Ikuti Kami

Keluarga

Dari Dapur hingga Masa Depan Anak, Inilah Alasan Orang Tua Perlu Melek Politik dan Kebijakan Pemerintah

Dari Dapur hingga Masa Depan Anak, Inilah Alasan Orang Tua Perlu Melek Politik dan Kebijakan Pemerintah
Freepik.com

BincangMuslimah.Com- Isu tentang politik hingga kebijakan pemerintah dahulu rasanya lumayan jauh dan tidak akrab di telinga penulis. Bahkan, dahulu sepakat pada prinsip sederhana yang di pegang oleh sebagian orang. Yaitu tidak ingin terlibat dan mau tahu. Toh siapa pun pemimpinnya, dunia tetap berjalan, dan kelompok menengah ke bawah akan tetap bekerja keras seperti biasa.

Namun belakangan, setelah menikah dan menjadi orang tua, isu politik justru terasa lebih dekat. Bukan, bukan karena hampir setiap orang saat ingin menggunakan gawai dan punya media sosial. Keberadaan media sosial saat ini memang membuat informasi datang lebih cepat dan melimpah seperti tsunami.

Bahkan algoritma turut menyajikan informasi yang tidak dibutuhkan di beranda media sosial kita. Tidak heran jika informasi politik dan bahasan kebijakan pemerintah tetap lewat dengan smooth di kanal media sosial. Walau keduanya jarang jadi topik primadona atau bincang santai bersama kawan-kawan tongkrongan.

Tapi bukan hanya itu kenapa isu politik terasa akrab bak kawan karib. Jawabannya, masyarakat khususnya orang tua mulai menyadari jika politik berdampak langsung pada kondisi ekonomi. Politik memengaruhi ‘kepulan asap’ dapur keluarga, serta masa depan anak-anak mereka.

Jadi, masalah politik dan kebijakan yang dibentuk pemerintah bukan lagi sekadar pemberitaan di televisi. Dibiarkan lewat atau jadi pengantar sebelum tidur. Disadari sejak lama atau tidak, kebijakan politik nyatanya bisa memengaruhi kesejahteraan ‘dapur’ dan urusan domestic lainnya.

Kebijakan Politik, Pengaruhi Kondisi Dapur higga Masa Depan Anak

Kebijakan politik, mengontrol harga barang-barang pokok, tarif Listrik, biaya pendidikan bahkan jaminan Kesehatan. Orang tua menjadi pihak pertama yang merasakan dampak langsung ketika inflasi naik akibat kebijakan politik tertentu. Sebagai contoh, dollar Amerika dan terjadi pelemahan rupiah beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Empat Hak Anak Menurut Imam Ghazali

Selain dipengaruhi faktor eksternal seperti konflik Timur Tengah, kondisi politik dan kebijakan pemerintahan kita punya kaitan erat. Sentimen pasar keuangan dan kepercayaan investor global sangat sensitif terhadap arah politik, stabilitas anggaran, serta pernyataan dari para pejabat negara. Sehingga pelemahan nilai mata uang kita mejadi keniscayaan.

Walau tidak pakai dollar, pedagang-pedagang di pasar terkena imbasnya. Pembuat tempe dan tahu turut terdampak karena sebagian besar bahan makanan seperti kedelai merupakan impor. Dan sampai saat ini, transaksi dilakukan menggunakan dolar. Kenaikan harga juga merembet pada bahan bakar minyak (BBM) yang diperdagangkan secara global menggunakan dolar.

Tidak hanya urusan dapur. Kebijakan politik juga berpengaruh besar pada masa depan anak. Secara garis besar, politik menentukan kualitas sekolah yang diakses anak hari ini, hingga ketersediaan lapangan kerja saat mereka dewasa nanti. Kok bisa?

Pergantian pemerintah (yang tentu saja dipengaruhi oleh rezim politik) sering mengubah kurikulum pendidikan. Perubahan ini menentukan keterampilan masa depan anak. Hal ini juga diikuti dengan kondisi alokasi anggaran. Keputusan politik memutuskan seberapa besar subsidi pendidikan yang diberikan.

