Ikuti Kami

Subscribe

Kajian

Ensiklopedia Muslimah Reformis, Upaya Mendefinisikan Ulang Konsep Perempuan Shalihah

Judul Buku          : Ensiklopedia Muslimah Reformis (Pokok-Pokok Pemikiran untuk Reinterpretasi dan Aksi)

Penulis                : Musdah Mulia

Kota Terbit          : Jakarta

Penerbit              : Dian Rakyat

Tahun Terbit        : 2019

Halaman             : xxiv + 772

BincangMuslimah.Com – Nama Musdah Mulia tentu tak asing lagi di telinga kita. Ia adalah tokoh perempuan tangguh dan lantang dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Suaranya tak hanya digaungkan dalam forum-forum diskusi, tetapi juga tertulis rapi dalam karya-karyanya.

Di tahun ini, Musdah Mulia melahirkan karya berjudul “Ensiklopedi Muslimah Reformis.” Memang tak berlebihan jika kita sebut sebagai ensiklopedi, pemikiran Musdah Mulia ini dituliskannya dalam 772 halaman. Sebelumnya, jumlah halamannya bahkan mencapai 1.000, namun setelah melalui proses editing, tulisannya dipangkas menjadi 772 halaman.

Perempuan kelahiran Bone Sulawesi Selatan ini telah menggarap Ensiklopedi Muslimah Reformis sejak 2005 dan baru diterbitkan pada 2019. Pembahasannya dibagi ke dalam 16 bab dan dimulai dengan tema pendidikan. Lalu dilanjutkan dengan pembahasan mengenai keluarga, pernikahan, poligami, perempuan dan demokrasi, perempuan dan terorisme, perempuan dan perdamaian, posisi perempuan sebagai juru perdamaian, dll. Semuanya ditulis berdasarkan riset, data yang akurat, pengalaman dan wawasan yang dimiliki Musdah.

Ensiklopedi Muslimah Reformis ini hadir atas kegelisahan Musdah Mulia terhadap konsep perempuan shalihah yang selama ini diyakini masyarakat, bahwa perempuan shalihah adalah perempuan yang pasif dan tak bisa berkiprah bagi masyarakat luas.

“Saya diberikan buku oleh teman sebelah, judulnya “10 Ciri Wanita Shalehah,” isinya tentang kondisi perempuan yang pasif, statis dan apatis. Poin pertama menyebutkan bahwa perempuan shalihah adalah perempuan yang sepenuhnya berada di rumah, hanya boleh keluar kalau ada izin suami. Bagaimana ya, perempuan kok tidak punya kemerdekaan sama sekali. Izin kan sama saja, laki-laki pun harus izin. Maksud izin adalah agar orang tahu bahwa kita pergi, ini adalah etika kemanusiaan. Bagi saya, itu bukan definisi perempuan shalihah, tapi perempuan tertindas,” ucap Musdah Mulia dalam acara bedah buku di Hotel Sapadia, Cirebon, Rabu (11/12/2019).

Bagi Ketua Lembaga Kajian Agama dan Jender (LKAJ) ini, definisi perempuan shalihah seperti itu hanya akan melahirkan perempuan yang pasif, yang hanya menerima takdir dan keadaan, yang tidak melakukan apa-apa untuk kebaikan masyarakat, karena semua bersifat pasrah dan menunggu, tak memiliki kebebasan.

Dalam buku ini, Musdah Mulia berusaha meredefinisikan konsep perempuan shalihah. Menurutnya, perempuan shalihah adalah perempuan reformis. Karena reformis adalah terjemahan dari shalihah, berasal dari kata ashlaha-yushlihu, ishlaah. Artinya, perempuan shalihah adalah perempuan yang memperbaiki keadaan, melakukan upaya transformasi dan reformasi.

Pemikiran Musdah mengenai perempuan shalihah didasarkan pada prinsip tauhid. Menurutnya, perempuan shalilah adalah perempuan yang seluruh hidupnya dibangun atas prinsip tauhid, bahwa hanya Allah yang patut disembah. Sedangkan manusia, baik laki-laki dan perempuan sama, karena keduanya adalah hamba. Oleh karena itu, tidak boleh ada manusia yang didominasi, apapun alasannya.

