Ikuti Kami

Muslimah Talk

Clarence Seedorf, Legenda AC Milan Masuk Islam, Larangan Mencaci Maki Agama Lain

Clarence Seerdof masuk islam
credit: photo from jatim.suara.com

BincangMuslimah.Com – Mantan pemain sepakbola AC Milan, Clarence Seedorf baru saja mengumumkan bahwa dirinya saat ini telah masuk Islam atau menjadi seorang muallaf. Semasa perjalanan karirnya, pria asal Belanda ini pernah menjadi gelandang terbaik di negaranya.

Usai pension, Clarence memutuskan menjadi pelatih sepakbola dan club sepakbola besar seperti Kamerun dan AC Milan. Kabar Bahagia ini diungkapkan lewat akun Instagram miliknya. 

Masih di dalam postingan yang sama, ia mengucapkan rasa terimakasih kepada orang-orang yang telah memberikan selamat. Tidak lupa pula ia mengungkapkan rasa terimakasih pada Shopia Makramati yaitu istrinya. 

Clarence mengaku mengenal Islam lewat istri tercinta. Dimana Sophia, ungkap Clarence telah mengenalkan Islam secara mendalam dan penuh makna. Dilansir dari bola.okezone.com, Clarence dengan Sophia telah menikah selama dua tahun.

Dan selama dua tahun tersebut, banyak nilai-nilai Keislaman yang dipelajari oleh legenda hidup AC Milan ini. Walau lahir dari Kanada, Shopia sendiri masih berdarah Iran dan sejak kecil telah memeluk Islam. 

Shopia terus memeluk agama Islam hingga sekarang. Selalu menerapkan nilai-nilai Keislaman membuat sang suami menjadi seorang mualaf.  

Larangan Mencaci Maki Agama dan Tuhan Agama Lain

Terkadang ada fenomena para mualaf yang baru memeluk Islam, senantiasa menghina atau mencaci maki agama yang terdahulu. Tentu ini sikap yang sangat dilarang oleh Allah. Hal itu bisa dilihat dalam Q.S al An’am/108, Allah berfirman;

وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْواً بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِما كانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”.

Baca Juga:  Fenomena Keagamaan Anak Muda yang Mengarah pada Ekstrimisme

Syekh Ibnu Asyur, dalam kitab Tafsir At-Tahrir wa Tanwir, jilid  III, halaman 428 menjelaskan tafsir ayat di atas adalah larangan Allah untuk mencaci maki agama dan Tuhan agama lain. Terlebih jika cacian maki tersebut dengan dalih membela Islam dan Tuhan. Simak penjelasan Ibnu Katsir berikut; 

ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻛﺎﻥ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻟﻐﻴﺮﺗﻬﻢ ﻋﻠﻰ اﻹﺳﻼﻡ ﺭﺑﻤﺎ ﺗﺠﺎﻭﺯﻭا اﻟﺤﺪ ﻓﻔﺮﻃﺖ ﻣﻨﻬﻢ ﻓﺮﻃﺎﺕ ﺳﺒﻮا ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺻﻨﺎﻡ اﻟﻤﺸﺮﻛﻴﻦ ﺭﻭﻯ اﻟﻄﺒﺮﻱ ﻋﻦ ﻗﺘﺎﺩﺓ ﻗﺎﻝ ﻛﺎﻥ اﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻳﺴﺒﻮﻥ ﺃﻭﺛﺎﻥ اﻟﻜﻔﺎﺭ ﻓﻴﺮﺩﻭﻥ ﺫﻟﻚ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﻨﻬﺎﻫﻢ اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺴﺒﻮا ﻟﺮﺑﻬﻢ.

“Adalah Umat Islam disebabkan gairah atau semangatnya terhadap Islam, terkadang di antara umat Islam itu ada yang melewati batas hingga kebablasan, mereka pun mencaci maki tuhan-tuhan orang yang menyembah selain Allah.  

Imam Thabari meriwayatkan yang bersumber dari  Qatadah bahwa dahulu orang-orang Islam mencaci maki tuhan-tuhan orang kafir, maka mereka membalasnya. Kemudian Allah melarang mencaci maki mereka agar tidak membalas. 

Pada sisi lain, Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menjelaskan  al An’am/108 merupakan peringatan kepada sekalian orang Mukmin bahwa berhala-berhala yang disembah oleh orang jahiliyyah itu janganlah dimaki atau dihinakan. Lebih baik tunjukkan saja dengan alasan yang masuk akal bagaimana keburukan menyembah berhala. 

Namun, Allah melarang dengan tegas  menghina, mencaci, memaki ataupun mencerca berhala tersebut. Buya Hamka mengatakan jikalau orang-orang yang beriman sudah mulai memaki-maki atau mencerca dan menghinakan berhala mereka, tandanya pihak kita sudah kehabisan alasan untuk memburukkan perbuatan mereka. Dan kalau berhala yang mereka sembah dimaki oleh pihak Muslimin, niscaya mereka akan mencerca memaki pula apa yang disembah oleh orang yang beriman. 

