Ikuti Kami

Kajian

Tafsir Qs. Al-Mulk Ayat 15 : Anjuran Menjelajah Bumi Tanpa Merusaknya

Tafsir Qs. Al-Mulk Ayat 15 : Pesan Menjelajah Bumi Tanpa Merusaknya
Source: Freepik.com

BincangMuslimah.Com- Allah menciptakan manusia di bumi dengan keistimewaannya berupa akal. Manusia memiliki kemampuan berfikir untuk menunjang kehidupannya dengan berbagai cara; termasuk memanfaatkan sumber daya alam.

Sayangnya, tidak semua manusia menggunakan akalnya dengan bijak. Kerakusan manusia seringkali menjadi ancaman bagi bumi bahkan antar manusia. Allah menciptakan beraneka ragam sumber daya alam untuk kebutuhan hidup manusia, tetapi perlahan manusia sendiri yang merusaknya. Allah telah berfirman pada beberapa ayat di Al-Qur’an mengenai kebermanfaatan ciptaannya di bumi untuk manusia. Di antaranya adalah pada Qs. Al-Mulk ayat 15. Dari ayat-ayat Al-Qur’an inilah seharusnya soerang muslim dapat mengambil pelajaran.

 

Tafsir Qs. Al-Mulk Ayat 15

Qs. Al-Mulk ayat 15

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦۖ وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ

“Dialah (Allah) yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”

Ayat di atas menunjukkan nikmat Allah; sang pencipta bumi yang mudah dijelajahi oleh manusia. Dalam Tafsir Ringkas Kemenag, hendaknya manusia menjelajahi bumi dengan memiliki aktivitas dan tujuan yang bermanfaat.

Aktivitas yang bermanfaat contohnya adalah mencari rezeki dengan bekerja. Manusia juga dapat mengambil manfaat dari alam sekitar untuk kepentingan hidup mereka, misalnya untuk bertani, berdagang, memanfaakan tanaman sebagai bahan makanan, dan lain-lain.

Dalam tafsir Ibn Katsir, tafsir kata فَامشُوا (berjalanlah) adalah فَسَافِرُوْا (Lakukanlah perjalanan). Sehingga maksud dari “berjanlah di segala penjuru” adalah perintah agar manusia berjalan di segala pelosok bumi sesuka manusia; termasuk hingga ke gunung, untuk berbagai kegiatan. Namun tidak ada kemudahan yang terjadi di bumi ini kecuali tanpa izin Allah.

Baca Juga:  Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kemudian dalam term رِزْقِهِ فَكُلُوْامِنْ adalah perintah agar manusia memakan rezeki dari Allah serta tetap bertawakkal kepada-Nya. Tawakkal akan menjadikan rezeki yang Allah limpahkan menjadi lebih banyak dan penuh berkah.

Rasulullah SAW bersabda :

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ، تَغْدُو خِمَاصًا وتَرُوح بِطَانًا

“Jika kalian bertakwa kepada Allah dengan sebaik-baiknya takwa, maka Allah memberi rizki kalian seperti memberi pada burung. burung pergi di pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang di petang hari dalam keadaan perut kenyang.”

 

Menjelajah sebagai Ibadah, Bukan Eksploitasi

Ayat di atas menunjukkan ibrah bahwa Allah sangat memperhatikan kehidupan manusia. Allah telah menjamin rezeki bagi manusia asal manusia mau bergerak untuk mencarinya.

Pada ayat tersebut itu juga menjadi pengingat bahwa setelah kehidupan dunia nanti, manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah. Perjalanan manusia di bumi ini apakah menjadi perjalanan yang bermanfaat maupun tidak, akan mendapat balasannya.

Oleh sebab itu, sebagai seorang muslim, kita harus bijak dalam memanfaatkan segala kemudahan dan fasilitas yang telah Allah ciptakan di bumi. Perjalanan manusia dalam bekerja dan mencari rezeki untuk hidupnya, seharusnya tidak serta merta membawa kerusakan pada kehidupan lainnya; alam sekitar.

Allah berfirman dalam pada Qs. Al-A’raf ayat 56 :

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya.”

Ayat ini jelas melarang berbuat kerusakan pada bumi. Namun sampai saat ini kerusakan alam masih banyak terjadi, bahkan berdampak pada bencana alam yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Kesadaran ekologis harus segera dibangun secara kolektif, mulai dari pemangku kebijakan hingga akar rumput di masyarakat. Bahkan langkah-langkah strategis seperti penghijauan, daur ulang, dan pengurangan limbah sangat mungkin dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Baca Juga:  Kritik Kecia Ali terhadap Pandangan Ulama tentang Syahwat Perempuan

Melihat banyaknya kerusakan alam akhir-akhir ini, sebagai manusia; khususnya seorang muslim perlu mawas diri agar mencari rezeki di jalan Allah. Yaitu memanfaatkan apa yang ada di bumi serta menghindari melakukan kerusakan, apalagi eksploitasi alam. Sebab jika manusia tidak memiliki kesadaran atas perbuatan buruk yang merusak alam, maka yang terkena dampaknya dengan lebih parah adalah anak cucu di masa depan.

Bagaimanapun, manusia tidak lepas dari tugasnya sebagai khalifah fil ‘ard  (pemimpin di bumi). Tugas tersebut tidaklah terpenuhi jika manusia berperan tidak sebagai penjaga alam, tetapi malah merusaknya.

Sebagai seorang muslim, kita perlu kembali pada ayat-ayat yang menunjukkan pada kemurahan Allah dalam menciptakan segala sesuatu di bumi. Tak lain agar senantiasa bersyukur dan memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga bumi. Tujuan jangka panjangnya adalah agar dapat mewariskan kehidupan yang layak untuk generasi selanjutnya.

 

 

Rekomendasi

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ditulis oleh

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Beberapa Kesunahan 10 Muharram Beberapa Kesunahan 10 Muharram

Tiga Hal yang Harus Diperhatikan Perempuan Haid

Ibadah

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Green Islam Sebagai Gerakan Melawan Krisis Iklim

Muslimah Talk

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero: Ketika Orang Dewasa Menyembunyikan Luka Masa Kecil

buku

Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin Doa yang Dipanjatkan Fatimah az-Zahra pada Hari Senin

Benarkah Orang Pingsan Tidak Wajib Mengqadha Shalat?

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45 Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Empat Syarat Salat untuk Penyucian Jiwa dalam Tafsir QS. Al-Ankabut Ayat 45

Kajian

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Hukum Belajar Tentang Haid, Nifas, dan Istihadhah

Ibadah

Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis Doa Mendengar Azan KeutamaannyaHari Kamis

Tiga Doa dalam Al-Qur’an yang Bisa Mendekatkan Jodoh

Ibadah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Shafiyah binti Huyay Shafiyah binti Huyay

Asiyah binti Muzahim: Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga Oleh Allah

Muslimah Talk

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

keringat perempuan haid najis keringat perempuan haid najis

Benarkah Perempuan Sumber Persoalan Bagi Laki-laki?

Kajian

Connect