Ikuti Kami

Kajian

Persamaan Perempuan dan Laki-laki dalam Islam

memilih pasangan baik mendidik
credit: photo from Gettyimages.com

BincangMuslimah.Com – Bagaimana persamaan perempuan dan laki-laki dalam Islam? Prinsip persamaan tersebut ada dalam ajaran Islam yakni dalam prinsip egalitarian. Apakah prinsip egalitarian itu?

Prinsip egalitarian merupakan persamaan antar manusia, baik laki-laki dan perempuan serta antarbangsa, suku, dan keturunan adalah salah satu tema sentral sekaligus prinsip pokok ajaran agama Islam.

Hal tersebut diisyaratkan dalam QS. al-Hujurat: 13 sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Swt. Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. al-Hujurat: 13)

Ayat di atas memberikan gambaran kepada kaum Muslimin tentang persamaan antara perempuan dan laki-laki baik dalam hal ibadah yang berdimensi spiritual atau dalam aktivitas sosial yang berhubungan dengan urusan karier profesional.

Ayat di atas juga mengikis pandangan yang menyatakan bahwa antara perempuan dan laki-laki ada perbedaan yang memarginalkan salah satu diantara keduanya. Persamaan yang ada terletak pada berbagai hal, salah satunya adalah dalam bidang ibadah.

Seorang Muslim yang rajin melaksanakan ibadah, maka ia akan mendapat pahala lebih banyak tanpa melihat jenis kelaminnya. Perbedaan tersebut ada karena disebabkan oleh kualitas nilai pengabdian dan ketakwaannya kepada Allah Swt.

Ayat di atas mempertegas misi pokok al-Qur’an diturunkan. Misi pokok turunnya al-Qur’an adalah untuk membebaskan manusia dari berbagai bentuk diskriminasi dan penindasan. Diskriminasi yang dimaksud termasuk diskriminasi seksual, warna kulit, etnis dan ikatan-ikatan primordial lainnya.

Baca Juga:  Potret perempuan dalam kitab Qurratul Uyun

Secara teoritis, al-Qur’an memang mengandung prinsip kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Tapi ternyata dalam tatanan implementasinya sering muncul prinsip-prinsip tersebut terabaikan.

Abd. Muin, Fiqih Siyasah dalam Konsepsi Kekuasaan Politik dalam al-Qur’an (1992) menuliskan bahwa dalam hal ini, konteks khalifatullâh fî al-ardh secara terminologis memiliki arti “kedudukan kepemimpinan”. Hal ini berarti bahwa semua manusia, baik perempuan atau laki-laki sebenarnya diamanatkan menjadi pemimpin.

Jika dicermati lebih lanjut, ada nash dalam al-Qur’an dan hadits yang kelihatannya berdimensi maskulin. Maskulin merupakan term yang menunjuk kepada kenjantanan seorang laki-laki sehingga memosisikannya sebagai makhluk yang lebih tinggi ketimbang perempuan.

Ada juga nash yang secara sepintas menyoroti masalah misogoni. Misogini merupakan term yang menujuk kepada kaum laki-laki yang memosisikan perempuan sebagai makhluk yang dibenci dan dilecehkan.

Ajaran agama Islam adalah rahmat untuk semua manusia, tanpa membedakan jenis kelamin. Akhir-akhir ini, agama sering dituduh sebagai sumber terjadinya ketidakadilan dalam masyarakat. Ketidakadilan yang terjadi termasuk ketidakadilan relasi antara perempuan dan laki-laki yang sering disebut dengan ketidakadilan gender.

Gender merupakan peran berdasarkan jenis kelamin bentukan yang dibentuk oleh budaya dan adat istiadat. Sebagai misal, laki-laki kuat, berani, cerdas, menguasai, dan lain-lain. Sementara itu, perempuan adalah makhluk lemah, penakut, kurang cerdas (bodoh), dikuasai dan lain sebagainya.

Kini, isu gender menguat saat banyak orang sadar bahwa perbedaan gender antara perempuan dan laki-laki justru melahirkan ketidakadilan dalam berbagai bentuk. Bentuk ketidakadilan yang terjadi adalah marginalisasi atau pemiskinan ekonomi, subordinat atau anggapan tidak penting dalam urusan politik, dan stereotip atau pencitraan yang negatif bagi perempuan.

Anggapan bahwa citra perempuan yang hanya bisa bergelut 3R (dapur, sumur, kasur), kekerasan, dan double burden (beban ganda) terhadap kehidupan perempuan yang bermuara pada perbuatan tidak adil adalah hal yang dibenci oleh Allah Swt.[]

Baca Juga:  Surah At-Taubah ayat 36: Mengungkap Keistimewaan dan Kemuliaan Bulan Rajab

Rekomendasi

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Resensi Novel Entrok: Perempuan dan Makna Keberanian Resensi Novel Entrok: Perempuan dan Makna Keberanian

Resensi Novel Entrok: Perempuan dan Makna Keberanian

Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga

Tafsir Al-Baqarah 187: Kiat Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga menurut Islam

Ditulis oleh

Tim Redaksi Bincang Muslimah

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan? Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Anak Menangis saat Salat, Batalkan atau Lanjutkan?

Ibadah

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Karhutla Tidak Kunjung Padam, Perempuan dan Anak Berada di Garis Paling Rentan

Muslimah Talk

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

feminiskah aisyah feminiskah aisyah

Merebut Tafsir: Feminiskah Aisyah?

Kajian

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Menunggu Jodoh dengan Elegan; Cerita dari Jomblo untuk Jomblo

Diari

orang sakit menjamak shalat orang sakit menjamak shalat

Bolehkah Orang yang Sakit Menjamak Shalat?

Ibadah

Connect