Semenrara itu, Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir Al-Qur’anul Adzim menjelaskan bahwa Allah melarang Rasul-Nya dan orang-orang mukmin memaki sembahan-sembahan orang-orang musyrik, sekalipun dalam makian itu terkandung maslahat. Pasalnya, hinaan dan cacian itu mengakibatkan mafsadat (kerusakan) yang lebih besar daripada kemaslahatan. 

Baca Juga:  Pernyataan Viral Pekerja Seks yang Mengutip Buku Eka, Benarkah Maskawin untuk Menebus Kemaluan Perempuan?

Adapun kerusakan yang dimaksud ialah balasan makian yang dilakukan oleh orang-orang musyrik terhadap Tuhan kaum mukmin, yaitu: Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia. Hinaan tersebut, hanya akan melahirkan cacian Kembali dari pihak agama lain, yang mampu menganggu ketertiban dan keharmonisan umat beragama. 

 

Rekomendasi

Perempuan Pertama Masuk Islam Perempuan Pertama Masuk Islam

5 Perempuan Pertama yang Masuk Islam, Siapa Saja?

Sebelas Manfaat Membaca Shalawat Sebelas Manfaat Membaca Shalawat

Doa yang Dibaca Rasulullah saat Resah

Forum R20 Pemimpin Agama Forum R20 Pemimpin Agama

Forum R20: Perkumpulan Pemimpin Agama dalam Mengatasi Konflik

anak muda mengarah ekstrimisme anak muda mengarah ekstrimisme

Fenomena Keagamaan Anak Muda yang Mengarah pada Ekstrimisme

Ditulis oleh

Melayu udik yang berniat jadi abadi. Pernah berkuliah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Jurnalistik (2014), aktif di LPM Institut (2017), dan Reporter Watchdoc (2019). Baca juga karya Aisyah lainnya di Wattpad @Desstre dan Blog pribadi https://tulisanaisyahnursyamsi.blogspot.com

3 Komentar

3 Comments

Komentari

Terbaru

Hukum Perempuan Membaca Tahlil Hukum Perempuan Membaca Tahlil

Bagaimana Hukum Perempuan Membaca Tahlil?

Kajian

Nikah tanpa wali Nikah tanpa wali

Apa Konsekuensinya Jika Nikah Tanpa Wali?

Kajian

Kajian Hadis Misoginis Kajian Hadis Misoginis

YouCast: Kajian Hadis Misoginis, Upaya Meluruskan Pemahaman yang Menyudutkan Perempuan

Kajian

Perempuan Datang dalam Rupa Setan Perempuan Datang dalam Rupa Setan

Kajian Hadis: Perempuan Datang dalam Rupa Setan

Kajian

Ummu Ri‘lah al-Qusyairiyah Ummu Ri‘lah al-Qusyairiyah

Ummu Ri‘lah al-Qusyairiyah, Pejuang Hak Perempuan di Masa Rasulullah

Muslimah Talk

muslimah mencukur habis rambutnya muslimah mencukur habis rambutnya

Bolehkah Muslimah Mencukur Habis Rambutnya?

Kajian

laksamana malahayati laksamana malahayati

Laksamana Malahayati: Memimpin Armada Laut untuk Lawan Penjajah

Muslimah Talk

Kasih Sayang di Hari Asyura Kasih Sayang di Hari Asyura

Memperingati Asyura sebagai Hari Kasih Sayang

Khazanah

Trending

Doa keguguran Doa keguguran

Kehilangan Buah Hati Akibat Keguguran, Baca Doa yang Diajarkan Rasulullah Ini

Ibadah

masa iddah hadis keutamaan menikah masa iddah hadis keutamaan menikah

10 Hadis Tentang Keutamaan Menikah

Kajian

Tujuh Keutamaan Membaca Shalawat Tujuh Keutamaan Membaca Shalawat

Doa agar Terhindar dari Prasangka Buruk pada Allah

Ibadah

Mengenal Rufaidah al-Aslamiyah: Perawat Perempuan Pertama dalam Sejarah Islam

Muslimah Talk

Mandi junub dan haid Mandi junub dan haid

Empat Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Mandi Wajib

Ibadah

Resensi Buku Pernah Tenggelam Resensi Buku Pernah Tenggelam

Resensi Buku Pernah Tenggelam: Halu Berlebihan Menenggelamkan Keimanan?

Diari

Shafiyah binti Huyay Teungku Fakinah Shafiyah binti Huyay Teungku Fakinah

Kisah Bulan Madu Rasul dengan Shafiyah binti Huyay

Muslimah Talk

muslimah mencukur habis rambutnya muslimah mencukur habis rambutnya

Bolehkah Muslimah Mencukur Habis Rambutnya?

Kajian

Connect