Prinsip tauhid membawa manusia pada keadilan, kesetaraan manusia, kebebasan, kesamaan, karena hanya Tuhan yang boleh menjudge. Prinsip tauhid dapat membebaskan manusia dari segala macam bentuk diskriminasi dan ketidakadilan.

Musdah mengungkapkan, hadirnya buku ini merupakan sindiran di tengah fenomena masyarakat yang sok mengetahui segala-galanya hanya dengan membaca status singkat di media sosial. “Saya ga peduli ada yang mau baca buku saya atau engga, yang terpenting bagi saya adalah menghadirkan buku ini kepada masyarakat. Karena menurut saya, masyarakat kita saat ini sedang sakit. Hanya membaca status saja sudah menganggap dirinya paling tahu,” ucap Musdah.

Rekomendasi

feminisme - musdah mulia feminisme - musdah mulia

Musdah Mulia; Feminisme untuk Seluruh Gender Bukan Hanya Perempuan

Review Buku “Menuju Fikih Baru” Karya KH Husein Muhammad

Ulama-ulama yang Menghabiskan Hari-harinya untuk Membaca, Menulis dan Menebarkan Cahaya Ilmu Pengetahuan. Ulama-ulama yang Menghabiskan Hari-harinya untuk Membaca, Menulis dan Menebarkan Cahaya Ilmu Pengetahuan.

Review Buku ‘Ulama-ulama yang Menghabiskan Harinya untuk Membaca’ Karya Kiai Husain Muhammad

Review Buku Rentang Kisah Karya Gita Savitri

Fera Rahmatun Nazilah
Ditulis oleh

Penulis adalah anggota redaksi BincangMuslimah. Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Pondok Pesantren Ilmu Hadis Darus-Sunnah Ciputat.

Komentari

Komentari

Terbaru

Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil Agar Janin Tumbuh Sehat

Muslimah Daily

perempuan ideal dalam al-qur'an perempuan ideal dalam al-qur'an

Ingin Mendapatkan Pahala Seperti Haji dan Umrah? Lakukan Shalat Sunnah Ini!

Ibadah

perempuan dan tuhannya perempuan dan tuhannya

Karimah al-Marwariyah, Ulama Perempuan yang Enggan Menikah

Kajian

Sholihah Wahid Hasyim: Tokoh Perempuan yang Aktif di Bidang Politik  

Kajian

Tafsir QS. Yūnus [10] Ayat 99: Ajaran Al-Qur’an tentang Toleransi

Kajian

Hukum Iktikaf di Masjid Bagi Perempuan Hukum Iktikaf di Masjid Bagi Perempuan

Tujuh Pembagian Waktu Shalat saat Isya, Mana yang Paling Utama?

Ibadah

Mengenali Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Bagaimana Solusinya?

Kajian

perempuan khitan perempuan khitan

Melacak  Hadits Tentang Sunat Perempuan  

Kajian

Trending

Anak perhiasan dunia Anak perhiasan dunia

Parenting Islami: Mendidik Generasi Tauhid di Era Modern

Keluarga

Hukum Menginjak Makam Orang Muslim

Ibadah

Perbedaan Najis Ainiyah dan Najis Hukmiyah serta Cara Mensucikannya

Ibadah

krisis quarter life krisis quarter life

Perempuan Rentan Krisis Quarter Life: Kenali dan Hadapi

Diari

resolusi jihad resolusi jihad

Refleksi Hari Santri: Menghidupkan Semangat Resolusi Jihad di Masa Kini

Muslimah Daily

Pengertian Keluarga Sakinah dan Makna Perkawinan dalam Islam

Keluarga

Perempuan Harus Menjadi Pembelajar

Muslimah Daily

Mengenal Tradisi Mulidan di Masyarakat Lombok

Kajian

Connect