-Baqarah Ayat 172, yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُلُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”

Ismail Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-Azhim menjelaskan bahwa Allah menyuruh dan memerintahkan umat muslim untuk bersyukur dengan cara melakukan amal shaleh dan perbuatan baik lainnya sebagaimana para Nabi dan Rasul melakukannya.

Wujud ungkapan syukur kepada Allah Swt. bisa dilakukan dengan berbagai cara, yakni di antaranya:

Bersyukur dengan menggunakan hati

Bentuk bersyukur melalui hati ini dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa semua nikmat yang diperoleh merupakan anugerah dari Allah Swt. Syukur melalui hati membawa seorang insan untuk bisa menerima rahmat dan anugerah dengan ikhlas, tidak ada ada rasa keberatan sekalipun nikmat tersebut kecil. Syukur ini juga mengantarkan umat muslim agar bisa menyadari dengan sepenuh hati betapa sangat besar kemurahan dan kasih sayang Allah. Seorang yang bersyukur dengan hatinya, sekalipun dia sedang ditimpa bencana, dia akan tetap bisa memuji Allah.

Baca Juga:  Membedakan Darah Haid dan Darah Istihadhah

Bersyukur dengan menggunakan lidah

Maksud dari bersyukur dengan menggunakan lidah ialah mengaku melalui ucapan bahwasanya asal semua nikmat adalah dari Allah Swt. seraya mengucapkan pujian kepada-Nya. Alquran juga mengajarkan supaya pujian terhadap Allah SWT dilakukan dengan mengucapkan “al-hamdulillah“, yang berarti segala puji bagi Allah.

Bersyukur melalui perbuatan

Dalam surat Saba’ Allah menjelaskan sebagai berikut:

ٱعْمَلُوٓا۟ ءَالَ دَاوُۥدَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِىَ ٱلشَّكُورُ

Artinya: “Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.”

Sebagaimana juga yang tertulis dalam sejarah, bahwa keluarga Nabi Daud memperoleh kenikmatan yang begitu banyak dari Allah. Oleh karena itu, dalam ayat tersebut Allah berpesan kepada mereka agar bersyukur dengan cara bekerja. Adapun makna bekerja di sini adalah memanfaatkan semua nikmat sesuai dengan tujuan penciptaan atau pemberiannya. Artinya nikmat-nikmat yang didapat menuntut setiap umat muslim untuk merenungkan tujuan Allah menganugerahkan nikmat-nikmat tersebut.

Itulah tiga cara mensyukuri nikmat Allah. Bersyukur tidak hanya dipraktikkan dengan ucapan saja, tetapi bisa juga hati dan perbuatan.

Rekomendasi

Hidup Bahagia Said Kamali Hidup Bahagia Said Kamali

Hakikat Hidup Bahagia Menurut Syekh Said Kamali

Ditulis oleh

Mahasiswa semester 7 program studi Jurnalistik, UIN Syarif Hidayatullah. Saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Artistik Lembaga Pers Mahasiswa Journo Liberta. Tertarik dengan penulisan, design grafis dan fotografi.

Komentari

Komentari

Terbaru

gigi palsu dicabut wafat gigi palsu dicabut wafat

Haruskah Gigi Palsu Dicabut Setelah Seseorang Wafat?

Kajian

rasulullah terbuka sahabat muda rasulullah terbuka sahabat muda

Kisah Rasulullah yang Terbuka Menerima Pendapat Sahabat Muda

Khazanah

veve zulfikar keturunan rasulullah veve zulfikar keturunan rasulullah

Veve Zulfikar, Pelantun Sholawat dari Kalangan Keturunan Rasulullah

Khazanah

Zakiah Daradjat Ulama Perempuan Zakiah Daradjat Ulama Perempuan

Zakiah Daradjat: Ulama Perempuan Pelopor Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum

Khazanah

keutamaan haji hadis rasulullah keutamaan haji hadis rasulullah

Tujuh Keutamaan Ibadah Haji dalam Hadis Rasulullah

Kajian

sikap rasulullah penderita kusta sikap rasulullah penderita kusta

Marak Diskriminasi pada ODHA, Tiru Sikap Rasulullah terhadap Penderita Kusta

Khazanah

keistimewaan umat nabi muhammad keistimewaan umat nabi muhammad

Delapan Keistimewaan Umat Nabi Muhammad

Kajian

Mencintai Saudara Sesama Muslim Mencintai Saudara Sesama Muslim

Pelajaran dari Kaum Anshar: Mencintai Saudara Sesama Muslim

Khazanah

Trending

Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Tafsir Al-Baqarah 187: Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga menurut Islam

Kajian

Empat Karakteristik Kebudayaan Islam yang Dibawa Rasulullah

Kajian

perempuan titik nol arab perempuan titik nol arab

Resensi Novel Perempuan di Titik Nol Karya Nawal el-Saadawi

Diari

Yoga gerakan ibadah hindu Yoga gerakan ibadah hindu

Yoga Dianggap Menyerupai Gerakan Ibadah Hindu, Haramkah Menurut Islam?

Kajian

malaikat melaknat istri menolak malaikat melaknat istri menolak

Benarkah Malaikat Melaknat Istri yang Menolak Ajakan Suami untuk Berhubungan Badan?

Kajian

alasan fatimah julukan az-zahra alasan fatimah julukan az-zahra

Sayyidah Sukainah binti Al-Husain: Cicit Rasulullah, Sang Kritikus Sastra

Kajian

Sayyidah Aisyah Sayyidah Aisyah

Belajar dari Fitnah yang Menimpa Sayyidah Aisyah  

Muslimah Daily

Makna Tawakkal atau Berserah Diri kepada Allah

Ibadah

Connect