Secara langsung, kondisi ini memengaruhi  murah atau mahalnya biaya kuliah, kualitas fasilitas sekolah, hingga ketersediaan beasiswa. Kebijakan politik terkait pengangkatan dan gaji guru menentukan motivasi mengajar. Guru yang sejahtera tentunya melahirkan kualitas pengajaran yang jauh lebih baik untuk anak.

Jangan lupakan lapangan pekerjaan. Kebijakan politik juga berdampak pada iklim investasi dan industri. Kebijakan ekonomi yang dibuat pemerintah sangat menentukan. Apakah banyak perusahaan asing berinvestasi di dalam negeri. Hal ini memengaruhi jumlah lowongan kerja yang tersedia saat anak lulus nanti.

Aturan politik sekaligus menentukan standar upah minimum, kejelasan status karyawan (kontrak atau tetap). Berikut dengan perlindungan hak buruh. Kebijakan ini yang menentukan apakah generasi kita bisa hidup makmur atau terjebak dalam ketidakpastian kerja (prekariasi).

Baca Juga:  Bagaimana Cara Mengatasin Sampah Popok? Adakah Alternatif Pengganti?

Keputusan politik menentukan kelayakan fasilitas rumah sakit daerah dan subsidi posyandu. Anak yang tumbuh di lingkungan dengan sistem kesehatan yang buruk berisiko mengalami gangguan Kesehatan. Misalnya, anak bisa alami stunting, kekurangan gizi atau keterlambatan penanganan medis yang bisa berujung mengancam nyawa.

Wajar dan Menjadi Hal baik

Sehingga bisa dikatakan sangat wajar jika belakangan isu politik amat dekat dengan kita. Justru hal ini menjadi Langkah yang positif. Orang tua yang melek isu politik dan kebijakan pemerintah bisa berdampak baik bagi kehidupan.

Seperti, memiliki kendali penuh untuk melindungi keluarga dari ketidakpastian ekonomi. Tahu dan mampu merancang masa depan anak secara lebih strategis. Ketika orang tua paham hukum dan regulasi, mereka tidak lagi menjadi objek pasif dari aturan negara.

Misalnya, orang tua yang memantau kebijakan ekonomi makro, seperti penyesuaian tarif listrik, atau perubahan subsidi BBM, bisa mengatur strategi. Menata-ulang ulang pengeluaran, beralih ke investasi yang aman, atau mencari penghasilan tambahan.

Selain itu, orang tua yang mempunyai literasi politik yang sehat dapat menjadi penyaring informasi (filter) yang tepercaya bagi anak-anak mereka di rumah. Mereka bisa mengajarkan anak cara membaca berita secara kritis, mendeteksi manipulasi informasi di media sosial. Dan juga dapat melindungi anak dari paparan paham radikal atau propaganda politik yang memecah belah.

Yang utama, adalah memaksimalkan hak dan fasilitas negara. Sebagian besar masyarakat kita masih ada yang belum mengetahui. Apa saja hak dan fasilitas yang disediakan negara untuk rakyatnya. Dua hal ini seringkali terlewati karena tidak mendapatkan informasi. Manfaatnya, orang tua yang melek kebijakan akan tahu persis hak-hak anak mereka.

Di antaranya, jadwal pendaftaran beasiswa negara atau daerah. Program keringanan biaya sekolah dan jaminan kesehatan khusus anak. Fasilitas pelatihan keterampilan gratis dari kementerian untuk persiapan kerja anak dan masih banyak lagi.

Baca Juga:  Pendidikan Seksual pada Anak: Membentuk Sikap yang Sehat dari Usia Dini

Manfaat paling krusial adalah bisa memilih pemimpin secara rasional saat pemilu. Orang tua tidak lagi memilih pemimpin hanya berdasarkan popularitas atau bantuan sosial sesaat. Tapi berdasarkan rekam jejak program yang benar-benar berpihak pada perlindungan anak, kualitas guru, ketersediaan lapangan kerja, dan perbaikan lingkungan hidup demi masa depan generasi penerus.

Rekomendasi

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Connect