Ikuti Kami

Kajian

Membaca QS. Luqman ayat 15 : Apakah Anak Harus Selalu Menaati Orang Tua?

Membaca QS. Luqman ayat 15 : Apakah Anak Harus Selalu Menaati Orang Tua?
Freepik.com

BincangMuslimah.Com – Sejak anak kecil, orang tua dan guru sudah menanamkan nilai birrul walidain (berbakti kepada orang tua). Sebuah nilai yang sangat mulia dalam pembentukan karakter anak. Semangat birrul walidain juga bisa menjadi pedoman hidup bagi anak hingga beranjak dewasa.

Bisa kita ingat, bahkan doa kepada orang tua sepertinya salah satu doa yang sangat familiar sejak kecil. Itulah bentuk eratnya penanaman nilai birrul walidain. Anak-anak selalu diajarkan banyak ayat Al-Qur’an, hadis Rasulullah saw. dan kisah-kisah umat terdahulu yang berkaitan dengan ketaatan pada orang tua. Perintah tersebut meliputi menghormati, menyayangi, dan menaati kedua orang tua.

Perintah Berbakti Kepada Orang Tua

Salah satu ungkapan yang paling populer adalah terkait ridha Allah kepada anak bergantung pada ridha orang tua. Ungkapan ini bersumber dari sebuah hadis :

رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ

“Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah terletak pada kemurkaan kedua orang tua.” (HR Tirmidzi)

Hadis di atas sangat jelas memberikan petunjuk posisi mulia orang tua dalam hidup anak. Hadis ini mengingatkan untuk senantiasa berbuat baik agar mendapat ridha orang tua. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari bahkan dijelaskan bahwa menyekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua termasuk pada dosa besar (al-Kabair).

Birrul walidain dapat berupa menjaga sikap, menghormati, dan meminta maaf jika berbuat kesalahan.  Al-Qur’an juga seringkali menyandingkan perintah menyembah Allah dengan kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua. Allah Swt. berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Isra’: 23)

Baca Juga:  Langkah Hukum Mengesahkan Pernikahan Siri

Secara normatif, teks ayat Al-Qur’an dan hadis banyak menunjukkan tuntunan memuliakan orang tua. Tidak heran, biasanya anak tumbuh dengan keyakinan mereka harus selalu mengikuti seluruh perintah orang tuanya. Pertanyaannya adalah, benarkah Islam mengajarkan untuk selalu taat kepada orang tua tanpa ada batasan?

Tafsir Qs. Luqman ayat 15 : Melihat Batasan Taat

Dalam membaca ayat Al-Qur’an kita tidak bisa hanya berpegang pada satu ayat, melainkan sangat penting mengetahui ayat pembanding atau pendukungnya. Dalam hal ketaatan pada orang tua, satu fungsinya adalah untuk mengetahui pedoman batasannya.

Ayat yang paling relevan dengan batasan ketaatan anak kepada orang tua adalah pada QS. Luqman ayat 15. Allah Swt. berfirman:

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًاۖ

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah engkau menaati keduanya. Namun, pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik” (QS. Luqman: 15)

Ayat ini turun setelah Allah mengingatkan besarnya jasa ibu yang mengandung dan menyusui anak. Menariknya, selain memerintahkan berbakti kepada orang tua, Allah juga memberikan panduan atas batasan dan pengecualiannya.

Menurut Imam Ibnu Katsir, ayat ini menegaskan bahwa tidak ada ketaatan kepada siapa pun dalam perkara maksiat kepada Allah. Bahkan jika yang memerintah adalah orang tua sendiri, anak tidak boleh mengikuti perintah tersebut.

Pendapat Wahbah Zuhaili dalam tafsir Al-Wajiz mengatakan bahwa jika kedua orang tua mengajak anak mereka untuk menyekutukan Allah, maka tidak boleh menurutinya. Tidak ada tuntunan untuk mentaati manusia dalam hal maksiat kepada Allah. Ayat ini menunjukkan bahwa menyekutukan Allah tetaplah dosa yang besar dan terlepas dari ketaatan pada orang tua.

Baca Juga:  Apakah Hidung Termasuk Anggota Sujud?

Faqihudin Abdul Kodir mengungkapkan dalam buku “Perempuan Bukan Makhluk Domestik”, bahwa pengasuhan orang tua terhadap anak bukan menuntut ketaatan mutlak. Sebagai orang tua juga hendaknya senantiasa memberikan ajaran yang baik dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Menjaga Relasi Anak dan Orang tua Tanpa Saling Mendurhakai

Hubungan anak dan orang tua tidak berjalan mulus hanya dengan anak yang berbakti. Al-Qur’an justru memberikan panduan yang sangat seimbang. Di satu sisi, anak diperintahkan untuk berbakti kepada orang tua. Di sisi lain, Islam juga menetapkan bahwa ada kondisi tertentu ketika anak tidak wajib menaati perintah orang tua.

Nyatanya, sadar atau tidak, kasus orang tua memerintahkan pada kemaksiatan itu terkadang masih terjadi. Dari hal-hal kecil, misalnya memerintahkan mencari rezeki dari jalan manapun; termasuk jalan yang haram, menghalangi beribadah wajib maupun sunnah, membiarkan berbuat kecurangan, hingga mendorong meminta pertolongan kepada selain Allah.

Seoang anak memiliki hak untuk menolak perintah orang tua yang melanggar hukum. Begitu juga pada perintah yang menyengsarakan atau mencederai hak-hak kemanusian.

Kita sering mendengar stigma anak durhaka bagi seorang anak yang tidak mematuhi orang tua. Tapi alih-alih menempatkan orang tua pada kemuliaan yang mutlak, Al-Qur’an justru memberikan panduan yang sangat seimbang. Inilah cara Allah mencegah orang tua berlaku durhaka pada anak.

Rekomendasi

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Ditulis oleh

Komentari

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

Mewarisi Dendam atau Memutus Luka Keluarga? Refleksi Novel Makamkan Ibu di Samping Ayah

buku

Nama Nabi Sulaiman Didahulukan Nama Nabi Sulaiman Didahulukan

Tafsir Surah An-Naml Ayat 30; Hikmah Nama Nabi Sulaiman Didahulukan daripada Nama Allah

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan? Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Bagaimana Pandangan Maqashid Syariah mengenai Kebakaran Hutan di Kalimantan?

Muslimah Talk

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya? Mu'asyarah bil Ma'ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Mu’asyarah bil Ma’ruf dalam Pernikahan, Bagaimana Idealnya?

Keluarga

Trending

Nasihat Pernikahan Gus Mus Nasihat Pernikahan Gus Mus

Doa untuk Pengantin Baru

Ibadah

Surat Al-Ahzab Ayat 33 Surat Al-Ahzab Ayat 33

Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat 33; Domestikasi Perempuan, Syariat atau Belenggu Kultural?

Kajian

Mengenal Tujuh Macam Kebiasaan Istihadhah

Ibadah

diperhatikan Memilih pasangan hidup diperhatikan Memilih pasangan hidup

Tafsir Al-Baqarah Ayat 221: Hal yang Harus Diperhatikan saat Memilih Pasangan Hidup

Kajian

Tata Cara Shalat Perempuan Tata Cara Shalat Perempuan

Tata Cara Shalat Perempuan Istihadhah

Ibadah

air ketuban air ketuban

Benarkah dengan Membaca Surah Yusuf Anak yang Dikandung akan Tampan?

Kajian

kehidupan muhammad sebelum nabi kehidupan muhammad sebelum nabi

Kenapa Sahabat Nabi Tidak Merayakan Maulid?

Khazanah

lelaki perempuan mata allah lelaki perempuan mata allah

Feminisme Al-Qur’an, Tafsir An-Nahl 97; Lelaki dan Perempuan di Mata Allah

Kajian

Connect